Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
masih malu-malu


__ADS_3

"yasmin sayang! bangun yuk!" barra telah terlihat segar bangun pagi ia sempatkan berolah raga sejenak dan kemudian mandi


Sang istri masih dengan tubuh lelahnya terkulai di ranjang


"emmm, udah pagi ya mas?" tanya yasmin yang menutup seluruh badannya dan memperlihatkan kepalanya saja dibalik selimut


"iya sudah pagi, ayo bangun yang lain sudah menunggu dibawah!" ucap barra


"siapa mas?, kenapa baru bangunin aku. Yasmin bergegas bagun dan merasakan sesuatu yang tak nyaman dibagian bawah miliknya


"auuu!" teriak yasmin merasakan kesulitan berjalan


"kenapa sayang! Ohhh!" barra paham apa yang dialami yasmin


Tanpa disuruh barra menggendong istrinya membawanya ke kamar mandi


Yasmin hanya terdiam karena memang sulit baginya berjalan


Setelah apa yang dilakukan suaminya dengan sangat ganas semalaman


"mandilah dengan air hangat, mas siapkan baju untukmu dulu, jika masih sakit panggil mas lagi oke!" barra mengecup kening yasmin sebelum menutup pintu kamar mandi


Yasmin tak lagi dapat berkata-kata. memang tak salah ia memilih lelaki dewasa yang sangat mengerti wanita


Tanpa harus dikode in


Kayak siapa ya??


Beberapa menit yasmin selesai mandi dan sudah tak merasakan sakit seperti sebelumnya. Hanya masih kurang nyaman untuk berjalan


"sudah selesai sayang! Ini bajumu masih baru jadi mas belum begitu paham ukuranmu!" barra menyerahkan beberapa paper bag


"banyak sekali mas, kan aku bisa ambil diapartemen" ucap yasmin tak enak menerima terlalu banyak dari barra


"hanya beberapa saja, sebaiknya beli saja yang baru karena setelah menikah biasanya wanita akan berubah ukurannya!" ucap barra dengan santainya


"jadi maksud mas aku akan bertambah gemuk gitu!" kesal yasmin


Wanita mana yang tak kesal jika urusan body


"bukan itu maksudnya, ahh sudahlah maaf kalau mas salah bicara. Tapi seperti apapun bentuk. Badanmu tetap mas menyukainya!" rayu barra


"sudah sana mas keluar dulu aku mau ganti baju!" usir yasmin


Yang masih merasa malu


"semalam juga udah liat semua, apa yang mau ditutupi!" sahut barra lagi


"massss,,,!" kali ini yasmin protes suaminya terlalu vulgar sementara yasmin sejak tadi sudah menahan malunya menghadapi barra


"iya sayang, jangan lama-lama maura sudah nungguin, I love you!" barra mengedipkan sebelah matanya sebelum meninggalkan yasmin


"astaga, jantungku hampir saja lompat!" gumam yasmin menyentuh dadanya

__ADS_1


Tak disangka yasmin menikahi pria mesum, ya tentu saja sudah berpengalaman bukan?


Yasmin mempercepat ganti baju dan merias wajahnya tipis


Lalu turun menemui keluarganya


"mama, mama lama sekali bangunnya!" ucap maura yang langsung menempel pada mama barunya


"ia sayang, maaf ya tadi mama habis subuh ketiduran lagi" ucap yasmin. Yang memang dia baru tidur setelah subuh. "Maura kangen mama?"


"iya kangen!" maura duduk dipangkuan yasmin dengan manja


"mama, papa maaf yasmin baru turun!" yasmin merasa tak enak pada mertuanya yang sudah datang


"tak apa nak, mama juga pernah muda!" ucap bu sarah


"ibu sama bapak mana ma?" tanya yasmin lagi


"pak wisnu sedang mengobrol dengan suamimu, bu ratih sedang menyiapkan makan siang kita. Tadi katanya masak banyak.


Maura sejak tadi ngga mau ditinggal!" jawab bu sarah


"ya sudah yasmin bantu ibu dulu ya ma, pa! Maura mau ikut mama?"


Ajak yasmin


"maura mau nerusin gambar aja ma, besok dikumpul disekolah!" jawab maura yang sedang mengerjakan PR dari sekolah


Yasmin berjalan menghampiri bu ratih


"ibu, masak apa?" tanya yasmin memeluk ibunya dari belakang


"kesukaanmu nak, apa lagi kalau bukan gulai ikan!" bu ratih sangat bahagia anaknya menikah


Awalny bu ratih sempat tak setuju karena anaknya menikahi duda beranak satu sedangkan anaknya masih gadis polos


Namun melihat ketulusan barra dan juga mendengar cerita yasmin tentang pak duda. Hatinya pun luluh


"wahh aku makan banyak dong nanti, bu menginap disini ya. Yasmin masih kangen sama bapak dan ibu!" ucap yasmin yang memang akhir-akhir ini jarang pulang kerumah orang tuanya


"nanti tanya bapak ya, rencana besok pagi ibu dan bapak pulang. Karena ada panen raya minggu ini!" ucap bu ratih jujur


"iya bu!" yasmin membantu menyiapkan piring untuk para anggota keluarga


"ayo panggil yang lain!" ucap bu ratih


Barra memang belum mendatangkan asisten rumah tangga untuk rumah barunya


Karena masih ingin menikmati masa kedetannya setelah menikah dengan yasmin


Untuk kebersihan barra akan memanggil jasa pembersih panggilan untuk sementara waktu


"pa, ma , maura ayo makan siang sudah siap!" yasmin mencari suaminya ke halaman belakang sedang asik dengan pak wisnu

__ADS_1


"bapak, mas! Makan siang sudah siap!" ajak yasmin


"iya sayang!" jawab barra


"ayo, mari makan!" ucap pak wisnu


Tak ada suara saat makan siang berlangsung semua hening dan menikmati masakan rumahan yang dibuat oleh bu ratih


Hingga makan selesai.


"masakan bu besan enak.sekali ya pa, harus minta resep ini mah!" ucap bu sarah


Pak dirman yang memang tak terlalu banyak bicara pun ikut memuji masakan besannya


"yasmin biasa masak ini bu sarah, sesekali mintalah yasmin yang memasaknya!" ucap bu ratih


"hemm sepertinya barra akan sangat senang. Punya istri pintar segalanya!" puji bu sarah


Membuat yasmin makin malu dan tak tahu harus menjawab apa


Kegiatan bersih-bersih dilakukan bersama


Dan orang tua yasmin dan juga barra pun berpamitan


Maura juga ikut bersama omanya, karena saat ini belum ada supir yang bisa mengantar jemputnya dari rumah baru


Barra juga tak mengizinkan yasmin pergi tanpa supir


"ahhhh lelah sekali, padahal ngga kerja apa-apa!" ucap barra meregangkan badannya di sofa setelah semua orang pergi


Hanya tinggal keduanya duduk berdampingan


"tentu saja lelah, ngga tahu waktu!" sahut yasmin yang juga masih butuh waktu untuk tidur


"apanya yang ngga tahu waktu?" barra menyampingkan badannya dan menatap yasmin menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulutnya


"mas mau kopi? Atau jus biar aku buatkan!" yasmin segera berdiri


Namun tangannya ditahan barra


"mau kemana? mas hanya butuh kamu!" barra menarik tangan yasmin hingga duduk dipangkuan barra


"aku mau lihat dapur mas, takut masih ada kompor menyala!" yasmin beralasan


"disini yang menyala!" tangan yasmin dituntun oleh barra memegang dada barra


Ia ingin menunjukan dadanya seperti sedang terbakar oleh cinta


Wanita dihadapannya kini


"mas, malu ahh!" yasmin menarik tangannya


"malu, tapi mau?" barra tak sabar menarik tengkuk yasmin dan menautkan sesuatu yang membuat keduanya berhenti bicara

__ADS_1


__ADS_2