
Pagi hari yang cerah udara dingin yang segar ditemani rintik hujan yang turun ke bumi
"mas, bangun yukk!" yasmin membangunkan barra yang sedang tidur nyenyak
Matanya enggan untuk terbuka, badannya terasa sangat nyaman
"sebentar sayang!" barra menarik yasmin dan memeluknya sembari tertidur lagi
Badan lelahnya dan pikiran yang terus bekerja membuat barra sangat ingin bermalasan hari ini saja
"bapak sama ibu udah nungguin!" bisik yasmin ditelinga barra
Sontal matanya membelalak
"mas lupa ini dirumah mertua!" ucap barra lalu mencari baju yang seperti biasa malam hari barra selalu membuka
Pakaian atasnya saat tidur dan itu membuat yasmin nyaman berada didekatnya
Aroma maskulin yang tercium membuat yasmin merasa candu
"tenang mas, ibu sama bapak sudah pergi dengan maura juga! Mereka bilang mau kepasar ikan dan mengajak maura jalan pagi
Tapi sepertinya mereka terjebak hujan!" ucap yasmin
"jadi bapak.sama ibu sudah bangun dan pergi? Mantu macam apa mas ini jam segini baru bangun!" barra merasa malu
"biasanya juga bangun jam segini kan?" ledek yasmin
"cuci muka sama sikat gigi dulu sana! Ini kopinya sudah siap" yasmin memperlihatkan kopi yang dibawanya tadi
Harumnya menyeruak di dalam kamar yang ukurannya tak terlalu besar itu
"i love you!" ucap barra melihat kopi buatan istrinya
"jawab dong sayang!" barra kesal selama ini belum pernah mendengar istrinya mengatakan cinta padanya
"love you to mas barra!" jawab yasmin Dengan tersipu malu
__ADS_1
"love you more! Mas mandi dulu jangan kemana-mana!"
Barra buru-buru mandi dan kembali menghampiri istrinya di kamar
Karena letak kamar mandinya berada di dekat dapur
"hemmm, enak juga ya libur
Pagi ada kopi , ada istri cantik yang menemani. Rasanya pingin setiap hari begini!" ucap barra berandai-andai sambil meminum kopi buatan istrinya
"sesekali saja mas, kalau tiap hari terus aku sama maura mau dikasih makan apa?" canda yasmin
"istriku sudah mulai bercanda ya! bener juga,
Kalau aku ngga punya banyak harta bagaimana bisa bahagiain keluarga aku ya!" barra teringat masa lalu
Bukan masa bersama istrinya tapi masa perjuangan dan terpuruknya
"kok gitu ngomongnya mas! Kamu pikir aku mau sama mas karena harta?" tanya yasmin
"engga gitu sayang, maksud mas!...."
Ucapan barra terpotong
Siapa yang ngga mau punya suami tampan dan kaya raya!
Tapi yang paling penting dasar pernikahan kita adalah cinta mas!" jawab yasmin
Tak
"auuu!" yasmin mengaduh keningnya disentil oleh barra
"makanya jangan becanda terus!" ucap barra
"iya mas maaf,
keluar yukk, gerimisnya sudah berhenti!" ajak yasmin beranjak dari duduknya
Mengajak barra mengikutinya
"pakai jaket ya sayang! diluar pasti dingin!" ucap barra
__ADS_1
Keduanya menggunakan pakaian tebal dan berjalan keluar rumah menyusuri indahnya pemandangan perdesaan dengan bergandengan tangan
"yasmin!" panggil barra
"hemm!"
"mau honeymoon kemana?" tanya barra
"bukannya udah?" tanya yasmin balik
"kapan?" barra beehenti dan menatap yasmin curiga
"di rumah baru waktu itu!" jawab yasmin santai
"hemm! bukan seperti itu yang mas maksud!" jelas barra
"anggap saja itu honeymoon!" sahut yasmin
"oke kalau gitu ganti pertanyaanya" barra mengajak yasmin duduk dikursi dipinggir jalan
"kamu mau jalan-jalan berdua kemana? Kamu mau kan kasih adik buat maura?" tanya barra serius
"aku mau kemana aja asal denganmu mas, dan kalau soal anak aku siap kapan saja dikasihnya!" jawab yasmin bijak
"syukurlah, mas takut kamu ngga mau punya anak dari mas!" ucap barra entah apa yang ada dipikirannya
"lalu aku harus punya anak dengan siapa? Aneh banget deh!" kesal.yasmin
Suasana romantis berubah jadi hawa panas
"maaf sayang, mas kan takut karena mas udah tua!" ucap barra membuat yasmin makin menjadi-jadi
"kakek-kakek mana bisa bikin istrinya ngga bisa bangun seharian!" ucap yasmin langsung menembus dada barra
"kamu bikin gemes kalau lagi kesel gini, pulang yuk! Kita bicarakan di rumah saja rencana punya anaknya!" ajak barra
"mas!!!!!" teriak yasmin
"hemm, iya sayang!" barra malah menggodanya
Keduanya berlarian bagai maling yang dikejar masa
__ADS_1
Hingga kelelahan sampai di rumah yasmin