
pagi hari Yasmin merasakan mual yang amat di perutnya
Ia berlari ke kamar mandi dengan secepatnya
Lalu kembali lagi ke kamar dengan wajah yang
"sayang kamu Sepertinya sakit, kita harus ke rumah sakit sekarang!" ucap Bara tak mau Dibantah
"enggak mas, cuma masuk angin aja kok. Nanti juga sembuh kalau sudah minum obat," Yasmin menolak ajakan suaminya
"kita sore nanti bisa pulang nggak mas, aku bosan dengan masakan luar negeri, pengen makan nasi padang!" ucap Yasmin dengan tiba-tiba
"ya sudah kita pulang siang nanti, Maaf Mas tidak bisa menjagamu bisa sampai sakit begini!!" barang memeluk Yasmin
Dan mengusap-usap punggungnya dengan lembut
"Mas cari sarapan dulu ya buat kamu dan maura, jangan ke mana-mana dan turun dari tempat tidur !!"
Ucap Bara tak mau dibantah
"iya sayang!!" jawab yasmin dengan nada lemas
"oke! Biar maura temani kamu disini!" ucap barra sebeluk pergi
Ia mengganti pakaiannya dan memanggil anaknya yang tidur dikamar lain
Untuk menemani yasmin yang sedang sakit
***
Sore hari Yasmin dan Maura berkemas.
Tinggalkan hotel dan menuju bandara
"sayang kamu pucat sekali? Sebaiknya kita ke dokter dulu Sayang!!"ucap Bara sambil membelai istrinya
"enggak Mas Aku cuman kangen rumah aja! Nggak tahu kenapa aku pengen cepet-cepet pulang!!" jawab Yasmin yang memang benar adanya
Bara pun mengangguk dan menuruti ucapan istrinya, namun saat ini dia tidak melepaskan genggaman tangan Yasmin
Serta Maura yang ada di pangkuannya saat ini
******
Sekitar 7 jam perjalanan melalui pesawat tibalah kini Yasmin,Maura dan Bara.
"Hai Mama di sini!" ucap Bu Sarah Melambaikan tangan pada anak dan cucunya
"Omaaaa" Maura berlari menghampiri Omanya
"Sayang hati-hati nanti jatuh!" Yasmin khawatir saat Maura berlarian
"Yasmin kamu sakit nak?" disalah menunjuk tangan Yasmin dan melihat wajahnya yang terlihat
__ADS_1
"Enggak Mi cuman kangen Mama aja!" jawab biasanya kepadamu aku
Bara mengangguk dan memberikan sebuah kode pada mamanya
Agar mengiyakan apa yang Yasmin katakan
Bara yang pernah berpengalaman dalam pernikahan sebelumnya merasa saat ini Yasmin mungkin saja sedang mengandung
Namun ia tak mau jika harapannya nanti membuatnya kecewa dan menyinggung istrinya
"ayo kita pulang!!" barra tetap menggengam tangan yasmin dan tak menghiraukan maura yang berceloteh sepanjang jalan pada oma nya didalam mobil
Yasmin yang lemas terus menyandarkan kepalanya di pundak sang suami
"manja banget istri kesayangan!" bisik barra pada yasmin
Tapi tak ada reaksi apapun
Barra tersenyum dan ingin tak sabar ingin mengetahui hasilnya
"kita sampai!!" ucap bu sarah dan membangunkan maura yang tertidur pulaa dipangkuannya
"mas, aku boleh langsung ke kamar ngga? Kepalaku pusing!" izin yasmin
Karena memang badannya sangat lemas saat ini
"iya sayang, ayo mas antar!" barra dengan sabar merangkul pundak istrinya dan membawanya kekamar
dan memintanya agar datang kerumahnya diwaktu yang hampir subuh itu
" mama tidur saja ma, ini masih malam!" barra meminta bu sarah agar menemani maura karena yasmin sedang tidak enak badan
"iya, kamu juga istirahat! Oh iya mama liat ada yang aneh dengan yasmin. Semoga perasaan mama benar!" ucap bu sarah menepuk pundak barra
Dan mendoakan untuk kebaikan anak dan menantunya
"semoga saja ma, ini barra lagi tunggu dokter datang!" ucap barra
Bu sarah sudah tak heran dengan sikap anaknya yang kadang semaunya tak tahu waktu
"ya sudah, mama duluan!" pamit bu sarah
"selamat malam pak barra, maaf tadi di klinik ada pasien darurat!" ucap dokter yang baru saja tiba
"tidak apa dokter, bisa langsung ke kamar saya.
Istri saya tak.mau dibawa ke rumah sakit tapi saya khawatir!" ucap barra sembari mengantarkan dokter keluarganya menuju kamarnya
"maaf ya bu saya periksa dulu!" yasmin terbangun mendengar obrolan barra dan seseorang
"mas?" yasmin memastikan itu bukan mimpi
"hanya sebentar sayang!" barra meyakinkan yasmin
__ADS_1
"maaf ya bu,
Apakah ibu telat menstruasi minggu atau bulan ini?" tanya dokter merasa yasmin tak mengalami sakit
"emmm, sepertinya sudah tiga minggu ini dokter!" jawab yasmin sambil mengingat ingat kepastiannya
"bisakah ibu melakukan tes sekarang?" tanya dokter
Yasmin mengangguk dan mengambil alat yang diberikan dokter
Barra harap-harap cemas
"ini mas!!" yasmin memberikan hasil tes yang dilakukan beberapa saat lalu
"dokter, tolong jelaskan!" barra tak ingin menduga-duga
Meski ia yakin saat ini istrinya sedang mengandung anaknya
"selamat ya pak, bu! Ini hasilnya positif dan sebaiknya periksakan ke dokter kandungan agar lebih jelas lagi hasilnya!" saran dokter yang juga ikut senang
"terima kasih dokter! Mari saya antarkan!!" ucap barra tak bisa mengungkapkan rasa bahagianya saat ini
wajahnya terus bersemu merah menahan tangis dan tawanya secara bersamaan
Yasmin juga masih tercengang dengan ucapan dokter
Ia terduduk disofa dekat ranjang tidurnya sambil mengusap perutnya
setelah mengantarkan dokter barra kembali dan berlarian menghampiri yasmin
"sayang, terima kasih!
Terima kasih istriku, i love you so much!!" barra memeluk yasmin dan menciumi wajah istrinya dengan badan gemetaran
Ini tak sama seperti waktu oliv hamil maura, karena saat itu oliv menyembunyikan kehamilan dan hampir menggugurkan maura saat itu
"mas, aku bahagia!" hanya kata itu yang keluar dari bibir yasmin
"iya sayang! Mas juga sangat bahagia. Sangat!!" barra terharu dan meneteskan air matanya
"kamu harus jaga diri dan anak kita ya sayang, pokoknya mas akan jadi suami dan ayah posesif mulai sekarang!" ucap barra dengan masih memeluk yasmin
"bukannya sekarang juga udah?" ledek yasmin yang tak menyangka dengan apa yang dirasakannya saat ini
"jangan menggoda mas sayang, kita istirahat san besok pagi kita periksakan kehamilan kamu.
Maura juga pasti sangat bahagia" ucap barra
Yasmin patuh dan membaringkan tubuhnya disamping sang suami
__ADS_1