
sesuai kesepakatan satu minggu lagi yasmin dan juga barra
Para orang tua sibuk menyiapkan pernikahan kedua anaknya
Yang sepakat acaranya diselesaikan dalam satu hari.
"tama, kita harus ke luar negeri besok! Ini tak bisa diwakilkan karena akan mempengaruhi citra perusahaan kita!" ucap barra yang sedang sibuk
Berkembangnya produknya diluar negeri membuat barra makin bersemangat menambah cuan-cuannya
"tapi tiga hari lagi kamu mau menikah bar,
Biar saya saja yang berangkat dengan rena!" saran rena
"ngga bisa ini tetap harua berjalan sesuai rencana. Jika kita kerjakan dengan cepat maka tak sampai dua hari kita sudah bisa selesaikan semuanya!" ucap barra
Tak mau menyia-nyiakan waktunya dan kesempatan untuk maju pastinya
"tanyakan dulu pada yasmin, dia izinkan atau tidak! Jangan terlalu memaksakan diri!" ucap tama lagi
"baiklah. Siapkan semua berkas yang kita butuhkan. saya akan segera kembali setelah menemui yasmin!" ucap barra menyahut kunci mobilnya
"tunggu, telfon saja! Kalau nunggu keputusanmu lama. Kita butuh penerbangan sore ini!" cegah tama
Barra pun mengikuti saran tama dengan mengubungi yasmin
Dan yasmin pun menyetujui dengan syarat satu hari sebelum hari pernikahan keduanya.
Barra mengiyakan syarat dari calon istrinya
Karena setelahnya barra akan cuti panjang. Seperti yang tama lakukan saar menikah dulu
"kita berangkat!" ucap barra sembari menghubungi anak dan orang tuanya untuk berpamitan
...****************...
"sayang" barra menghubungi yasmin setelah tiba di hotel dimana barra dan tama menginap beberapa hari
"heemmm iya mas, baru sampe mas!" suara yasmin yang terlihat lelah
"iya ya sudah istirahat, mas juga mau langsung tidur!" ucap barra memutuskan panggilan telfonnya
****
barra dan tama menemui klien dan juga investor pada perusahaannya untuk rapat beberapa hal
Kesibukan barra lakukan dari pagi hingga malam agar semuanya selesai dengan cepat
Begitu juga dengan yasmin sibuk dengan ujiannya
Yang terntaya hasilnya belum sesuai keinginnanya.
Yasmin masih harus melanjutkan pendidikannya agar bisa menjadi seorang dosen
Namun yasmin tak menyerah dan tak merasa sedih sama sekali
"mama!"maura menghampiri yasmin bersama bu sarah ke apartemennya
"maaf nak mengganggu, maura mau bertemu denganmu!" bu sarah merasa tak enak
__ADS_1
"ngga apa-apa bu, ayo masuk dulu!" ajak yasmin
Bu sarah pamit lebih dulu karena telah ada janji dengan bu ratih untuk mencoba catring yang akan disewa.
Semua biaya telah dibayarkan lunas oleh barra. Dan meminta bantuan pada orang tuanya untuk mengatur tentunya sesuai keinginan yasmin
"ma boleh menginap disini?" tanya maura
"tentu saja sayang, temani mama ya
Lusa mama dan papa akan menikah. Mama butuh temen!" ucap yasmin yang tentu saja tak sabar namun juga gugup
Tak lama ada sesorang datang atas perintah barra untuk memanjakan tubuh istrinya biar rilex sebelum acara pernikahan
Tentunya bersama maura kecil dan menikmati pelayanan perawatan tubuh bersama
...****************...
Tak ada fitting baju lagi karena sudah dilakukan sekalian saat membeli baju untuk pertemuan keluarga
Hari yang dinanti tiba
yasmin yang sudah siap dengan sangat cantik dan anggun
Hanya tinggal bagian rambut saja
"ma, papa ngga bisa ditelfon ya ma?" maura menantikan papanya
Yasmin sejak semalam juga tak menerima balasan dari barra
"papa mungkin sedang ganti baju sayang, sabar ya!" yasmin tak mau menunjukan kekhawtirannya
"nak barra gimana?" tanya bu ratih yang juga tak kalah panik
yasmin memberikan kode agar bu ratih membawa maura keluar kamarnya dulu
Ia akan mencoba menghubungu barra kembali
"sayang, sama nenek dulu ya. Sebentar lagi papa datang mama harus bersiap!" ucap yasmin dengan lembut
"benar ma! Iya maura mau sama nenek dulu!" ucap maura dan pergi meninggalkan yasmin
"ya ampun, kamu kemana mas! Mana ceklis satu lagi!
Ayo angkat mas. Kamu dimana?
Niat ga sih nikahin aku!"
Yasmin mengomel sendiri sambil.tetap menghubungi barra
"ngga sabar ya mau jadi nyonya barra mahardika!" suara bass datang dari arah belakang yasmin
Tanpa mengetuk dan permisi lebih dulu
"masss!!!!" yasmin menghampiri barra dan memukulnya
__ADS_1
"ett kok dipukul, dipeluk dong sayang!" goda barra
"terus aja! Aku panggilin mama ya!" ancam yasmin
"cantik banget istri aku! Jadi ngga sabar pingin buru-buru!" ucap barra dengan tatapan mata penuh arti
Rasa rindu, bangga dan cinta semuanya menyatu
"ayo turun semua sudah menunggu!" ajak barra
"mas duluan saja, ini tinggal menyelesaikan rambut sebentar!" ucap yasmin
Barra pun menuruti yasmin dan turun lebih dulu. Jika ketahuan mamanya pasti akan kena omel sudah menghampiri calon pengantin wanitanya
yasmin turun dengan sanggulan rambut masa kini yang menambah kecantikan yang dia miliki
tak terbantahkan semua mata tertuju pada yasmin yang diapit oleh bu sarah dan bu ratih
Acara prosesi pernikahan pun berlangsung. Dengan lantang dan tepat kini semua saksi berkata
"sah"
Semua tamu undangan bersorak gembira, tak terkecuali barra
Ia terharu hingga air matanya mengalir tanpa sengaja
Hatinya sangat bahagia tak dapat terucap oleh kata.
"selamat ya nak, sekarang kamu dan barra telah menjadi satu maka kami juga keluargamu, doa terbaik mama untuk kalian berdua!" bu sarah memeluk kedua anaknya
Bergantian dengan anggota keluarga yang lain dan juga tamu undangan
"selamat ya , akhirnya yang berkarat akan menemukan asahannya lagi!" ucap tama yang datang bersama istrinya yang sedang terlihat mengandung
"ya nes ternyata tama tak diragukan lagi!" ucao barra membalas ejekan tama
ines istri tama dan juga yasmin tertawa mlihat suaminya saling mengejek
"semoga kalian cepet nyusul juga ya, biar maura ngga kesepian!" ucap ines
"semoga saja, terima kasih doanya!" ucap yasmin
Tak henti-hentinya tersenyum menyambut tamu
Setelah prosesi akad nikah keduanya melangsungkan resepsi agar tak terlalu lama menurut yasmin
"kata mama kamu belum makan dari semalam? Kenapa sayang?" tanya barra saat para tamu mulai sepi bersalaman
"wanita mana yang masih bisa makan, calon suaminya pergi jauh tanpa kabar. Sedangkan besok acara pentingnya!" ucap yasmin mengeluarkan uneg-unegnya
"maaf ya sayang, mas tak sempat liat ponsel
Yang terpenting saat itu mas pulang dengan cepat!" ucap barra jujur
"lain kali jangan diluangi!"
"iya sayang!"
Cup
__ADS_1
Barra mencuri ciuman di kening yasmin yang sejak tadi tak sabar untuk tak disentuhnya