
"mas ponselku kemana ya, kok ngga ada ditas?" yasmin mencari ponselnya yang ternyata tertinggal di rumah
"kamu ngga bawa ponsel sayang,
tadi maura telfon dan bilang ponselmu tertinggal di rumah!" jawab barra yang sedang santai menyesap batang berasap dan juga secangkir kopi
"maura telfon, kenapa ngga kasih aku mas! Kesel ihh!" yasmin ngambek
"tadi kan lagi mandi, mau telfon maura atau ibu bisa pakai ponsel mas sayang.
Atau mau beli baru?" tawar barra
"emang boleh pakai ponsel mas?" tanya yasmin
"hahahahaha! Kamu aneh sekali sayang,
Tentu saja boleh. Asal jangan dirusak banyak datanya" jawab barra yang tak habis pikir dengan perkataan yasmin
"kenapa berfikir seperti itu?" barra mematikan ro*koknya karena yasmin mendekat dan duduk disampingnya
"kan banyak pasangan yang begitu, katanya privasi atau apalah!" jelas yasmin
"pakailah sesukamu! Atau mau beli yang baru nanti sorw sekalian kita jalan-jalan!" ucap barra mengusap kepala yasmin yang mulai berani
Ia tidur dipaha barra
Tentu saja barra senang, meski yasmin tak pernah atau jarang mengatakan perasaanya
Tapi semakin terlihat dari tingkah laku dan sikapnya jika vcinta barra tak bertepuk sebelah tangan
"halo sayang" yasmin melakukan panggilan video pada maura
"mama, kenapa ngga pamit sama maura!" ucap maura yang tak tahu keberangkatannya orang tuanya
"tanya saja pada papamu nak, mama juga tak diberitahu dan itu masih tengah malam sayang.
Maafin mama ya? Please!!" ucap yasmin
Barra memandangi kedua wanita yang paling dicintainya saling menyayangi
"iya ma, nanti kalau maura udah libur nyusul sama oma dan nenek!" balas maura
"ma maura mau makan dulu, love you mama, papa. Emuuach!" ucap maura sebelum menutup panggilan telfonnya
"mas lapar!" yasmin benar-benar menunjukan sikap manjanya
Mungkin selama ini ada maura jadi yasmin harus menjadi ibu yang dewasa bagi maura
"sayang, kamu manja sekali. Mas baru tahu istri mas bisa manja gini!" ucap barra
"ya udah kalau ngga suka,!" ucap yasmin
"suka banget sayang, kalau lagi berdua kamu boleh begini terus sama mas!" jawab barra
__ADS_1
*****
Niatnya sehari ingin beristirahat saja tapi nyatanya keduanya tak tahan untuk berdiam diri.
yasmin meminta agar berjalan-jalan dengan destinasi yang sudah disiapkan oleh barra
Keduanya hanya cukup menghubungi seseorang untuk mengantarkan dan menemani jalan-jalan
"sayang!" panggil yasmin pada barra dengan keberanian diri
"apa? Kamu panggil mas apa tadi. Mas ngga denger!" ucap barra
"apa emangnya? Aku bilang mas ayo kesana. Makananya sepertinya enak-enak!" ralat yasmin
Barra mendengar dengan sangat jelas apa yang yasmin ucapkan
"oke!" barra meminta guidenya untuk memilihkan makanan yang rekomended
benar-benar dunia milik berdua
"maura!" panggil seseorang dari samping
Yasmin menengok dan mencari sumber suara
"maura kan? Saya hampir tak mengenalimu!" ucap seorang pria menghampiri yasmin dan barra
Kenalkan suamiku kak!" ucap yasmin mengenalkan barra untuk pertama kali pada orang yang yasmin kenal
Selama ini yasmin hampir tak punya teman ataupun sahabat
"sayang, ini kak jery dulu tetangga ibu sama bapak. Sekarang kerja diluar negeri!" ucap yasmin
"saya barra! Suami yasmin!" ucap barra menegaskan
Terlihat wajah kecewa dari jery yang sepertinya memendam sesuatu pada istrinya
"kok ngga kabar-kabar kamu nikah, boleh minta nomer ponselmu!" tanya jery terus terang
"ponselku tertinggal di hotel kak, aku juga lupa nomernya!" ucap yasmin sedikit berbohong
"kalau mau save nomer saya saja!" tawar barra
"tidak perlu pak, nanti merepotkan. Kalau begitu aku pamit ya maura!" jery meninggalkan kedua sejoli dengan perasaan kesal
"ehemmm! Siapa?" tanya barra
" kan udah bilang dulu tetangga ibu, dan dulu orang didesa suka menjodohkan kami. Padahal kami tak ada hubungan apapun!" jawab yasmin jujur
"udah ayo cari makanan, aku laper!" ucap yasmin Menarik tangan barra
yang ada rasa cemburu.
__ADS_1
Tapi ia yakin istrinya bukan orang yang mudah berpaling
"baik ratuku!" jawab barra
"mas, mau itu dan itu!" tunjuk yasmin yang tingkahnya tak jauh beda dengan maura saat dirumah
barra yang lumayan bisa bahasa negara tersebut, menanyakan yang diinginkan istrinya aman atau tidak
"mau apa lagi, mau beli ponsel ngga sayang?" tawar barra lagi
"engga mas, biar tenang hehe!" jawab yasmin
Tak berhenti mengunyah dan sesekali menyuapi barra
"mas pulang yuk!" ajak yasmin yang sudah kenyang dan merasa lelah
Barra hanya mengangguk
Setibanya dihotel
Karena berada ditepian pantai angin berhembus kencang dan membawa angin bertiup
Barra meregangkan tubuhnya yang cukup lelah mengikuti langkah yasmin
"
"mas! Belum ngantuk?" yasmin yang meras sangat senang dengan kejutan dan sikap suaminya
Merasa harus membayar apa yang telah barra lakukan
Dengan pakaian yang sedikit minim yasmin mengundang sang pejantan tangguh yang sedang tidur
"sebentar, mas mandi dulu. Badannya lengket!" jawab barra tanpa melihat pada yasmin
Barra segara membersihkan diri dan menuju ranjang.
Yasmin sudah menutup tubuhnya dengan selimut
"selamat malam sayang!" barra mengecup kening, pipi dan bibir yasmin
Dan terakhir cukup lama melepaskan pagutan bibirnya
"selamat malam suamiku?" yasmin menyibakkan selimutnya hingga batas perut dan memeluk tubuh barra yang membuatnya nyaman saat tidur
"ohhh,
Ngga bisa ini! Ngga bisa dibiarin!" barra tanpa basa-basi menyerang yasmin tanpa ampun
Istrinya telah membangunkan singan yang sedang tidur
Hingga tak sanggup untuk lagi menghindar. San ikut menikmati apa ya suaminya lakukan
__ADS_1