Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
Mau adik bayi


__ADS_3

"mama, maura boleh tidak tidur sama mama dan papa?" tanya maura saat tiba dirumah barunya


Rumah yang mewah dan cukup besar untuk ditinggali bertiga saja


"nggak!" sahut barra yang mendengar anaknya merengek


"mas!" yasmin menegur barra


"boleh dong sayang, tapi tidak boleh tiap hari. Kan maura harus belajar mandiri.


Nanti mama temani maura sebelum tidur, gimana setuju?" tanya yasmin pada maura


Barra pun luluh kalau sudah nyonya hatinya yang bicara


"oke!" jawab maura dengan senangnya


"sekarang minta ganti baju sama mba mia ya, mama mau siapkan makan malam dulu!" ucap yasmin pada maura yang patuh terhadap perintah mamanya


"iya ma, pa maura ke kamar baru maura dulu ya!" pamit maura lalu mengajak pengasuhnya bersamanya ke kamar


"mau di masakin apa mas buat nanti malam?" tanya yasmin pada barra yang sibuk pada ponselnya


"emmm, iya


Apa sayang, tadi bilang apa?" tanya barra meminta yasmin mengulang ucapannya karena tidak fokus dengan ucapan yasmin dan meletakan ponselnya


Pandanganya beralih pada wajah cantik yasmin yang ada disampingnya


"mas malam ini mau makan apa?" yasmin dengan lembut mengulanginya


"mau kamu aja!" ucap barra sambil tersenyum membuat yang ditatap semakin salah tingkah dibuatnya


"mas , serius ini aku kan mau pesan sayur online. Dikulkas masih kosong soalnya?" ucap yasmin yang sedikit gugup saat hanya berdua saja dengan suaminya


Kadang yasmin masih tak menyangka jodohnya adalah seorang duda tampan beranak satu


Dan yang membuat yasmin makin tak menyangka. Kehidupan sederhananya dengan cita-cita sederhana akan terkabul


Pasalnya barra lebih senang jika yasmin diam dirumah dan mengurus anak-anak dibandingkan bekerja diluar rumah


Dan itu suatu hal yang diinginkan yasmin yaitu sebagai ibu rumah tangga terlepas dari pendidikan yang diampuhnya


Yasmin yakin bahwa pendidikan sangat penting meski tak bekerja sesuai bidangnya


"hemm mas mau kamu masak kesukaanmu saja, lain kali baru yang mas suka dan seterusnya. tapi apapun yang kamu siapkan buat mas, mau masak sendiri ataupun beli


Pasti akan ku makan dengan lahap.


Jadi tak perlu bertanya lagi oke, sayang!" barra mengusap lembut kepala yasmin


Bak anak kecil ia terdiam mendengarkan kata demi kata yang keluar dari sang suami

__ADS_1


yasmin memiliki seorang yang benar-benar memperhatikannya


"kok bengong! Kenapa melamun?" tanya barra pada yasmin yang tak menyahuti ucapannya


Justru tersenyum sendiri entah apa yang ada dipikiranya saat ini


"emmm, kamu manis banget sih mas! Awas aja ya kalau kayak gini juga ke cewe lain! Nih hadiahnya!" yasmin mencubit bagian dada barra


"auuuu! Yasmin geli!" teriak barra merasakan geli yang menjalar keseluruh tubuhnya saat bagian tertentunya disentuh istrinya


"gitu aja geli, gimana kalau ini! Ini! Ini!" yasmin menusukan jari-jarinya pada pinggang barra


dengan senangnya melihat barra masih menggeliat karena tak nyaman


"sayang! Stop! Please stop! Hahahaha!" barra tak tahan juga ia mengeluarkan tawanya yang menggelegar


"ada apa ma? Pa?" maura berlarian mendengar suara tawa papanya yang sudah sangat lama tak maura dengar


"ini sayang bantu papa! Mama nakal!" barra memegang kedua tangan yasmin dengan satu tangannya


Agar yasmin berhenti menggelitiknya


"huuhuuu! Papa pegang tangan mama!" yasmin mengadu pada maura


"papa yang nakal! Lepasin tangan mama!" maura mencoba membantu yasmin


Yang memasang wajah memelas pada anaknya


Serta menambah bonus kecupan manis tanda kasih sayang tulusnya


"papa, kalau ada adik kecil kata oma pasti rumah ini ramai ya pa, ma!" ucap maura


Barra dan yasmin terdiam


Keduanya memang tak menunda namun juga tak mau terlalu cepat, yasmin butuh adaptasi dan memeberikan pengertian pada anak sambungnya


Agar nanti tak terjadi ketidak adilan dan rasa iri pada anak-anaknya


"maura mau punya adik?" tanya yasmin setelah candaan berubaha menjadi mode serius


yasmin pun melirik barra yang tengah menunggu jawaban anaknya


"terserah mama sama papa aja! maura maunya punya adik yang banyak biar maura ada teman bermain.


Kalau mama dan papa pergi kerja maura yang jagain adik" celoteh anak yang terlalu polos


"kalau gitu mama dan papa akan segera membuatnya untuk maura!" ucap barra tentu saja itu yang diinginkan barra


"mas! Malu ih nanti maura minta jelasin gimana bikinnya aku ngga tanggung jawab ya!" bisik yasmin pada barra


Dab benar saja

__ADS_1


Apa yang dikatakan yasmin


"emang mama dan papa mau buat adik dimana? Boleh maura ikut?" ucap maura lagi


Ia begitu bersemangat seolah anak keluar dari oven begitu saja


"sayang! Mama mau masak dulu ya! maura sama papa ngobrolnya jangan di dapur oke, nanti pedes matanya kenak cabai!" yasmin memberikan kesempatan pada sang suami yang lebih berpengalaman untuk menjelaskan pada anak sulungnya


"papa mau mandi dulu ya, setelah itu kita makan malam. Maura sama mbak mia dulu ya sayang!" barra juga tak tahu apa yang mau disampaikan pada anaknya


Yasmin menyibikan bibirnya, "berani berbuat tapi ngga tanggung jawab!" ledek yasmin sebelum barra melangkahkan kakinya kabur dari pertanyaan anaknya


"bodo amat!" barra mengucapkan kata tanpa suara pada yasmin dan lari menuju kamarnya


"maura mau bantu mama masak?" ucap yasmin yang ingin maura mulai belajar mandiri sejak dini


Dan barra tentu saja menyerahkan pada yasmin cara mendidiknya selama itu baik


"maura boleh ikut bantu mama?" tanya maura dan yasmin mengangguk tanda setuju


"hore! Mama mau masak apa? Maura bantu apa?" sikap dewasa maura kadang juga timbul dengan sendirinya namun juga tak meninggalkan sikap sesuai umurnya


"maura bantu mama bukain kemasan sosis ini ya, mama mau masak sop sosis sayur sama ikan balado!


Maura suka sop sosis?" yasmin mengajari maura melakukan kegiatan yang ringan saja


Karena pembantu yang bertugas di dapur belum datang, baru pengasuh maura dan supir saja


"suka, tapi ngga mau sayur! Pahit!" ucap maura menutup mulutnya


Yasmin tersenyum mengusap kepala maura


Anak harus sejak dini dikenalkan sayur dan baginya itu baik untuk tumbuh kembang anak


Yang kebanyakan sekarang menyukai makanan siap saji,


bukan tak boleh namun bila terlalu sering tentunya tak akan baik.


"tapi mama punya tantangan buat maura!" yasmin tetap sibuk dengan memasak dan mengajak anaknya bicara


"apa ma?"


"kalau maura bisa tahu jenis-jenis sayur yang mama masak, dan maura mau mencobanya satu persatu


Mama akan buatkan mama akan izinkan yasmin makan makanan apapu yang maura suka minimal sekali satu minggu!


Gimana? Deal!" yasmin menyodorkan kelingkingnya seperti saat maura meminta yasmin membuat janji


"oke! Mama janji ya ma, maura mau makan es krim banyak-banyak kalau gitu!" ucap maura sambil mengecap kan mulutnya seolah ada es krim didalamnya


"hahaha! Kamu lucu banget sayang!"

__ADS_1


Keduanya melanjutkan kegiatanya di dapur sampai makan malam siap


__ADS_2