Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
Bidadari untuk maura


__ADS_3

"sayang, ada yang mau mas sampaikan. sini duduk" barra memanggil yasmin


yang baru masuk ke kamar membawakan secangkir kopi untuk suaminya


yasmin meletakan kopi dan mneghamipri barra


"hemmm, lain kali jangan bikin khawatir dong mas, kamu mau bikin aku jantungan apa!" yasmin yang membuka pembicaraan lebih dulu


"iya sayang, maafin mas ya?


mas sibuk banget nyelesain kerjaan, jadi istri cantik mas khawatir nih?!!" jawab barra sambil tanggannya merangkul pundak yasmin agar mendekat padanya


"ya khawatir lah, emang mas maunya aku ngga peduli gitu?" yasmin masih cemberut


"ya engga dong sayang, heemmm gemes banget sih"


cup,cup,cup


"udah dimaafin belum nih?


mas mau bilang serius ini sayang" ucap barra


"dikit!" jawab yasmin sambil terseyum manis mendapatkan kecupan berkali-kali oleh suaminya


"mau ngomong apa sih mas? kayak serius banget gini aku jadi takut" tanya yasmin


"dengerin ya sayang, sampai mas selesai jangan dipotong dulu oke!" barra menggenggam tangan yasmin


"sayang, mama maura ingin bertemu dan bersama muara untuk beberapa saat.


karena mama maura sedang sakit parah dan .......menurut dokter umurnya sudah tidak lama lagi" ucap barra berat


"lalu?" tanya yasmin dengan ekspresi biasa saja


"kamu ngga marah sayang?" tanya barra


"kenapa harus marah mas, mau bagaimana pun bu oliv kan ibu kandung maura mas! kenapa aku harus marah. kita bisa bersama membesarkan maura bukan?" ucap yasmin tanpa ragu


"mas ngga pernah salah memilihmu sebagai ibu maura, mas ngga nyangka kamu se bijak ini" barra memeluk istrinya


bahkan barra ngga semudah itu merelakan maura bersama ibunya


"ada lagi yang mau disampaikan mas? itu bukan masalah yang paling penting maura bahagia.tapiiiii

__ADS_1


hanya maura aja yang boleh dekat-dekat dengan bu oliv, awas aja kalau mas cari-cari kesempatan!" ancam yasmin


barra menyentil kening yasmin " jangan aneh-aneh mikirnya! mana bisa mas berpaling darimu, bidadari yang tuhan kirimkan buat mas dan muara" jawab barra lalu memeluk yasmin


keduanya saling berpelukan tanpa kata, entah apa yang ada dipikiran masing-masing


"kopimu dingin mas" ucap yasmin mengingatkan


"ooh iya, mas minum kopi dulu. susunya nyusul" ucap barra


yasmin memukul barra sekuat tenaga


barra menghindar  dan menarik tangan yasmin hingga kedunya terjatuh dilantai saling menatap satu sama lain


seolah ada magnet yang membuatnya menyatukan kedua tubuh yang saling menghangatkan


"mama! papa!" suara panggilan dari maura dari luar


yasmin yang berada dibawah kungkungan barra " biarin aja!!" ucap barra


"mas!!" yasmin mendorong dada barra yang masih tetap bertahan


"oke!" barra menyingkir dari pada jatahnya malam ini dibatalkan


"jangan lama-lama ya ma" ucap barra mengulurkan tangannya agar yasmin terbangun


"sayang ada apa?" tanya yasmin menggendong maura  dan mengusap punggungnya


"kenapa mba?" tanya barra pada pengasuh maura


"dibawah ada yang mengaku mamanya maura pak" jawab mba mia


"tunggu disini!" ucap barra menahan amarahnya


barra akan memberikan kesempatan pada oliv tapi oliv malah membuatnya marah


"mas, aku ikut!" yasmin tahu suaminya sedang tak baik-baik saja


"maura mau ikut mama dan papa, atau disini saja sayang?" tanya yasmin


"sama mama" jawab maura


yasmin menggandeng tangan suaminya dan turun bersama dengan menggendong maura yang tak mau lepas dari yasmin

__ADS_1


"ada keperluan apa?" tanya barra yang masih menahan amarahnya karena ada muara disampingnya


oliv yang melihat maura begitu erat memeluk mama sambungnya, membuat oliv merasa iri


"saya hanya ingin meminta maaf dan bertemu dengan mama baru maura, maaf mengganggu kalian" ucap oliv dengan lembut


"silahkan duduk dulu bu,


sayang udah salaman sama mama oliv?" tanya yasmin pada maura yang tak mau melihat oliv


"mas!" yasmin  memberikan kode agar barra iikut duduk dan tak membuat maura makin takut


"bik tolong buatkan minum buat mama oliv" ucap yasmin menyebut mama kandung maura


"baik  bu"


"apa kabar bu," sapa yasmin ramah


 sambil memangku maura yang masih nunduk enggan melihat oliv


"baik!" oliv tak banyak bicara hanya menatap maura yang tak mau melihatnya. dan tangan barra yang tak lepas menggengam tangan yasmin


"maura, boleh mama peluk kamu nak?" ucap oliv memberanikan dirinya


"sayang, anak mama yang pinter. mama oliv juga sayang sama maura. ayo sapa mama oliv" bisik yasmin ditelingan maura


maura mulai mau melihat oliv meski dengan masih ketakutan, teringat terakhir kali bertemu dan dimarahi oleh oliv


"ayo sayang" yasmin menurunkan maura dan meyakinkan agar mau mendekat


barra hanya terdiam saja melihat situasi


"mama!" maura menyalami tangan oliv


oliv memeluk maura erat


yasmin tersenyum dan menatap suaminya agar mengendorkan otot-otot yang sudah mengencang sejak tadi


maura kembali kepada yasmin setelah oliv melepaskan pelukannya


"sebaiknya besok kembali lagi,  ini sudah malam" ucap barra


"iya, terima kasih sudha mengizinkan saya datang" ucap oliv dan berpamitan

__ADS_1


yasmin mengantarkan oliv dan menggendong muara,


"jangan sungkan bu, kalau maura libur dan mau silahkan datang saja" ucap yasmin


__ADS_2