Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
meminta restu


__ADS_3

"kamu tinggal sama siapa disini?" tanya barra setelah sampai di apartemen yasmin


"sama pasanganku lah" ucap yasmin membuat barra hampir menyerah


"yasmin, buka pintunya aku lupa pinnya!" teriak dari luar


Yasmin bergegas membuka pintu, awalnya hanya berbasa-basi mengajak barra mampir tapi rupanya barra menganggapnya serius


"untung aja aku udah pulang" yasmin memarahi temannya


"permisi, maaf ngga tahu kalau ada tamu!" ucap teman yasmin


"maaf saya mengganggu!" ucap barra tak enak


"engga kok kak, silahkan dilanjut malam ini saya tidur dikamar sebelah!" ucap teman yasmin sebelum pergi


Dan meninggalkan dua insan berdua saj sedang bingung ingin ngobrol apa lagi


"dia pasanganmu?" tanya barra memastikan


"hemmm mungkin!" jawab yasmin tak jelas


"yasmin, bolehkan saya bicara jujur?" tanya barra


Mendekati yasmin dan memegang tangannya


yasmin mengangguk


"bolehkah saya berharap padamu?


Maksudnya mencintaimu?" barra tak mau menunggu lebih lama lagi


"maaf pak, tapi ini terlalu terburu-buru.


Saya tak melarang siapa pun menyukai saya.


Tapi saya...."


Sebelum yasmin menyelesaikan kata-katanya


Barra sudah membungkam mulut yasmin


Dengan jarinya

__ADS_1


"cukup katakan iya atau tidak! Saya sudah berumur dan juga pernah menikah.


jika kamu kasih kesempatan saya akan lakukan apapun.


Jika tidak itu tak akan membuatku berlarut-larut!"


Barra ingin kepastian dari yasmin


"pernah merindukanku, memikirkanku atau mengingatku?" tanya barra bertubi-tubi


Yasmin mengangguk jujur


Selama ini begitu sulit melupaka. Wajah tampan mantan bosnya dan juga wajah imut maura yang membuatnya selalu bersemangat menjalanu hidup


"tapi merindukan maura bukan bapak!" elak yasmin


"lalu aku?" barra tak lagi formal


"sedikit!" yasmin dengan malu-malu


"boleh peluk kamu? Aku sangat rindu padamu.."barra meminta izin untuk hal yang mungkin tidak wajar


"sebentar saja!" jawab yasmin yang juga merindukan barra tentunya


"tak masalah!" barra mendekat dan memeluk erat yasmin


Dan mendapatkan pukulan manja dari yasmin


"udah pak! Katanya sebentar!" tolak yasmin yang takut akan melebihi batas


"tenang saja, sampai kita menikah aku akan jaga kamu baik-baik!" janji barra


"udah lepas pak, terus kalau udah nikah ngga dijagain gitu?" kesal.yasmin


"lebih dijagain lagi dong, jadi kapan mau nikahnya?" tembak barra


"buru-buru amat sih pak, sabar dong baru juga ketemu


Belum minta restu orang tua juga kan?" ucap yasmin


"benar juga, ayo sekarang ikut aku kerumah semua sudah menunggu!" ajak barra


"no! Pelan-pelan aja, lagian saya belum bilang apa-apa kan? Kenap main ajak nikah aja!" protes yasmin yang tak diberi kesempatan berfikir oleh barra

__ADS_1


"aku ngga mau kehilanganmu lagi, maura juga maunya kamu yang jadi mamanya!"


Barra memberikan ruang untuk yasmin berfikir


"Satu minggu dari sekarang. Pikirkan semua baik-baik. Apapun keputusanmu aku terima.


Tapi kalau bisa ya mau jadi mamanya maura!" ucap barra memaksa dengan kelembutan


"hahahaha! Ada-ada saja kamu ini! Ya sudah sana pulang tunggu satu minggu lagi. sebelum itu ngga boleh nemuin aku!" ucao yasmin


"mana bisa sayang!" barra mulai berani


"iya atau ngga sama sekali!" ancam yasmin


"berarti jawabannya iya!" barra menyimpulka. Sendiri


"terserah deh! Dasar egois!" yasmin ngambek


Dan barra yakin wanita hanya akan ngambek dengan lelaki yang dicintainya


"iya sayang kalau gitu aku pulang dulu ya, sampai bertemu satu minggu lagi!" pamit barra


Tak lupa.mencuri kesempatan mencium pipi mulus yasmin


"paaakkkk!" yasmin melempar bantal sofa milikya pada barra yang sudah berjalan pergi dengan santainya


Yasmin memegang pipin bekas kecupan duda beranak satu yang membuatnya susah tidur nyenyak akhir-akhir ini


'jangan senyum terus, sisain buat aku' barra mengirimka. Pesan


Saat ponsel yasmin diletakan dimeja


Barra memasukan nomer ponselnya dan mengirim pesan sehingga nomer yasmin masuk ke ponsel barra


'pencuri!' balas yasmin


'hatimu sayang!' balas barra lagi sebelum meninggalkan komplek apartemen yasmin


Yasmin tak menghiraukan lagi ponselnya. Hatinya sedang berbunga-bunga


Perasaanya lega. Selama ini menyimpan sendiri takut hanya sebelah tangan


Yasmin pun tak ingin berlama-lama

__ADS_1


Usianya juga cukup matang bagi seorang wanita menikah


Tinggal bagaimana caranya menghadapi orang tua masing-masing untuk mendapatkan restu


__ADS_2