
Sekitar pukul dua siang, acara pernikahan antara barra dan yasmin sudah hampir menuju akhir acara beberapa tamu undangan telah menyumbangkan suara emasnya dan juga menikmati hidangan
Yang telah disiapkan
Begitu pula dengan souvenir untuk para tamu, barra telah menyiapkan beberapa parcel kecil berisi coklat yang barra khususkan untuk acara pernikahannya
"ma, pa maura lelah. Boleh maura ke kamar saja!" ucap anak kecil yang kini memiliki orang tua lengkap
"boleh sayang! Mau mama antar?" tanya yasmin yang sebenarnya juga sudah pegal mengenakan sendal tinggi agar menyesuaikan dengan tinggi suaminya
"maura mau sama nenek aja ma!" ucap maura yang seperti biasa bersikap sok dewasa dan membuat yasmin gemas
"maura pinter banget sih, ya sudah nanti mama nyusul setelah tamu pulang ya sayang!" ucap yasmin
Barra saat ini sedang berbicara pada beberapa tamu dari perwakilan pegawai pabrik miliknya
Barra memang mengundang seluruh karyawannya agar bisa menikmati acaranya bersama yasmin
Tak banyak yang terkejut jika yasmin yang menjadi istri bosnya
"terima kasih sudah hadir ya!" ucap barra saat tamunya berpamitan
"maura selamat ya!" teman magang yasmin mengucapkan selamat
"eheeemm!" barra berdeham
"ehh maaf, bu yasmin selamat!" pegawai itu meralat ucapannya sedangkan yasmin tetap tersenyum
"nak, mama sama papa langsung pulang ya. Kalian akan langsung pergi liburan?" tanya bu sarah
"tidak ma, nanti saja!" ucap barra pada ibunya yang memang saat ini keduanya belum merencanakan bulan madu
"baiklah... Atur saja bagaimana maunya kalian yang pasti kabari kami!" ucap bu ratih yang juga akan berpamitan
Saat ini maura sedang tertidur digendongan bu ratih dengan sangat manja
"baik bu, ma nanti kami kabari!" ucap yasmin
Barra pun mengangguk
"papa siapkan ini!" pak herman sengaja pulang terakhir dan memberikan sesuatu
"apa ini pa?" tanya yasmin
"buka saja!" pak herman meminta yasmin membukanya
Tertulis
penerbangan menggunakan pesawat pribadi ke jepang untuk satu minggu
"mas, ini!" yasmin memberikan pada barra
"terima kasih pa, tapi saya akan siapkan sendiri!" ucap barra tak.mau merepotkan dan tentunya ingin memberikan sendiri hadiah pernikahan untuk istrinya
"ini hadiah dari papa, kalian bisa gunakan kapan pun! Tak harus sekarang atau dalam waktu dekat jadi pegang saja dan tinggal konfimasi ke nomer yang ada didalamnya!" ucap pak herman mengerti maksud menantunya
"terima kasih pa!" ucap yasmin dan barra bergantian
Pak herman pun pamit untuk pulang
__ADS_1
**
Yasmin berganti pakaian dan mulai menghapus riasannya yang tipis dan tak berpengaruh pada kecantikannya
Tak ada adegan melepesakan gaun dengan bantuan sang suami. Semua yasmin lakukan sendiri
"kita mau menginap disini atau langsung pulang sayang!" tanya barra mendekati yasmin yang sedang berdiri didepan cermin dan memeluknya
"mas belum selesai!" yasmin merasa geli saat barra menyandarkan kepalanya pada pundak yasmin dari belakang
"mas kangen sayang! Sangat merindukanmu!" barra tak mau melepaskannya
"iya mas!" wajah yasmin tentu saja memerah
Wanita selama hidupnya tak pernah dekat dengan lelaki mana pun, salah satu alasannya takut sakit hati dan juga
Melihat ibunya di tinggalkan papanya membuat yasmin sedikit trauma pada laki-laki
Tapi semua berbeda saat bertemu dengan barra yang begitu lembut pada anaknya
"kita pulang saja ya mas, boleh kan?" tanya yasmin ia juga perlu menyiapkan diri
Mau tidak mau yasmin telah menjadi istri dan dia harus melakukan kewajibannya sebagai seorang istri
"oke! Langsung saja. Mas sudah hubungi orang yang akan membereskan ini. Kamu lelah kan? Biar bisa langsung istirahat dirumah!" ucap barra begitu perhatian hingga hal kecilpun ia lakukan dengan baik
"oke!"
Keduanya menuju rumah baru
*****
Tepat disamping asisten sekaligus sahabatnya yaitu tama
Barra ingin kelak istrinya juga berteman dengan istri sahabatnya maka barra membeli dua rumah berdampingan
"selamat datang dirumah baru! Perkenalkan saya tetangga sebelah!" ucap tama yang diminta barra menyambutnya dirumah
"hahahaha!" barra tertawa renyah
Tama pun baru tahu jika ia dihadiahi rumah disamping barra
"salam kenal tetangga baru!" jawab barra
Yasmin dan barra masuk keruangan utama yang besar dan mewah
Rumah yang memiliki dua lantai ini terlihat telah penuh dengan furniture yang tak kalah mewah dan elegan
"kamar sudah saya siapkan, silahkan istirahat juga butuh sesuatu panggil saja tetangga pak!" ucap barra sebelum pamit meninggalkan pasangan pengantin baru
"terima kasih pak tama!" ucap yasmin
Barra mengajak yasmin langsung kekamar utamanya. Saat ini memang belum ada asisten rumah tangga
Barra menitipkan anaknya pada orang tuanya dan sengaja membawa yasmin ke rumah baru agar keduanya semakin dekat
Pernikahan yang cukup mendadak dan juga perkenalan yang singkat
Membuat keduanya masih teras canggung
__ADS_1
"ini kamar kita, kamu suka?" tanya barra setelah masuk kekamarnya
Tak ada hiasan ala pengantin baru. Barra ingin istrinya nyaman terlebih dahulu
"bagus banget mas, makasih ya mas!" yasmin senang melihat kamarnya yang sesuai dengan seleranya
"iya sayang, kita mau coba?" tanya barra
Membuat tenggorokan yasmin mengering
Ucapannya tercekat
Barra yang melihat ekspesi wajah yasmin langsung tahu. Istrinya sedang gugup
"maksudku, coba ranjangnya
Kamu lelah kan, ayo kita istirahat!" ajak barra lagi
Yasmin bernafas lega difikirnya sekarang juga ia harus melepaskan sesuatu yang dijaganya selama dua puluh enam tahun ini
"aku mandi dulu ya mas!" yasmin merasa badannya lengket
Dan merasa segar jika membersihkan badannya dulu sebelum tidur
"jangan lama-lama!" teriak barra
Sekitar lima belas menit yasmin mandi dan masih mengenakan baju yang sama karena ia tak membawa baju lagi
"dilemari sana ada beberap baju sayang, tama sudah siapkan
Nanti kamu bisa menambahnya lagi!" ucap barra melihat yasmin kebingungan
"iya mas!" yasmin mencari baju dan apa yang dia temukan
Yasmin sepertinya lebik baik tak ganti baju
Dan menyusul barra
"kenapa tak ganti baju sayang, kamu tidak suka. Mau mas belikan yang baru sekarang!" tanya barra
"engga mas, ini kan baru ganti dihotel. Nanti malam saja gantinya lagi. Sekarang mau tidur dulu aja!" yasmin tak mau sampai barra tahu isi lemarinya
"ya sudah sini!" barra menepuk ranjang disebelahnya duduk
Yasmin menurut san membaringkan tubuh lelahnya
cup, cup, cup, cup
Barra mengabsen setiap wajah yasmin dengan kecupan lembut
Yasmin hanya terdiam kaku, beberapa kali barra telah mencuri ciuman padanya membuatnya
Tak terlalu kaget
"ayo tidur!" barra memberikan tangannya sebagai bantalan kepala yasmin
Keduanya terlelap karena lelah
__ADS_1