
"pak, bu kami pamit dulu ya, lain kali kita kesini lagi kalau libur!" pamit barra pada mertuanya
Yasmin juga melakukan hal yang sama dan terasa sangat berat meninggalkan orang tuanya.
"nenek, kakek kenapa ngga ikut saja ke rumah!
kita!" ajak maura
"iya, lain kali nenek dan kakek main ya kalau sudah musim panen!" jawab bu ratih mengusap.pipi maura
"maura pasti kangen nenek dan kakek!" ucap bocah kecil itu sebelum masuk kedalam mobil dan melambaikan tangan
Yasmin dan barra juga berjalan menuju mobil
Dan melambaikan tangannya
"tenang sayang, mas sempatkan waktu libur nanti kita bisa main kesini lagi oke!" barra mengusap pundak istrinya yang terasa masih enggan untuk berpisah
"iya mas, ngga apa-apa kok!" suara yasmin serak tanda air mata tertahan
"siap semua!" ucap barra
"let's go!!
Yasmin dan maura menjawab bersamaan
Perjalanan yang cukup jauh ditempuh sambil bernyanyi bersama dan bercerita satu sama lain
Hingga maura tertidur dan tak lagi berceloteh
"sayang, maaf ya ngga bisa lama karena harus ada pekerjaan!" ucap barra yang merasa bersalah
Janjinya tiga hari akan tinggal dirumah orang tua yasmin. Nyatanya baru sehari barra sudah harus kembali karena pekerjaannya
"ngga apa-apa mas, aku hanya sedih saja mereka pasti kesepian!" ucap yasmin yang sudah dewasa dan mengerti akan tanggung jawabnya
"tapi saat libur nanti aku mau jalan-jalan keluar negeri berdua saja. apakah bisa?" tanya yasmin
Sebenarnya antara yasmin dan barra masih terasa canggung keduanya belum begitu meyakini cinta keduanya
__ADS_1
"mas sudah siapkan semuanya sayang, nanti rena akan kasih beberapa destinasi kamu tinggal pilih mau kemana.
Kita berangkat berdua, setelahnya nanti mama, dan maura akan menyusul
Apa kamu keberatan sayang?" tanya barra
"tentu tidak mas, setidaknya aku ingin kita mendalami perasaan masing-masing!" ucap yasmin
Barra mengangguk setuju
"bilang saja ngga mau jauh dari mas kan?" barra menggoda yasmin sambil mengedipkan sebelah matanya
"mass, ihhh!" yasmin memukul lengan barra
"aauuuu sayang, keras banget mukulnya kayak lagi ada dendam!" ucap barra
"bodo amat, abis ngga malu apa gitu ngedipin mata!
Kayak orang cacingan!!" jawab yasmin
"Hahahahahha" tawa barra menggelegar
"tuh kan, maafin papa ya sayang!" yasmin menoleh kebelakang menenangkan maura agar tertidur kembali karena perjalanan masih jauh
"iya maura, papa minta maaf! Tidur lagi ya" ucap barra melebutkan suaranya
Maura tak menyahuti ucapan orang tuanya karena kembali terlelap
"mau istirahat dulu ngga sayang?" barra menawari yasmin
"engga mas, sejam lagi sampe rumah kan? Pingin cepet sampe!" jawab yasmin
"oke!" barra melanjutkan perjalanan dan meminta agar yasmin tidur
Namun yasmin mau tetap menemani suaminya agar tak memgantuk
Keduanya asik bercanda gurau hingga tak terasa tiba digerbang rumah mewahnya
"biar mas saja sayang, maura berat!" ucap barra yang tak memperbolehkan yasmin memggendong maura
__ADS_1
"ya sudah, aku bawa barangnya saja!" yasmin patuh dan mengikuti suaminya dari belakang
"pak, bu! Maaf tidak dengar!" ucap mba mia
Pengasuh maura
"tidak apa-apa, nanti maura di lap saja tak usah dibangunkan!" ucap barra
"baik pak!"
"mas aku tunggu dikamar ya!" ucap yasmin yang juga cukup lelah dengan perjalanan
"hemmm!" jawab barra berdeham
"ini paket siapa bik!" tanya yasmin
Ia melihat sebuah kotak dengan berbungkus coklat di depan kamarnya
"punya bapak, bu! Kemarin ada kurir yang kirim kesini?"jawab pembantunya
"ohh, ya sudah!" yasmin mengambil dan membawanya masuk kekamarnya
lalu yasmin mandi karena merasa gerah
"sayang! Ini paket siapa?" barra masuk ke kamar melihat sebuah box coklat
"kata bibik punya mas!" ucap yasmin sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk
"hemmm, kamu mau menggoda mas, sayang?" barra membelalakan matany yang nampak segar melihat pemandangan sang istri
"enak aja! Mas tuh yang mikirnya kemana-mana!
Coba buka mas, apa isinya!" ucap yasmin mendekati suaminya dengan masih mengenakan handuk sampai bagian dadanya
"sayang!!!
Mas suruh buka yang mana ini?" barra menaikan kedua alisnya sambip tersenyum penuh arti
__ADS_1
"box nya mas, kalau aku kan udah!" jawab yasmin dengan wajah serius