Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
Calon Ibu


__ADS_3


"maura" panggil barra berlari memeluk anaknya


yasmin yang belum terbiasa masih ikut menengok


"pak!" sapa yasmin malu


"ehemm, ya" barra berdeham menghilangkan  amarah dan terpesonanya pada gadis cantik dihadapannya


"sayang, ayo lihat coklat terbaru papa" ajak barra meninggalkan yasmin sendirian dan masih terdiam


"maura emm yasmin, acaranya sudah dimulai ayo gabung" ajak barra


yasmin mengangguk dan mengekori dibelakang ayah dan anak berjalan bergandengan tangan


acara dimulai.


barra memberi sambutan pada para undangan dan juga wisatawan yang datang karena memang acaranya juga dibuka untuk umum


beberapa pegawai yang sudah disiapkan untuk membagikan produk coklat terbaru yang bukan hanya untuk anak-anak saja atau kaum remaja melainkan segala usia.


"yasmin, ayo kesini" panggil tama yang tadi sudah diberitahu jika panggilannya diubah agar tak sama dengan anak bosnya


"baik pak" yasmin membaca naskah yang telah disiapkan dan menjelaskan tentang produk terbaru serta cara mengkonsumsinya.


karena berbagai macam produk bisa untuk minuman ataupun sebagai cemilan saja


"pa, kak yasmin cantik ya pa" puji maura


gadis kecil itu masih sedih tak punya mama tapi maura senang bertemu dengan yasmin


"anak kecil tahu selera papa nya ya?" ejek tama dari belakang


"om maura udah besar om!" kesal maura


"kalau sudah besar papa carikan calon ibu buatmu, kan sudah saatnya punya adik" jawab tama memicu keributan


tatapan tajam barra menusuk pada tama


suara gemuruh tepuk tangan memenuhi setelah yasmin selesai dengan pengenalan produknya


banyak yang minta foto pada yasmin dengan memegang coklat yang sama manisnya dengan rasa coklat


"pa, maura ngga mau ketemu mama lagi. maura sudah punya teman kak yasmin. jadi papa jangan sedih ya pa" ucap maura seolah anak dewasa menenangkan papanya


"maafkan papa yang gagal ya sayang, papa janji akan menyayangi maura walaupun tanpa mama" janji tulus barra


maura tersenyum dan memeluk barra.


sesi pemotretan tiba


barra dan para pegawai lainya berfoto sebagai tanda selesainya acara dan tak lupa

__ADS_1


"papa, foto sama kak yasmin pa! ayo pa" rengek maura pada papanya


"yasmin, ehemmm maura mau foto.. mau kita berdua difoto" ucap barra canggung


"iya pak" yasmin menurut


acaranya selesai dan semua kembali ke kamar masing-masing. tapi kali inni  yasmin masuk ke kamar temannya karena kesepian


"maura, eh yasmin kok bisa akrab banget sama anak bos sih?" yang lain pada penasaran


"jadi kasih tahu ngga yaaaa!" goda yasmin "hahaha jadi dulu anak bos itu ikut ke desaaku, ternyata perkebunan bapakku salah satu yang hasil panennya dibeli pak barra. udah gitu doang"


ucap yasmin santai


"nama kalian juga bisa sama, jangan-jangan jodoh nihh" ledek pagawai lainya


"ngarep banget!! ngimpi kali loe" ucap eca dengan wajah judes dan galaknya lalu keluar kamar karena merasa kesal


"tuh kan! kalian sih" yasmin merasa tak enak hati


"biarin aja, emang dia siapanya bos"


hahahahaha


hahahahha


semuanya tertawa setelah lelah seharian belajar menjadi marketing coklat


saat membuka pintu


"kakak dari mana aja, kak tolongin papa tidur sambil teriak-teriak kak" maura menarik tangan yasmin dan membawanya ke kamar barra


"kakak panggil pak tama aja ya, kakak ngga boleh masuk" yasmin tak mau orang salah paham lagi


"tapi kasihan papa kak, om tama ngga ada tadi udah maura telfon" ucap maura ketakutan


"ya sudah ayo" yasmin memberanikan diri


"pergi!!!


jangan ganggu saya lagi....


pergi!!!"


teriak barra entah mimpi apa yang dialaminya saat ini


"pak, pak barra bangun pak" yasmin mendekati barra dan menggoyangkan kakinya


"pak, bangun pak. bapak tidur apa koma sih susah banget bangunnya" ucap yasmin


"kak gimana kak" maura ketakutan


"kita panggil sekurity saja maura" ajak yamsin

__ADS_1


"olif kamu jahat olif" teriak barra lagi


yasmin mendekat perlahan dan


bruk


"aaaaaaaaaaaa" yasmin terjatuh tubuh barra


maura malah tertawa kegirangan melihat yasmin dipeluk papanya


"paaakkkkkkkkk,,,,,lepasin pak......" teriak yasmin membuat barra akhirnya terbangun


"astaga, kamu ngapain dikamar saya" barra terkejut


"bapak bikin maura menangis ketakutan, makanya kalau mau tidur baca do'a biar ngga ngigau kaya orang kesurupan" kesal yasmin dan meninggalkan kamar barra tak menghiraukan  maura yang kesenangan sendiri


"maura, kamu ngapain bawa kak yasmin kesini, hemm?" tanya barra


ini pasti ulah anaknya


"papa teriak-teriak pa, maura takut" jawab maura


"maaf sayang papa lelah, kita tidur ya besok pagi-pagi kita pulang" ajak barra yang memang sangat lelah dengan masalahnya


kapan hidupnya akan bahagia dan normal seperti orang lain


********


setelah sarapan semua pegawai dan juga barra menuju bandara dan pulang kerumah masing-masing karena hari ini libur.


"oma!" panggil anak kecil yang kembali ceria setelah pulang dari acara kantor papanya


"cucu oma, sudah pulang! oma rindu sekali" bu sarah menciumi cucunya


"selamat ulang tahun ya sayang, mau kado apa dari oma dan opa?" tanya pak dirman yang juga ikut menyambut cucunya


"mau ibu" jawab maura membuat barra menghentikan langkahnya


"ibu apa? ibu lumba-lumba apa ibu panda? jangan aneh-aneh nanti malam kita rayakan di panti asuhan papa sudah siapkan semuanya, papa mau istirahat dulu" ucap barra tak menghiraukan permintaan anaknya


"papa macam apa dia itu, ayo sayang makan siang dulu baru istirahat oke" ajak bu sarah


"oma, maura bertemu mama. papa udah nepatin janjinya.


tapi maura ngga papa kalau papa sama mama ngga sama-sama lagi" ucap maura melaporkan pada omanya


"anak pinter, maura jangan sedih ya banyak anak yang ngga punya orang tua, tapi maura masih punya opa, oma, om brian juga papa yang ganteng" ucap bu sarah


"iya oma, panti asuhan itu apa oma?" tanya maura lagi


"itu tempat anak-anak istimewa, nanti maura akan bertemu sendiri dengan mereka. ayo  makan dulu"


maura menurut dan melahap habis tak tersisa dipiring

__ADS_1


__ADS_2