
"sayang bangun, sudah siang ini" ucap barra dengan penuh semangat selesai berolah raga
'jam berapa mas?" tanya yasmin
yasmin menggeliat membuat pemandangan yang sangat mengga*rahkan bagi suaminya
"mau bangun atau mau mas ti*durin lagi?" barra seakan tak pernah bosan
staminanya yang bagus dan tentu saja sang istri yang secara sengaja atau tidak salalu menggodanya imannya
"emmmm, capek mas! semalem aja sampe subuh badanku rasanya hancur lebur tak bertulang" ucap yasmin masih enggan membuka matanya
"jangankan sampe subuh, sampe besok juga sanggup kalau kamu masih seperti ini" ancam barra
yasmin memaksakan membuka matanya dan menutup seluruh badannya dengan selimut
hanya meninggalkan wajahnya saja
"mas keluar dulu aku mau mandi" usir yasmin
jika tak terkena air maka akan sangat sulit untuk membuka matanya
"ohh mau mandi?" barra mengangkat tubuh yasmin polos tanpa selimut menutupinya
"mas, mas turunin mas" teriak yasmin merasa malu
"ngga usah malu, udah hampir tiap hari lihat" ucap barra yang ikut masuk ke kamar mandi
"mas, mau ngapain?" tanya yasmin yang akhirnya pasrah mandinya menjaadi semakin lama
sekitar setegah jam saja keduanya menylesaikan mandi bersama dan tentu saja dengan kegiatan plus-plusnya
"maura di rumah tama, mas mau pergi sama tama keluar kota mungkin pulang malam, besok pagi kita berangkat kerumah ibu sesuai janji kita pada maura" ucap barra sambil bersiap
"aku ikut kerumah tama ya mas, mau lihat anak bayinya juga" ucap yasmin
__ADS_1
"kalau kamu mau punya bayi kita bisa buat lebih rajin lagi' bisik barra di telinga yasmin
membuat yasmin merinding geli
"mesum" kesal yasmin
"hahahahaha, sama istri sendiri ngga maslah kan, ayo sekalian mas antar kerumah tama"ajak barra mengenggam tangan yasmin dan mengecupnya
"jalan saja mas, deket ini kan?" ucap yasmin karena barra membuka pintu mobil
"oke!" barra menutup kembali pintu mobil dan berjalan bergandengan tangan bak abg yang sedang menikmati indahnya berdua
"mama!" maura berteriak menghapiri mamanya saat tiba di rumah tama
"sssssttt jangan kenceng-kenceng, nanti dedeknya bangun!" ucap yasmin memberi isyarat menutup mulutnya dengan jari pada maura
"engga kok, tuh senang dedenya ada kak maura!" ucap ines istri tama
"wahh lucu banget sih dek, gumusssshhh deh!" yasmin mendekati anak tama
"bawa aja kalau mau, nitip gitu seminggu!" ucap tama
"kenapa jadi berantem sih, aku sih mau aja dititipin.. Emang kalian mau kemana?" tanya yasmin
"mau buka puasa susah banget ngga mau tidur tiap.malem!" ucap tama
"puasa? Bukannya ada pengasuh masak makan bentar aja sampe ngga bisa sih!" ucap yasmin polos
"udah ngga usah diteruskan, emang dasar mesum" ines mengucapkan kata tanpa suara karena ada maura
"maksudnya! Ohhh jadi upss!"
Yasmin tahu yang di maksud tama. beberapa bulan puasa saat istrinya hamil tua dan melahirkan
"kalian!! Awas aja ya meracuni anakku!" kesal yasmin
"tam, ayo berangkat! nanti ketinggalan pesawat!" ajak barra
__ADS_1
"ayah cari nafkah dulu ya nak, saat pulang nanti kamu tidur yang nyenyak oke!" ucap tama berpamitan pada anak bayinya dan tak lupa mengecup kening ines
"papa ngga lama kan pa?" tanya maura
"engga sayang, papa nanti malam pulang, biar besok kita bisa kerumah nenek!
Papa pergi dulu, jangan nakal ya!
Sayang, mas pergi dulu!" barra agak canggung berpamitan pada yasmin di depan tama dan ines
Yang mengenalnya sebagai lelaki anti romantis sebelumnya
"eheemmm! Jangan lama-lama!" ledek tama
"gangu aja!" sebelum benar-benar pergi barra mencuri ciuman di bibir yasmin yang membuatnya terkejut
barra dan tama terburu-buru berangkat keluar kota untuk urusan bisnis yang tak bisa diwakilkan
"barra sangat berubah ya, dulu aja boro-boro cium istrinya didepan umum panggil istrinya aja ngga pernah bilang sayang!" ucap ines mengingat bagaimana dulu ia mengenal barra saat ines masih pacaran dengan tama
"ahh masa? Setahu ku pertama kenal papanya maura emang udah clamitan!" ucap yasmin merasa berbunga pastinya
"ngga percaya, tanya aja semua karyawannya. Serem banget orangnya susah ditebak!
Maura mau makan buah?" tanya ines menawarkan anggur yang nampak segar dimata Yasmin
"aku boleh minta anggurnya, kayaknya seger banget! Maura mau juga nak!" ucap yasmin
"jangan-jangan nih! Anak aku mau punya temen main" ledek ines
"sstttt jangan kenceng-kenceng tuh maura bisa guling-guling karena pingin adik!" bisik yasmin
Ines tersenyum ia paham gimana maura sejak kecil yang permintaannya selalu dituruti
"makasih ya udah mau jadi temanku!" ucap yasmin yang memang tak memiliki teman dekat selama ini
"santai aja, harusnya aku yang makasih dikasih tempat tinggal senyaman yang punya boss!" canda ines
__ADS_1
Maura tak mau diajak pulang karena masih senang melihat anak dari tama
dan menunggu barra dan tama pulang dari luar kota