Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
Mama


__ADS_3

"sayang! Maura ini papa nak,


Maafin papa ya sayang!" barra menggenggam tangan maura yang sedang tertidur lemah di klinik


Barra secepat kilat mengendarai mobilnya dan tiba di klinik dimana anaknya di rawat


"pa, mama mana pa?" suara maura seolah mengigau menyebut mamanya


Ia sangat merindukan sang mama yang sudah hampir ia lupakan wajahnya


"maura, maura harus sembuh dulu jika ingin bertemu mama.


Papa janji akan cari mama untuk maura!" barra ikut merasakan kesakitan yang anaknya rasakan


Air matanya pun tak terasa jatuh


"maura harus janji sama papa, dan papa akan tepati janji papa! Oke sayang


Sekarang maura makan dulu dan minum obat ya?


Mau cepat ketemu mama kan?" barra memikirkan bagaimana caranya agar dapat mencari mamanya maura


Sejak perceraian keduanya tak pernah lagi bertemu atau berkomunikasi


"papa janji ya!


Maura akan segera sembuh dan bertemu mama" ucap maura dan menuruti barra untuk makan dan minum obat


"selamat sore pak, saya periksa anak bapak dulu sebentar!" ucap dokter yang datang


Karena jadwal maura untuk diperiksa


"silahkan dokter!" barra bangun dari tempat tidurnya namun tangan maura tak mau melepaskan tangan barra


"boleh saya disini dokter? Anak saya tidak mau ditinggal?" barra meminta izin


Dan dokter pun memperbolehkan


"anak bapak sudah membaik, jika panasnya tak kembali naik maka besok sudah dapat pulang" dokter menyampaikan hasil pemeriksaan pada barra

__ADS_1


Mama dan adiknya diminta pulang dan bergantian menjaga maura


"terima kasih dokter!" barra membukakan pintu untuk dokter dan kembali bersama maura


"pa, kalau mama tidak mau bertemu maura gimana?" tanya maura dengan wajah murung dan pucat yang masih menempel diwajahnya


"papa yakin mama pasti mau sayang! Kita berdoa saja semoga bisa menemui mama" ucap barra menenangkan


"papa kangen mama juga?" maura membuat barra tertegun


"iya sayang!" jawab barra singkat


"lalu kenapa mama.dan papa berpisah!" lagi-lagi maura membuat barra terdiam


"sayang, nanti kalau maura sudah besar papa akan beritahu. Sekarang maura belum bisa mengerti masalah orang dewasa


Maura percaya kan sama papa?" barra tetap tenang dan selalu berusaha agar anaknya tak membenci kedua orang tuanya


Meski keduanya tak lagi bersama


Gadis kecil itu mengangguk dan mulai mengantuk mungkin efek dari obat yang diminumnya


Barra membuka ponselnya dan memberitahukan bahwa tama harus menggantikannya esok hari


Setelahnya barra memberanikan diri untuk mencari akun media sosial milik mama maura


Tak terlalu sulit dimasa sekarang mencari tahu seseorang. Jika aktif di sosmed


"ini dia!" barra menemukan sebuah foto yang baru saja di upload sekitar satu jam lalu


Barra melihat lokasinya foto mama maura dan benar saja. Itu adalah kota yang memiliki banyak pariwisata pantai di Indonesia


"bali, ini pasti dibali!" barra terus bersemangat mencari informasi


Dan meminta salah seorang informan untuk mencari tahu mantan istrinya


Sementara barra juga mengirimkan Dm dan mengharapkan balasan


'apa kabar olif?

__ADS_1


Maaf mengganggu liburanmu!


Hanya ingin meminta tolong padamu


Minggu besok adalah ulang tahun maura.


Dan saat ini ia sedang sakit karena sangat merindukan mamanya


Saya harap kamu baca pesan ini. Dan berbaik hati untuk bersedia menemui maura walau hanya sebentar!'


Begitulah barra menuliskan pesan pada mantan istrinya


Tak ada rasa malu ataupun kesal. Semua ini ia lakukan demi maura


Anaknya yang saat ini sedang terbaring lemah menginginkan bertemu mamanya


Setelahnya barra berbaring di sofa dekat ranjang maura tidur


****


"Barra bangun!"


Bu sarah datang dengan membawakan baju ganti dan sarapan untuk anaknya


"mama kok jam segini udah dateng?" barra melihat jam tangannya masih menunjukan pukul enam


"kamu kan harus ke kantor, ini gantimu dan sarapan baru kekantor. Biar mama yang gantian jaga maura!" perintah bu sarah


"barra cuti saja ma hari ini, kasian maura" ucap barra tak mau meninggalkan maura


"papa kerja aja pa, maura sama oma aja!" maura terbangun mendengar obrolan oma dan papanya


"tapi maura masih sakit!" barra tetap tak mau


"papa juga ngga bisa sembuhin maura kan?" maura tau mamanya tak akan datang


Dia tak mau membuat papanya bersusah payah mencari mamanya


"nanti papa telfon maura ya kalau sudah di kantor!" barra setuju dengan anaknya

__ADS_1


Lagi pula banyak sekali pekerjaan yang harus ia kerjakan langsung


"barra berangkat ma, sayang kamu sudah janji sama papa bukan?" barra mengusap kepala maura dan menciumnya sebelum pergi


__ADS_2