
"sayang! Maura ini papa nak,
Maafin papa ya sayang!" barra menggenggam tangan maura yang sedang tertidur lemah di klinik
Barra secepat kilat mengendarai mobilnya dan tiba di klinik dimana anaknya di rawat
"pa, mama mana pa?" suara maura seolah mengigau menyebut mamanya
Ia sangat merindukan sang mama yang sudah hampir ia lupakan wajahnya
"maura, maura harus sembuh dulu jika ingin bertemu mama.
Papa janji akan cari mama untuk maura!" barra ikut merasakan kesakitan yang anaknya rasakan
Air matanya pun tak terasa jatuh
"maura harus janji sama papa, dan papa akan tepati janji papa! Oke sayang
Sekarang maura makan dulu dan minum obat ya?
Mau cepat ketemu mama kan?" barra memikirkan bagaimana caranya agar dapat mencari mamanya maura
Sejak perceraian keduanya tak pernah lagi bertemu atau berkomunikasi
"papa janji ya!
Maura akan segera sembuh dan bertemu mama" ucap maura dan menuruti barra untuk makan dan minum obat
"selamat sore pak, saya periksa anak bapak dulu sebentar!" ucap dokter yang datang
Karena jadwal maura untuk diperiksa
"silahkan dokter!" barra bangun dari tempat tidurnya namun tangan maura tak mau melepaskan tangan barra
"boleh saya disini dokter? Anak saya tidak mau ditinggal?" barra meminta izin
Dan dokter pun memperbolehkan
"anak bapak sudah membaik, jika panasnya tak kembali naik maka besok sudah dapat pulang" dokter menyampaikan hasil pemeriksaan pada barra
__ADS_1
Mama dan adiknya diminta pulang dan bergantian menjaga maura
"terima kasih dokter!" barra membukakan pintu untuk dokter dan kembali bersama maura
"pa, kalau mama tidak mau bertemu maura gimana?" tanya maura dengan wajah murung dan pucat yang masih menempel diwajahnya
"papa yakin mama pasti mau sayang! Kita berdoa saja semoga bisa menemui mama" ucap barra menenangkan
"papa kangen mama juga?" maura membuat barra tertegun
"iya sayang!" jawab barra singkat
"lalu kenapa mama.dan papa berpisah!" lagi-lagi maura membuat barra terdiam
"sayang, nanti kalau maura sudah besar papa akan beritahu. Sekarang maura belum bisa mengerti masalah orang dewasa
Maura percaya kan sama papa?" barra tetap tenang dan selalu berusaha agar anaknya tak membenci kedua orang tuanya
Meski keduanya tak lagi bersama
Gadis kecil itu mengangguk dan mulai mengantuk mungkin efek dari obat yang diminumnya
Barra membuka ponselnya dan memberitahukan bahwa tama harus menggantikannya esok hari
Setelahnya barra memberanikan diri untuk mencari akun media sosial milik mama maura
Tak terlalu sulit dimasa sekarang mencari tahu seseorang. Jika aktif di sosmed
"ini dia!" barra menemukan sebuah foto yang baru saja di upload sekitar satu jam lalu
Barra melihat lokasinya foto mama maura dan benar saja. Itu adalah kota yang memiliki banyak pariwisata pantai di Indonesia
"bali, ini pasti dibali!" barra terus bersemangat mencari informasi
Dan meminta salah seorang informan untuk mencari tahu mantan istrinya
Sementara barra juga mengirimkan Dm dan mengharapkan balasan
'apa kabar olif?
__ADS_1
Maaf mengganggu liburanmu!
Hanya ingin meminta tolong padamu
Minggu besok adalah ulang tahun maura.
Dan saat ini ia sedang sakit karena sangat merindukan mamanya
Saya harap kamu baca pesan ini. Dan berbaik hati untuk bersedia menemui maura walau hanya sebentar!'
Begitulah barra menuliskan pesan pada mantan istrinya
Tak ada rasa malu ataupun kesal. Semua ini ia lakukan demi maura
Anaknya yang saat ini sedang terbaring lemah menginginkan bertemu mamanya
Setelahnya barra berbaring di sofa dekat ranjang maura tidur
****
"Barra bangun!"
Bu sarah datang dengan membawakan baju ganti dan sarapan untuk anaknya
"mama kok jam segini udah dateng?" barra melihat jam tangannya masih menunjukan pukul enam
"kamu kan harus ke kantor, ini gantimu dan sarapan baru kekantor. Biar mama yang gantian jaga maura!" perintah bu sarah
"barra cuti saja ma hari ini, kasian maura" ucap barra tak mau meninggalkan maura
"papa kerja aja pa, maura sama oma aja!" maura terbangun mendengar obrolan oma dan papanya
"tapi maura masih sakit!" barra tetap tak mau
"papa juga ngga bisa sembuhin maura kan?" maura tau mamanya tak akan datang
Dia tak mau membuat papanya bersusah payah mencari mamanya
"nanti papa telfon maura ya kalau sudah di kantor!" barra setuju dengan anaknya
__ADS_1
Lagi pula banyak sekali pekerjaan yang harus ia kerjakan langsung
"barra berangkat ma, sayang kamu sudah janji sama papa bukan?" barra mengusap kepala maura dan menciumnya sebelum pergi