Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
menghilang


__ADS_3

"terima kasih atas kunjungan dan bantuan dari keluarga pak barra setiap bulannya pak, kami bisa hidup berkat bapak" ucap ibu panti yang mengantarkan barra


sampai ke mobil setelah acara syukuran anaknya selesai. barra memang rutin setiap bulan sebagai donatur panti setelah memiliki harta yang berkecukupan, barra juga ingin mengajarkan anaknya mempunyai sikap yang dermawan


"semua ini bukan milik saya bu, saya hanya dititipkan juga. terima kasih kami diberikan kesempatan untuk melangsungkan acara anak saya


semoga apa yang saya lakukan tidak menyinggung anak yang lainnya" ucap barra dengan rendah hati


"kami sangat senang pak, dengan acara ini anak yang lain dapat merasakan seperti anak lainya" jawab bu panti


"kalau begitu kami pamit dulu bu" pamit barra


"maura ayo pulang" ajak barra yang tak menyangka maura akan cepat akrab dengan anak lainya


"iya pa, lain kali ajak maura kesini lagi ya pa" pinta maura


"iya sayang" barra masuk ke mobil dan melajukan mobilnya pulang kerumah


**


"maura kamu sama nenek dulu ya nak, papa mau kerumah lama kita sayang kalau terlalu lama ditinggal" ucap barra menurunkan anaknya dan orang tuanya setibanya dirumah


"maura ikut pa" pinta maura


"nanti kalau rumahnya sduah diperbaiki papa jemput maura ya sayang" ucap barra


"oke tapi jangan lama-lama pa" maura masuk kedalam rumah bersama opa dan omanya


*****


"malem pak barra, non maura tidak ikut?" tanya bik minah


"engga bik, tolong buatkan kopi ya bik, antar keruang kerja saya" titah barra


barra masuk kekamarnya dan mengambil foto-foto bersama mantan istrinya


"pak ozan, pak" panggil barra


"iya pak ada yang bisa saya bantu?" jawab pak ozan segera datang menghadap barra


"bawa kardus ini ke gudang dan copot semua foto yang ada mamanya maura" ucap barra


"baik pak" pak ozan pun mengerti mungkin akan ada penghuni baru sebagai nyonya rumah

__ADS_1


tak lama ada suara mobil datang


"pak , ada pak tama diruang tamu" panggil bik minah


"iya bik" barra menghampiri tama


"hai bro, mau keluar atau ngopi disini aja" tanya tama melihat barra seperti banyak masalah


"loe mau ngga rumah ini?" tanya barra serius


"jangan becanda deh, mimpi apa sih loe" tama tak menanggapi serius ucapan barra


"sayang kalau mau dijual, cuma gue udah ngga bisa tinggal disini lagi. kalau loe mau gue renovasi dan bisa ditempati sama istri loe nanti" ucap barra sambil menyesap ro*koknya


"jadi loe nyuruh kesini mau bagi-bagi warisan, mau mati emang loe?" ejek tama


"kalau engga kita jadiin panti aja gimana?" ide barra


"setuju!! biar bang*s*at begini gue juga punya ras kemanusiaan" ucap tama


keduanya  mengobrol bertukar pikiran tentang banyak hal diluar pekerjaan.


"minggu depan gue mau nikah, loe mau kan jadi salah satu saksi dipernikahan gue?" tanya tama


"kalau yasmin mau sama gue, masalah buat loe!! ehhhh tunggu dulu bukan yasmin


santai bro, tar gue kenalin yang jelas bukan yasmin" tegas tama


"oke!! anggap gue percaya kali ini" barra kembali duduk


"suka tapi gengsi, diambil orang ngamuk" ledek tama


******


dua bulan sudah berlalu yasmin telah selesai dengan magangnya dan menyelesaikan laporannya.


"saatnya kita kejar skripsi!!!! semangat" yasmin menyemangati dirinya dan juga temannya


hari ini yasmin mulai datang ke kampus bersama teman lainya yang satu angkatan


"brian!!" panggil yasmin


"maura udah selesai magangnya?" tanya brian

__ADS_1


"panggil yasmin, namaku yasmin sekarang" ralat yasmin


"oke,, oke siapa pun deh. udah pengajuan?" tanya brian


"udah acc dong, tinggal sidangnya aja, loe gimana?" tanya yasmin lagi pada brian


"kayaknya belum tahun ini deh, soalnya gue baru diterima disalah satu instansi pemerintah. dan belum bisa lanjutin skripsi lagi" jawab brian


"wah hebat banget, tapi harusnya selesaikan dulu skripsinya. selamat ya?" ucap yasmin


"terima kasih, kamu mau ngelamar kerja dimana?" brian penasaran


"ada deh, mau keluar negeri gue hahahaha" canda yasmin


"ehhh udah dulu ya antrian gue tuh pendaftaran sidang, bye" yasmin berjalan dan membawa berkas


"kayaknya gue doang yang suka" gumam brian lalu ia kebagian administrasi untuk mengajukan cuti semester


******


"silakan kopinya pak" ucap seorang yang asing bagi barra


"tunggu! tolong panggilkan yasmin" titah barra


 yang saat ini menunggu diruang rapat sepeti biasa sidak bulanan


"maaf pak, tidak ada yang namanya yasmin disini" jawab pegawai tadi


"maura yasmin! cepat panggilkan" barra mulai kesal


"maaf pak nama yang bapak sebut sepertinya sudah selesai magangnya. permisi pak" pamitnya


"selesai?" barra menggumam


dan benar saja sampai rapatnya selesai tak muncul sosok wajah yang dicarinya.


"pak bowo, kapan terakhir kali yasmin magang?" tanya barra


"kemarin pak, laporannya diserah terima dan sekalian yasmin dan temannya selesai magang" jawab pak bowo


"tawari yasmin dan beberapa teman magang dengan prestasi tinggi masuk kedalam ke perusahaan, dan pastikan yasmin berada dikantor pusat" perintah barra


"baik pak akan saya konsultasikan dengan pihak hrd kantor pusat pak, ada tambahan pak?" tanya pak bowo

__ADS_1


"cukup, saya harus kembali ke kantor" ucap barra meninggalkan ruangan rapat


__ADS_2