
"permisi bu, saya mau bertemu dengan pak barra ruangannya sebelah mana ya?" tanya yasmin pada resepsionis kantor yang baru
"maaf ibu sudah ada janji dengan bapak barra?" tanya resepsionis kantor
"iya bu, kami sudah berjanjian. bisa tunjukan ruangannya?" yasmin tak mengatakan siapa dirinya bisa jadi orang tak percaya dan menganggapnya gi*la
"saya konfimasi dulu dengan sekretarisnya ya bu, maaf kalau boleh tahu dengan ibu siapa?" tanya resepsionis yang tak mau nanti terjadi kesalahan jika memasukan orang yang jahat
"bilang saja, maura datang" yasmin juga tak mempermasalahkan prosedurnya
memang baru kali pertama yasmin datang ke kantor suaminya jadi banyak pegawai yang tak tahu
"maaf ibu saya tidak tahu kalau ibu anak pak barra, silahkan masuk lewat pintu yang sana ruangan paling atas"
yasmin tersenyum dengan ucapan pegawai suaminya yang menganggap yasmin anaknya, mungkin sekretarisnya hanya tahu jika istri bosnya adalah yasmin
"terima kasih!" yasmin berjalan sesuai arahannya dengan membawa kotak makan untuk sang suami
tiba dilantai dimana kantor barra berada
"maaf bu mba mau bertemu siapa?" tanya rena mencegah yasmin masuk
"suami saya!" jawab yasmin jujur karena tahu rena datang saat pernikahannya
"bu yasmin! maaf bu, saya pikir anak kulaih yang mau magang, saya hampir tak mengenalinya" ucap rena takut istri bosnya marah
yasmin tersenyum dengan lebar, entah itu pujian atau hanya ketakutan karena ia istri bosnya
"kamu bisa saja, boleh saya masuk?" tanya yasmin
"silahkan bu, bapak sedang ada tamu. tapi pesan bapak jika ibu sampai langsung masuk saja" rena mengantarkan yasmin
"selamat siang" sapa yasmin dengan sopan masuk ke ruangan suaminya
"sebentar sayang, tunggu dulu disana
tunjuk barra pada kursinya, barra sedang menjelaskan beberapa hal tentang pekerjaan yasmin tak mau mengganngu dan menunggu barra sesuai arahannya
__ADS_1
yasmin terus memandang barra dan merasakan kekagumannya pada sosok lelaki tampan, pintar dan kaya tentunya
"hubungi rena saat sudah menyelesaikannya, saya ada urusan keluar kantor" ucap bara pada pegawainya
"baik pak, permisi bu" ucap pegawai barra pamit
yasmin masih tersenyum
"jangan tebar pesona sayang" barra melepasakan kacamatanya dan menghampiri yasmin
"siapa juga yang tebar pesona, mau makan sekarang atau nanti?"
"mas lapar, sekarang saja setelah itu kita pergi ke rumah sakit" ucap barra menutup beberapa dokumennya
"enak?" yasmin menyuapi barra dengan hasil masakannya dengan tatapan penuh cinta
"tiada tandingannya, semua yang ada padamu memang selalu bikin enak" jawab barra
"apaan sih? ngga jelas deh" yasmin mengerucutkan bibibrnya
keduanya makan dengan lahap dan pergi menjenguk anak dan istri tama
****
"selamat ya tam, ines" ucap barra menyalami kedua pasangan yang baru saja dikaruiniai anak
"terima kasih bar, yasmin sudah repot-repot datang, padahal nanti saja kan bisa setelah pulang" ucap tama
"benar juga! ayo sayang" canda barra
"mas!" tegur yasmin
"ngga apa-apa yasmin, sudah biasa mereka seperrti itu" ucap ines yang tak heran lagi dengan candaan suami dan temannya itu
yasmin tersenyum melihat sang bayi yang saat ini sedang dalam gendongan tama
__ADS_1
"cantik sekali anaknya, persis seperti ibunya" ucap yasmin melihat anak tama dan ingin menggendongnya
"boleh gendong?" tanya yasmin
"boleh, nih hati-hati buat latihan ya" ucap tama melirik barra tentu saja dihadiahi tinjuan
"kita santai saja, punya maura juga sudah cukup repot kalau dikasih cepat ya syukuri aja, iya kan sayang" jawab barra tak mau yasmin terbebani meski hanya sebuah candaan
"iya mas, aku udah janji jemput maura hari ini, sekarang sudah hampir waktunya pulang kan?" yasmin mengingat janjinya pada maura
yang setiap saat merengek ingin di jemput
"kalau begitu kami pamit dulu ya, nanti kalau sudah pulang aku sering main kerumah bolehkan?" ucap yasmin berpamitan
barra pun ikut berpamitan dan meninggalkan tama bersama anak dan istrinya
dengan cepat yasmin meinta agar barra melajukan mobilnya biar segera sampai ke sekolah maura
sekitar tiga puluh menit mobil keduanya tiba, yasmin meminta agar barra tetap di mobil saja dan usah turun agar cepat
"maura sayang" yasmin melambaikan tangannya pada anak yang menekuk wajahnya karena takut yasmin ingkar janji padanya
"mama! mama aku datang" pamer yasmin pada beberapa temannya yang juga belum dijemput oleh orang tuanya
"iya sayang, jangn lari-lari nanti jatuh" ucap yasmin
maura menggandeng tangan yasmin dan mencari dimana mobilnya berada "papa mana ma?" tanya maura
"ada diseberang sayang, takut macet jadi mama saja yang turun. ayo hati-hati sayang" yasmin melihat kanan dan kiri jalan setelah aman dia menggandeng maura menyebrangi jalan dan masuk ke mobil
"papa! kalian melupakanku" maura mengambek
"sayang di rumah belum ada mba dan juga supir, mama tak bisa antar jemput maura dan juga papa juga harus putar arah jika antar jemput maura dulu,
mulai besok mama bisa antar jemput maura, karena nanti malam pak supir dan mba dateng. jadi maura bisa tinggal bersama mama dan papa oke" barra memberikan penjelasan pada maura yang sudah dipisahkannya dari mama barunya beberapa hari
"hemmm oke, janji ya ma, pa" maura menautkan jari kelingkingnya
__ADS_1
"oke" jawab yasmin