
"kita mau kemana pak!"
Sreeeeettttttt
Suara rem mobil dadakan mengejutkan yasmin yang sejak tadi bingung hendak dibawa kemana
"astaga!!! Ada apa pak?" tanya yasmin lagi
Barra memberhentikan mobilnya ke pinggir jalan
"please yasmin! Jangan panggil pak lagi! Kamu bisa belajar dari sekarang
Ayo coba panggil sayang!" titah barra
"emmm kenapa mendadak sih pak, bikin jantungan aja!" yasmin masih belum terima pertanyaanya tak ada yang dijawab
"pak lagi, akan ku beri hukuman!" ancam barra
"terus apa, bang?" ucap yasmin
"ngga!"
"kak!"
"bukan kakakmu!"
"om!"
"kamu mau jadi sug*ar babynya!"
"lalu apa?" yasmin mulai bingung
"sayang!" paksa barra
"belum bisa! Mas aja ya!" tawar yasmin
"hemmm, tidak terlalu buruk tapi nanti biasakan panggil sayang, oke!
Sekarang kamu diam aja, duduk kita segera sampai!" ucap barra
***
"ayo turun!" ajak barra setelah keduanya sampai disebuah rumah mewah
Yasmin masih bingung tapi tetap mengikuti barra yang terus menggenggam tangannya seolah tak mau pisah
"selamat siang!" barra mengetuk pintu dan dibukakan oleh seorang asisten rumah tangga
"silahkan pak, tuan sudah menunggu!"
"terima kasih! Ayo sayang!" barra mengajak yasmin masuk dan menemui sang tuan rumah
"papa!" yasmin terkejut melihat apa yang ada dihadapannya
"akhirnya kalian datang juga" ucap pak herman
*flasback on*
"barra! Saya tahu kami sedang dekat dengan siapa!" ucap pak herman
Sebelum bara meninggalkan lokasi syuting untuk iklan kerjasama produknya
__ADS_1
"maksud bapak!" barra tak paham
"maura yasmin adalah anak saya!" ucap pak herman dengan sangat jelas
barra tertegun tak menyangka apa yang dia dengarkan saat ini
"iya, saya sudah cari tahu semuanya tentang anak saya. Yang sudah cukup lama melupakan saya.
Harapan saya jika kami serius maka segera nikahi dia. Jangan buatnya menangis sedikit pun dan juga tolong bantu saya dekat kembali dengannya!" ucap pak herman lagi
"jadi selama ini! Bapak tahu saya menyukai anak bapak? Bukankah orang tua yasmin ada di kota lain?" barra meminta penjelasan
Setelah menjelaskan semuanya secara detail masa lalunya. Pak herman mengajak barra bertemu dengan pak wisnu dan bu ratih
Kedatangan barra dan pak herman disambut baik. Begitupun barra mengutarakan niat baiknya
"kami sebagai orang tua hanya mendukung saja pak, jika anak kami menerima tentu saja kami juga ikut bahagia!" ucap bu ratih
barra pun berniat menyiapkan kejutan untuk melamar yasmin setelah pulang.
Karena sudah mendapatkan restu orang tua yasmin
*flasback off*
"ayo sini nak! Papa sudah menunggu kalian!" pak herman menghampiri yasmin dan barra
"mas, kita pulang saja ya!" yasmin masih belum siap
"sayang! Kamu harus coba! Kita hadapi bersama oke!" bisik barra dan membawa yasmin pada pak herman
"semoga kalian bahagia, dan papa salah satu orang yang beruntung memiliki anak seperti kalian!" pak herman memeluk kedua pasangan serasi itu
"maafkan yasmin pa!" yasmin menangis
"sudah nak, jangan menangis ! Kita sudahi semua ini dan kembali bersama.
Maafkan juga papa yang dulu meninggalkan kalian.
Papa harap suatu saat kamu bisa mengerti dan memaafkan papa seperti mamamu!" ucap pak herman
Yasmin mengangguk tak mampu menjawab
Pak herman hendak menghapus air mata yasmin
"biar saya saja pak!" tolak barra pada calon mertuanya
Yasmin yang tadinya menangis menjadi tersipu malu
Dihadapan papa yang baru ditemuinya.
Barra dengan sangat berani
"ayo duduk dulu, kalian bisa datang kapan saja kesini ini rumah kalian juga.
Yasmin sesekali menginaplah disini bersama papa, kakek dan nenekmu sudah meninggal, om kamu juga ngga tahu dimana tinggalnya sekarang!" ucap pak herman yang cukup kesepian
Setelah dipaksa meninggalkan anak dan istrinya demi kelangsungan hidup ayahnya
Pak herman tak menikah lagi hingga saat ini
"iya pa,
__ADS_1
Mas ini sudah siang ayo kerumah ibu sama bapak!" ajak yasmin
"mereka sedang diperjalanan ke kota ini sayang, tama sudah memberi tahu jika sebentar lagi sampai. aku sudah mendapatkan restu semua orang tuamu.
Dan mereka sepakat untuk pertemuan keluarga nanti malam!" ucap barra membuat yasmin bukan lagi hanya terkejut
Jantungnya berasa hampir copot
Kenapa hanya yasmin yang tidak tahu apapun
"kalian curang sekali, kenapa aku tak diberi tahu apapun!" kesal yasmin
"namanya juga kejutan! Ayo kita butuh baju untuk nanti malam!" ajak barra
Dan keduanya berpamitan pada pak herman untuk pergi ke butik langganan keluarga barra
dan setelahnya menemui pak wisnu dan bu ratih
******
Malampun tiba
Yasmin deg-degan
Wajahnya sudah dirias dengan sangat cantik. tak lupa barra menjemput sang calon istri bersama anaknya yaitu maura
Yang juga memuji kecantikan calon mamanya
"selamat malam!" yasmin menyapa semua orang yang sudah hadir
Lengkap tanpa terkecuali
"mantuku cantik sekali!" ucap bu sarah
"calon ma!" ucap brain memprotes
"ngga usah tunangan-tunangan! Bagaimana kalau tentukan tanggal pernikahan saja!" ucap bu sarah antusias
"setuju!" semua kompak dalam satu suara kecuali yasmin
"apa ngga terlalu terburu-buru!" yasmin menolak
"no
No
No
No
No
No"
Lagi-lagi semua kompak
"oke! Tapi jangan minggu ini. Aku ada ujian minggu ini!" ucap yasmin yang ternyata ada ujian selekso untuk menjadi seorang dosen tetap
"minggu depan berarti!" ucap barra memastikan
"baiklah!" ucap yasmin
__ADS_1
Semuanya riuh bersorak sangat bahagia dengan keputusan keduanya