Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
kerjasama yang baik


__ADS_3

Hari berganti hari barra menunggu jawaban dari yasmin


"permisi pak ada tamu!" ucap rena memberitahukan pada barra


"suruh masuk!" barra sedang sibuk dengan pekerjaannya


"selamat siang pak barra!" suara lelaki menyapa barra


"siang pak herman, silahkah duduk!" barra mempersilahkan tamunya dan juga meminta rena untuk membuatkan minuman tamunya


"biasanya asistennya yang datang pak herman, apa ada masalah?" barra penasaran


"tidak pak barra, hanya saja ingin mengunjungi anda! Perilisan produk kerjasama kita akan dilaksanakan minggu ini,


Maka dari itu saya ingin langsung berdiskusi dengan anda!" tutur pak herman


"begitu rupanya, baiklah sebentar saya panggilkan asisten saya biar mempersiapkan berkasnya!" barra menghubungi tama


Untuk datang keruangannya


"permisi pak, ini berkasnya!" tama segera membawa yang diminta oleh barra


"jadi ini proposal dari kami pak herman, sebenarnya akam segera kami kirim namun kebetulan sekali anda dapat menyempatakan datang


Maka saya akan jelaskan semua rincian acaranya, berikutnya silahkan pak herman menambahkan atau ada yang kurang sesuai akan kita bahas!"


Barra segera membuka berkas dan memberikan salinannya pada pak herman


Lalu menjelasakan rencana yang dibuat dan akan dikolaborasikan dengan masukan dari perusahaam pak herman


Keduanya melakukan kerjasama dalam menciptakan produk baru yang dimana


Selama ini perusahaan barra penghasil.coklat dan perusahaan pak herman terkenal dengan permen yang banyak diminati banyak kalangan


barra ingin mewujudkan harapan calon istrinya yaitu menginginkan coklat yang mudah dibawa dan dikonsumsi dimana pun

__ADS_1


Yaitu permen coklat


"silahkan jika ada yang ingin ditambahkan pak akan dicatat oleh tama!" ucap barra setelah mempresntasikan proposal yang dibuatnya


"saya rasa setuju dengan rencana acara promo produk kerjasama kita. dari segi nama dan kemasan mencerminkan kedua perusahaan kita.


Jadi tak perlu ada tambahan lagi. Tapi jika boleh saya meminta


Bagaimana jika syuting iklan dan promosinya dilakukan dimana perkebunan kakao berada


Bukankah itu akan menambah citra baik untuk produk kita!" pak herman menambahkan pendapatnya


Mungkin dengan begitu pak herman bisa membantu mantan istri dan juga mudah mengambil hati anak semata wayangnya


"saya setuju! Bagaimana pun petani adalah bagian dari kita. Nanti untuk hasil fix nya akan saya kirim kepada pak herman langsung!" ucap barra


Semua setuju dan perbincangan masalah bisnis diakhiri


"kalau begitu saya pamit dulu pak barra, terima kasih sudah menyambut niat baik saya!" ucap pak herman yang meskipun dari segi usia dan pengalaman lebih banyak


"saya permisi!" pak herman berpamitan dan diantarkan oleh barra langsung sebagai bentuk penghormatan karena seseorang pengusaha terkenal mau menyambangi kantornya


barra mengantarkan sampai loby kantor dan keduanya berpisah


Barra kembali ke ruanganya


"tam, gimana rumah barunya?" tanya barra pada tama yang sedang berkutik dengan laptopnya


"pastinya bagus, bukannya loe udah liat segala nanya?" jawab tama ketus


"dasar ngga tahu terima kasih! Kalau gue beli disana juga gimana?"


Yang sebenarnya memang barra lah yang akan menjadi tetangga tama.


Sejak lama barra ingin memberikan tempat yang lebih nyaman untuk anaknya.

__ADS_1


sayangnya orang tuanya tak pernah mau pindah dari.rumah masa kecilnya


"gue jual lagi tuh rumah. ogah deket-deket loe nanti yang ada makin mudah loe nyuruh-nyuruh gue" ucap tama terlihat serius namun sejak tadi keduanya hanya becanda saja


Barra pun tak.menanggapi serius. Dan melanjutkan pekerjaanya hingga selesai jam kerja


******


"maura!" panggil barra yang baru pulang kantor


"papa! Udah pulang? Kapan punya rumah yang ada kolam renang besarnya pa!" rengek maura yang bosan dengan kolam renang omanya


Yang ukurannya kecil dan memang dulu dibuat hanya untuk maura bermain


"sabar ya sayang, papa sedang usahakan!" barra menggendong maura


"mandi dulu baru pegang anak!" tegur bu sarah


"barra kan hanya dari kantor ma!" bantah barra dan membawa anaknya ke kamar


"maura sayang! Kamu mau punya mama lagi kan?" tanya barra kali ini serius


Dulu barra selalu marah saat disuruh cari ibu untuk maura


"mau pa!" maura mengangguk tanda setuju "tapi maura maunya kak yasmin, ngga mau yang lain" lanjut maura yang sudah merasa nyaman dengan yasmin


"oke! Tentu saja papa juga maunya mama yasmin. tapi bantu papa mau kan?" rayu barra


"bantu apa pa?" bocah kecil itu bingung


"nanti papa kasih tau. Tapi janji jangan bocorin ke siapa pun! Kalau tidak bearti maura gagal dapat mama yasmin!" ancam barra


"setuju!" maura patuh agar segera punya mama baru


"

__ADS_1


__ADS_2