
pagi hari yasmin bangun, ia bingung bukanya semalam yasmin tidur bersama maura
tapi pagi hari ia melihat suaminya disampingnya. dan yasmin berada di kamarnya
ia beranjak ke kamar mandi dan setelahnya melangkahkan kaki menuju dapur untuk mmebuat sarapan
"pagi bu, mau masak apa buat sarapan bu?" tanya mbok ijah pembantu yang bertugas untuk membantu urusan dapur
"saya mau buat nasi uduk mbok, kayaknya enak di makan pagi-pagi! " ucap yasmin menjawab pertanyaan mbok ijah dan mulai menyiapkan bahan yang tentunya dibantu oleh mbok ijah
kegiatan di dapur diwarnai dengan obrolan pagi antara yasmin dan pembantunya,
"sayang! kenepa ngga bangunin mas?" barra bangun dengan wajah acak-acakan mencari istrinya yang pagi buta sudah tak berada disampingnya
"mas, malu ihh" yasmin melepaskan tangan barra yang memeluknya
mbok ijah hanya tersenyum, dan tak berkata apapun ia paham pengantin baru
barra sejak tadi fokus hanya pada istrinya tak meilhat mbok ijah yang ada di dapur juga, namun barra yang terlanjur malu meninggalkan yasmin dan tak lupa mencium pipi yasmin
"mas siap-siap dulu ya!" ucap barra kembali ke kamar untuk bersiap
yasmin tak menjawab hanya fokus pada masakannya
Tak lama kemudian menu sarapan siap di meja makan
Lengkap dengan menu tambahannya
"mama, kenapa belum mandi?" maura bersama pengasuhnya yang sudah rapih san siap bersekolah
"anak mama cantik sekali! Mama siap-siap dulu ya sayang!" yasmin mencubit pipi maura yang menggemaskan dan meninggalkannya untuk bersiap
__ADS_1
"belum siap mas?" tanya yasmin melihat barra masih sibuk mencari dasi yang sesuai dengan bajunya
Padahal sebelum menikah dengan yasmin barra selalu menyiapkan kebutuhannya sendiri
Baru saja yasmin menjadi istrinya barra sudah ketergantungan
"cari dasi ngga ada yang pas, bisa bantuin cocokin sayang?" barra meminta bantuan yasmin dengan lembut
"ini mas, kelihatanya lebih cocok dengan baju yang mas pakai!" ucap yasmin langsung mendapatkan apa yang barra cari
"istriku memang tiada lawan!" ucap barra
Saat ingin mengecup kening yasmin
"aku mandi dulu mas, maura sudah menunggu!" padahal biasanya setiap pagi yasmin selalu berbunga-bunga ketika barra mendaratkan kecupan manjanya
Barra agak terkejut dengan perubahan sikap yasmin yang entah disadari atau tidak
Tak ada sahutan dari yasmin
Barra menganggap mungkin istrinya lelah atau tak mendengar
"pagi sayang, cantik banget anak papa!" puju barra pada maura
"papaku juga sangat tampan!" jawab maura seolah sangat tahu bagaimana membalas pujian papanya
"anak papa sudah tahu pria tampan rupannya! Ayo minum susunya sambil tunggu mama turun!" ucap barra sambil mengusap kepala maura dengan lembut
Maura menunggu yasmin turun baru sarapan
"mau pakai apa mas?" tanya yasmin yang sudah bersiap dan terlihat sangat cantik dengan baju yang digunakan saat ini
__ADS_1
"apa aja sayang!" jawab barra sambil.menatap istrinya yang terlihat tak menampakan senyum sejak semalam
Ia pun bingung namun masih membiarkannya dan selesai sarapan ketiganya berangkat ke sekolah maura untuk mengambil nilai hasil ujiannya
Maura nampak sangat bahagia, "haidar!" panggil maura pada teman lelakinya yang biasanya sedih ke sekolah tanpa orang tua "ma, pa ayo kesana!" ajak maura yang tak sabar ingin mengenalkan mama barunya pada teman nya itu
"halo, saya mama haidar!" mama haidar berkenalan dengan yasmin dan barra
Kedua orang tua pun ke ruangan yang yelah disediakan dan menunggu dipanggil sesuai urutan nama
"ma, pa kita jadikan liburan kerumah nenek?" tanya maura saat acara sudah selesai dan akan kembali kerumah
"gimana ma?" tanya barra mewakilkan maura pada yasmin yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya
"terserah mas saja! Maura kita jalan-jalan ke mall mau ngga?" ajak yasmin
Yang jutek pada suaminya tapi sangat ramah pada maura
"mau ma, mau!" maura kegirangan
"oke!
Mas turun di halte depan aja ya, kita mau jalan-jalan nanti biar dijemput supir aja!" ucap yasmin pada suaminya
"papa ngga diajak nih?" tanya barra pura-pura bersedih
"mas kan harus kerja!" jawab yasmin singkat
"kalian bersenang-senanglah habiskan uang yang papa kasih, kalau kurang telfon papa!" ucap barra pada yasmin dan maura setelah menghentikan mobilnya
Barra makin curiga pada yasmin entah apa yang terjadi ia tak mengerti tapi barra merasakan perubahan sikap yasmin yang tak sepert biasanya
__ADS_1