
"sepertinya malam ini kita belum bisa pulang tam,
saya mau selesaikan semuanya sekarang!"barra sedang sibuk dengan laptopnya dan bertumpuk dokumen dihadapaannya
"baik bar, saya coba minta bantuan staf ahli disini. Dan mau ngabarin ines dulu!" tama menghubungi istrinya karena diluar dugaan pekerjaanya dan barra belum dapat diselesaikan hari ini juga
Barra juga segera menyambar ponselnya yang sedang di isi daya
*sayang!* ucap barra pertama kali saat istrinya mengangkat panggilan telfonnya
*iya mas, pulang jam berapa?* tanya yasmin tak sabar
* kayaknya ngga bisa pulang malam ini sayang, maaf ya kerjaanya belum ke handle semua* jawab barra merasa bersalah
*ngga apa-apa mas, selesaikan dengan baik lalu segera pulang!* balas yasmin yang tak mau suaminya terbebani
Padahal dalam hatinya sangat rindu
*iya sayang, mas segera selesaikan dan pulang. Jaga diri baik-baik dan maura, i love you yasmin!* ucap barra
*eheemmm! Love you to barra mahardika!* yasmin segera memutuskan sambungan ponselnya
Ia malu sendiri dengan tingkahnya.
Ini kali pertamanya ditinggalkan barra pergi jauh keluar kota dan sepertinya keduanya tidak akan melewatkan malam bersama
"barra!! Bar!!" panggil tama yang sudah selesai dengan kegiatanya dan menghampiri barra
"keseambet loe ya?" tanya tama melihat barra senyum-senyum sendiri tanpa sebab
__ADS_1
"sirik aja! Udah ngabarin inesnya?" tanya barra
"hemmm, kangen banget sebenarnya! Kita makan dulu boleh gimana bar?" saran tama
"boleh juga! Cepat pesankan saya mau yang hangat! Dan berkuah" ucap barra matanya focus memandangi foto pernikahannya dengan yasmin
"kenapa rasanya beda banget ya?" ucap barra tiba-tiba
"apanya?" tama yang sedang memesan makanan secara online menjadi tak fokus
"apanya yang beda boss? Makanannya? Kan belum dateng!" ucap tama tak dipedulikan oleh barra
"dasar boss agak-agak!" umpat tama
tama melihat barra terus memandangi foto yasmin dan paham apa yang sejak tadi barra ucapkan
Tama pun ikut senang karena sahabatnya menemukan kembali kebahagiannya
"ada staf yang bisa bantu kita tam?" tanya barra sembari membuka kotak makanan
"bisa, setelah makan malam dia akan bantu kita! Saya janjikan lembur ganda karena atas permintaan bos!!" ucap tama
Barra seketika melotot "kamu mau bayar? Segala lembur ganda! Bisa-bisa yang lain pada iri nanti!" ucap barra protes
"tenang saja, karena ini pekerjaan berat dan akan menghasilkan keuntungan yang banyak juga! Jadi jangan terlalu pelit dengan anak buah, kamu pikir saya mau lembur gratisan!" tama terus nyerocos
Seolah sedang menceramahi anaknya
"atur aja! Jangan istirahat sedikit pun jika ingin ku turuti!" ucap barra tak mau melewatkan malamnya tanpa sang istri tercinta
__ADS_1
Barra terus bekerja hingga tumpukan dokumen dimejanya menipis dan menghilang dari pandangan matanya
"siapa namamu?" tanya barra pada staf yang diminta membantunya
"saya jihan pak!" ucap wanita cantik yang sejak tadi pum memandang wajah tampan milik bossnya
Sayangnya tak sebaliknya.
"iya kamu, jika pekerjaanmu saya pantau terus meingkat dalam satu tahun ini kamu bisa saya promosikan pindah ke kantor pusat!" janji barra pada karyawan yang memang memiliki dedikasi yang tinggi untuk perusahaanya
"terimakasih atas kesempatannya pak, saya janji akan bekerja lebih baik lagi!" ucap jihan dengan percaya diri yang tinggi
"sekarang pulanglah, ini sudah malam!" ucap barra memepersilahkan jihan untuk keluar dari ruangannya
waktu menunjukan pukul sebelas malam
"ada penerbangan terakhir?" tanya barra pada tama
"telat untuk yang terakhir! Tapi penerbangan ada lagi jam tiga nanti!" ucap tama memeriksa aplikasi di ponselnya
"oke pesan itu, kita bersiap dan tidur di bandara saja!" ucap barra tak lagi menghiraukan rasa lelahnya
"baiklah boss! Saya pesan tiketnya dulu!" tama juga tak mau berlama-lama
Rasa rindunya pada anak san istrinya membuatnya ingin segera pulang
"oke, mobil siap! Kita berangkat!" tama meminta supir kantor agar beristirahat
Dan memesan taksi online untuk menuju bandara yang jaraknya hanya memakan waktu tiga puluh menit saja
__ADS_1
Dan membutuhkan waktu dua jam untuk penerbangan ke kotanya