
"mama!!!!" maura berlari memeluk yasmin yang sudah hampir seminggu ini pergi berdua bersama papanya
"sayang!" yasmin mengulurkan tangan menyambut maura yang juga sangat dirindukanya
"ma, maura kangen mama!" maura memeluk yasmin dengan erat
Yasmin juga melakukan hal yang sama
"sama papa ngga kangen nih?" barra mengeluh
"engga! Papa udah culik mama lama-lama dari aku!" jawab maura meledek papanya
"sayang, nenek sama oma mana!" maura terlihat sendiri
"oma dan nenek tidak ikut ma, maura sama mama oliv!" jawab maura sambil menunduk
"oliv?" barra mencaro disekitar dan melihat mantan istrinya sedang duduk dan melambaikan tangan padanya
"ma, pa maaf maura ngga bilang!" ucap maura melihat yasmin dan barra terkejut
"ngga apa-apa sayang, kenapa minta maaf kan maura ngga salah!
Mama senang maura bisa kesini dengan selamat.
Ayo temui mama oliv!" ajak yasmin bersikap bijak
ia tak mau melukai hati maura dengan menolak ibu kandungnya
"mas, ayo!!" yasmin menggandeng barra dan maura bersamaan
Flasback on
__ADS_1
"ma, mama bisa pulang sekarang, maura mau menyusul mama dan papa ke luar negeri!" usir maura pada oliv yang terus mengikuti maura kemana pun ia pergi
Bukannya senanh seperti saat yasmin yang menemani. Malah maura merasa risih dan perlakuan oliv sangat berbeda dengan yasmin yang bahkan bukan ibu kandungnya
"kemana maura, mama sudah diberikan tanggung jawab untuk menjagamu. Mama yasmin akan marah jika maura tak bersama mama!" ucap oliv merayu
"aku ngga tahu. Oma yang tahu!" jawab maura sambil sibuk bermain
"ya sudah mama temui oma dulu ya, maura siapin baju. Mama antar maura bertemu mama dan papa!" ucap oliv dengan percaya dirinya dan pergi meninggalkan rumah barra
****
"ma, tolong ma kali ini saja!
Aku ngga tahu umurku sampai kapan. Dan aku mau sekaliam berobat ke luar negeri jadi izinkan aku lebih dekat dengan maura,
Aku sudah izin dengan yasmin ma
dan yasmin mengizinkan kapanpun maura mau!" oliv datang ke rumah orang tua barra untuk menggantikan mengantarkan maura
Biar bagaimanapun maura adalah anak kandungnya
"mama bisa tanya yasmin kalau tidak percaya!" ucap oliv sambil menitikan air mata kesedihan
"ya sudah, siapkan semua kebutuhanmu. ini tiketnya!" bu sarah mengalah untuk.kebahagian cucunya
Walau ada sedikit perasaan mengganjal
flasback off
"bu oliv apa kabar?" sapa yasmin sambil duduk didamping oliv dan memangku maura yang tak mau jauh darinya
__ADS_1
"begini keadaan saya. Maaf mengejutkan dan mengganggu kalian!" jawab oliv merasa bersalah
"ohh tidak sama sekali bu, silahkan lanjutkan makannya. Kalian pasti lelah.
Biar mas barra pesankan kamar dulu!" ucap yasmin sambil.memberikan kode pada barra
Yang terlihat kesal dan ingin marah
"kalian tunggu sini dulu, papa pesankan kamar!" barra beranjak dan mengikuti ucapan istrinya
Barra memilih kamar yang cukup jauh untuk oliv agar tak.mengganggu keluarganya
setelah selesai barra kembali menghampiri istri dan anaknya
"ini kuncinya, nomer kamarnya ada disana! Sayang kalian masuk ke kamar dulu ya. Nanti papa menyusul!" ucap barra meminta yasmin dan maura meninggalkan barra dan oliv
Yasmin mengerti ada yang mau dibicarakan dan anaknya tak boleh mendengar
"iya mas! Ayo maura kita main di kamar mama. Bagus lohh!" ajak yasmin merayu maura
"ayo ma!" maura sangat patuh dan begitu saja meninggalkan oliv
"mau apa lagi kamu! Saya sudaj kasih kesempatan untuk dekat dengan anak saya bukan berarti kamu bisa seenaknya!!" barra cukup marah dan menatap oliv penuh kebencian
"mama bilang tak bisa antarkan maura, dan kebetulan kata temanku ada rumah sakit bagus disini.
Jadi aku ingin sekalian berobat dan lebih dekat dengan maura bar!" jawab oliv menyangkal tuduhan barra
entah mengapa barra tak lagi merasa iba
"oke, karena ini sudah sore. Kamu bisa tinggal dikamar ini. Dan besok segera pergi dari sini!!" barra tak.ingin makin marah ia meninggalkan oliv yang mulai mengeluarkan air mata
__ADS_1
Oliv terdiam saat diperlakukan tak adil menurutnya
Jika saat dulu masih menjadi istri barra. Apapun akan barra berikan untuknya