Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
bukan papaku


__ADS_3

hari ini hari dimana yasmin merasa bangga atas pencapaiannya


yasmin wisuda dan menyelesaikan skripsinya dengan baik, kedua orang tua yasmin yaitu pak wisnu dan bu ratih datang untuk mendampingi anaknya menajalani prosesi wisuda


"selamat ya nak, bapak bangga padamu. semoga setelah ini kamu dapatkan pekerjaan yang kamu impikan nak" ucap pak wisnu yang terharu meski bukan ayah kandung yasmin tapi pak wisnu sangat menyayanginya.


setelah kecelakaan menimpa anak dan istrinya pak wisnu divonis tidak dapat memiliki keturunan, sehingga ia bertekad untuk membesarkan yasmin dan membuatnya menjadi seorang ayah yang berhasil


"terima kasih ya pak, bu. yasmin bisa seperti ini berkat kalian juga" ketiganya berpelukan


"ayo kita berfoto dulu" ajak yasmin


rasa haru, lega dan bahagia yasmin rasakan. usianya yang tak lagi muda pasti sulit untuknya mencari pekerjaan impian


tapi yasmin tak pernah menyerah


Beberapa kali pihak kampus menghubungi yasmin yang mendapatkan tawaran untuk bekerja kembali ke tempat magangnya dulu,


namun yasmin tak mau karena ia merasa semua tawaran itu bukan murni karena prestasinya, pasti ada sangkut pautnya dengan maura atau ayahnya


selesai acara wisuda yasmin ikut pulang bersama dengan orang tuanya, ia memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjuangan info loker


"maura" suara asing memanggil namanya

__ADS_1


bahkan hampir semua orang sekarang memanggilnya yasmin bukan maura lagi


"maaf om panggil siapa?" yasmin merasa kenal dengan seseorang pria paruh baya mengenakan jas rapih dan juga bermerk


"maura ini papa nak"


"papa? maaf om saya punyanya bapak. ayo pak, bu kita pulang" ajak yasmin


"nak, jangan membohongi dirimu. dia tetap ayahmu" ucap pak wisnu menahan dan menasehati yasmin


bu ratih pun dengan besar hati tak menyimpan dendam pada mantan suaminya, sekarang hidupnya bahagia bersama pak wisnu


dan mengikhlaskan yang sudah berlalu


"maafkan saya pa, tapi mungkin lebih baik kita tidak usah bertemu. saya yakin papa juga sudah bahagia dan juga....."


"cukup nak" pak hermanto ayah dari yaasmin memeluk anaknya dan membuat yasmin terdiam


"jika saat ini kamu belum bisa memaafkan papa, papa akan tunggu sampai kapan pun. maafkan papa nak. sekarang pulanglah..ini kartu nama dan alamat papa, cari papa saat kau butuh seseuatu dan bantuan papa"


pak hermanto menaruh kartu nama pada yasmin dan pergi meninggalkan anaknya


yang sedang terdiam entah apa yang akan dia lakukan

__ADS_1


bertahun-tahun ia pendam rasa rindunya, meski pak wisnu sangat menyayanginya namun yasmin juga masih menyayangi papanya


yasmin meneteskan air matanya dan segera menghapusnya,


yasmin meredakan emosinya dan menghampiri orang tuanya yang sudah menunggu di mobil


"maaf lama" ucap yasmin


masuk ke dalam mobil


"tak apa sayang, jangan menyimpan dendam dalam hati itu tak baik" nasehat pak wisnu


"ngomong-ngomong kapan nih calon mantu datang kerumah?" ledek bu ratih


"ibu!!! baru juga lulus bu" kesal yasmin


"ibu kan becanda sayang, tapi kalau beneran juga ngga apa-apa kan ya pak? udah umur loh kamu nak" ucap bu ratih lagi


"doakan saja bu, dapet yang terbaik buat yasmin" ucap yasmin yang masih memikirkan papanya


 yasmin membuka tasnya dan melihat kartu nama yang  diberikan oleh papanya


ia simpan nomor diponselnya dan memasukan kembali kartu namanya ke dalam tas

__ADS_1


sebagai anak muda zaman now, yasmin membagikan fotonya di story sosmednya dan mendapat banyak pujian atas kelulusannya dan juga paras cantiknya saat mengenakan toga


__ADS_2