
'bu, pak mulai hari ini maura magang diperusahaan coklat.
Semoga nanti setelah lulus maura bisa bekerja disini ya pak, bu!'
Maura mengirimkan pesan pada orang tuanya bahwa ia diterima magang.
Sejak kecil maura sangat menyukai coklat dan bercita-cita bekerja dipabrik pembuatan coklat
'selamat ya nak, semoga cita-citamu tercapai.. Bapak tak usah lagi membelikanmu coklat mahal.' balas bu ratih dengan candaan pada anak gadisnya
Maura tak membalas lagi pesan ibunya dan tertidur lelap
****
"maura!" suara panggilan dari mobil dan berhenti didepan maura yang mengendarai motor matic miliknya
untuk berangkat magang
"brian! Hampir saja aku terjatuh!" kesal.maura pada teman sekelasnya yang suka jahil
"akan ku tangkap tenang saja. Magang dimana nih rapih banget!" tanya brian turun dari mobil
Sejak mulai menggarap skripsi memang sudah jarang bertemu teman kampus lagi. Dan kebetulan sekali brian bertemu maura
"kakak kembar!" suara bocah kecil yang memanggil maura dari dalam mobil
"maura! kamu kenapa bisa sama brian?" tanya maura menghampiri maura kecil
"dia om ku kak, kakak aku senang sekali ketemu kakak lagi!" maura memeluk maura
Jangan bingung ya readers
__ADS_1
"emmm lain kali kita ngobrol.lagi ya, kakak terlambat masuk kerja!" maura besar melambaikan tangan dan segera melajukan motornya menuju tempat magang
*****
"rena keruangan sekarang"
Barra memanggil sekretarisnya yang tugasnya mengerjakan administrasi dan memeriksa laporan sebelum ditanda tangani oleh barra sedangkan tama asisten yang melaksanakan tugas dan mendampimgi barra kemana pun pergi
Karena barra tak mau berpergian dengan wanita lain.
"ada yang bisa saya bantu pak?" rena mengetuk pintu dan masuk keruangan barra
"siapa yang bertugas menerima pegawai magang di pabrik, saya mau tahu kandidat pegawai magang semuanya!" ucap barra
"dibagian hrd pusat pak, akan saya minta kan semua profil dan cv para pegawai magang pak, saya permisi!" jawab rena dan segera mengerjakan permintaan bosnya
bunyi ponsel barra menandakan ada pesan masuk
sebaiknya jangan cari tahu tentang gue lagi dan jangan ganggu kebahagian gue dengan mengingat kehidupan miskin bersama loe!!!'
balasan pesan dari barra beberapa saat lalu yang dikirimkan pada isi
kali ini barra tak akan lagi memohon ataupun mengizinkan anaknya bertemu ibunya. hatinya sudah sangat sakit atas perlakuan istrinya
dulu barra menganggap istrinya terpengaruh ibu mertuanya yang memang tak setuju anaknya menikah dengan barra, karena keluarga barra bukan dari pengusaha
ayahnya pensiunan ASN dan ibu nya seorang ibu rumah tangga. tapi sekarang ia sadar bahwa mantan istrinya memang tak pernah tulus padanya
"flasback on"
"olif kamu mau kemana? maura butuh kita! jangan pergi olif" barra memohon pada olif agar tak meninggalkannya
__ADS_1
keduanya baru saja bercerai resmi karena olif mengancam akan bunuh diri jika barra tak mau menceraikannya
"simpan saja air matamu untuk meratapi kehidupan kalian. tak usah bersusah payah memohon! bener kata mama hidup denganmu itu sama dengan menyerahkan diri ke neraka!!!" olif menendang tangan barra dan menarik kopernya keluar dari rumahnya bersama anak dan suaminya
"mama! mama maura mau ikut mama" maura bocah berusia tiga tahun itu berlari mengejar mamanya namun olif tak menghiraukan anaknya sendiri dan pergi bersama dengan lelaki yang sejak tadi menunggunya di dalam mobil
"maura, sayang! sama papa nak!" barra meratapi kesedihannya ditinggalkan oleh orang yang dicintainya karena hidup pas-pasan saat itu
"flasback off"
"pak barra, pak!" rena memecah lamunan barra pada masalalunya
"hemmm,,, iya ada apa ren?" barra menormalkan dirinya yang sempat kalut dengan bayangan masalalunya
"maaf pak, ini yang bapak minta sudah saya siapkan. jika ada yang perlu saya kerjakan lagi silahkan panggil saya pak. hari ini pak tama ke lapangan meninjau pengolahan limbah pak" ucap rena menjelaskan pada barra
"silahkan kembali ketempatmu! akan saya panggil jika ada yang dibutuhkan" jawab barra fokus dengan berkas yang dimintanya pada rena
dan rena kembali ke ruangannya
"ini dia! cepat sekali ketemu!" barra berbicara sendiri dan membaca profil maura
"tunggu dulu!" barra menemukan sesuatu yang aneh " kenapa nama orang tuany berbeda
bukankah pak wisnu nama bapaknya?" barra merasa penasaran namun bukan masalah baginya
barra hanya takut jika maura orang suruhan warga desa yang masih marah ataupun dendam pada perusahaanya. kenapa bisa kebetulan sekali maura bekerja dipabrik miliknya
"aku harus menyelidikinya sendiri!" barra berniat mencari tahu apa niatan maura
barra seakan lupa dengan kemarahanya pada olif dan tergantikan dengan kecurigaanya pada maura
__ADS_1