
"mas bangun! Gelap sekali !" ucap yasmin
Membuka mata dan melihat sekelilingnya
"emmm, kenapa sayang!" barra mencari-cari ponselnya dan menyalakan lampu kamar diatas nakas
"jam berapa mas?" yasmin bertanya pada barra yang melihat ponselnya
"jam dua malam sayang, mas nyalakan dulu lampu dibawah ya. Tunggu sini!" barra turun dari ranjang dan ke lantai bawah menyalakan beberpa lampu dan memeriksa keadaan luar
Perutnya terasa keroncongan
Sekitar jam lima sore keduanya tertidur dan belum.makan apapun sejak siang tadi
Barra kembali ke kamar
"kamu laper ngga sayang?" tanya barra pada yasmin yang juga mengecek ponselnya
Ada beberapa pesan masuk dari teman yang mengucapkan selamat pernikahan dan juga rekan kerja yang tak sempat hadir
"sedikit!" ucap yasmin
"kita kebawah cari apa yang bisa dimakan. Mas lupa membeli makanan tadi
Jam segini kalau pesan online sudah tak banyak pilihan!" barra merangkul pundak yasmin dan mengajaknya ke dapur
"ini ada lauk juga nasi mas!" ucap yasmin membuka kulkas dan melihat dua kotak makanan
"sepertinya tama tahu kita akan kelaparan tengah malam!" ucap barra
"aku panasin dulu mas, makanannya!" yasmin mengambil dua kotak tersebut dan memasukannya pada mesin pemanas makanan
Keduanya duduk menunggu beberapa saat
"besok kita pulang atau maura yang akan kesini mas?" yasmin mengingat maura
"maura yang kesini bersama mama dan papa, ibu sama bapak juga besok datang!" ucap barra
"makanan sudah siap!" yasmin mengambil makanan yang sudah dipanaskan dan menyiapkan satu untuk barra dan satu untuknya
selesai makan keduanya memutuskan untuk kembali kekamar karena sekarang masih tengah malam
Barra merasa gerah dan memutuskan untuk mandi
Setelahnya barra membuka lemari dan berniat mengambilkan baju ganti buat yasmin
Namun yang dilihatnya membuat pikirannya terbang jauh
Barra memutuskan untuk memberikan kaos miliknya untuk dikenakan yasmin
"sayang gantilah baju, itu pasti lengket ini ada kaos mungkin kebesaran untukmu.
__ADS_1
Besok kita belanja lagi!" barra menyerahkan bajunya pada yasmin
Ia tahu kenpa yasmin tak berganti pakaian
"iya mas, mas tidur duluan saja!" ucap yasmin pergi ke kamar mandi beeganti baju
Karena yasmin terbiasa tak mengenakan dalaman saat tidur ia melepaskan semuanya karena merasa baju yang dipakainya sangat besar dan menutupi bagian-bagian menonjolnya
Cleguk
Barra menelan slavinya sendiri melihat yasmin yang nampak seksi dibalik remangnya lampu kamar
"tahan barra tahan" gumam barra memejamkan matanya mencoba melupakan apa yang baru ia lihat
Namun tak bisa dipungkiri tiga tahun lebih lamanya barra tak menyentuh wanita
"mas, sudah tidur?" tanya yasmin mengendap-endap
yasmin membarinkan tubuhnya disamping barra yang sudah tak bersuara
"auuuu!" teriak yasmin
Tiba-tiba tangan kekar barra memeluk tubuh mungil yasmin dengan erat
"mas! Kamu belum tidur kan?" tanya yasmin lagi
"mana bisa aku tidur dengan tenang disamping wanita cantik yang sedang menggodaku!" ucap barra membuka matannya dan menatap yasmin dalam
"kamu seksi sekali malam ini sayang, bisakah mas memintanya sekarang?" tanya barra dengan menahan sesuatu yang sudah memprovokasi
"mas, aku takut! " jujur yasmin
"pelan-pelan sayang, bolehkan?" ajak barra lagi
Yasmin dengan yakin mengangguk
Barra terlihat bersemangat
Ia mulai dengan mengecup kening yasmin sangat lama.
Rasa sayangnya kini semakin dalam pada sosok yang kini menjadi istrinya
Bibirnya turun menyusuri setiap jengkal wajah yasmin dengan perlahan
Hingga kedua benda kenyal milik yasmin dan barra menyatu
Menciptakan suasana malam hening. Keduanya saling bertukar slavinya
Barra terus bermain disana membuat yasmin kewalahan menghadapi barra yang sudah sangat lincah
Sedangkan yasmin baru pertama kalinya
__ADS_1
Tak hanya bibirnya yang bekerja, tangan barra mulai aktif menyelinap dibalik kaos yang yasmin kenakan
dan benar saja dua buah gundukan kenyal didalamnya dengan ukuran yang pas menurut barra.
Diusapnya dengan lembut membuat yasmin mengeluarkan suara desa*han
Barra yang melihat yasmin sudah terlena dengan buaian tangan dan bibirnya terus melancarkan aksinya
Leher jenjang putih mulus tak luput dari hisapan bibir barra membuat yasmin makin mend*sah tak beraturan
Barra yang sudah ingin menyegerakan ritualnya namun ditahan
Ia masih memberikan pemanasan agar yasmin tak merasa kesakitan saat benda pusakanya memasuki sarang milik istrinya
Dengan suara kacau "boleh sekarang sayang?" barra memastikan yasmin merasa nyaman saat ini
Perlahan bibirnya turun menyusuri gundukan kembar dan terus kebawah hingga menemui lembah kenikm*tan
Disanalah kini lidah barra sedang bermain dengan lincahnya
Yasmin yang tak tahan terus mendapatkan serangan dari barra
"mas!" yasmin sudah terbang melayang setelah melepaskan sesuatu dari dalam.dirinya
Barra mengerti dan menghentikan sejenak sebelum kini puncaknya
Barra menusukkan pusakanya yang sudah membengkak bak disengat lebah dan pelan-pelan
Saat yasmin merasa ada sesuatu yang besar memenuhi lembah miliknya
Rasa perih dan sakit membuatnya merintih. barra tak tinggal diam bibirnya menautkan kembali pada yasmin agar fokusnya terpecah
Dan itu berhasil membuat yasmin tak lagi merintih
"sebentar saja sayang sakitnya, setelahnya kamu akan merasakan surga dunia!" bisik barra
Yasmin pasrah dan membiarkan barra melakukan yang diinginkannya
Benar saja tak lama setelahnya rasa perih dan berganti dengan ken*kmatan
Rintihan berganti dengan desa*han
Keduanya bergulata dengan semangat hingga pagi hari menjelang.
Yasmin terkulai lemas dan barra tersenyum bahagia
barra mengendong yasmin ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Dan membuang sprei yang telah mendapat noda merah tanda kesucian yasmin
Keduanya tidur dengan pakaian seadanya
__ADS_1