
"Mah Papa ke mana Ma??" Maura yang baru bangun tidur tidak melihat Papanya
"lagi keluar Sayang katanya mau beli makanan kesukaan Maura! Kita mandi dulu yuk biar badan Maura segar" ajak Yasmin pada Maura agar tak menanyakan Papanya lagi
"Maura bisa mandi sendiri sekarang ma, kan Maura mau jadi kakak!" ucap maura yang sudah tak mau lagi dimandikan oleh ibunya
"Baiklah kakak ,Mama siapkan bajunya ya?" Yasmin juga merasa senang. Anaknya tumbuh menjadi lebih dewasa
"oke mama cantik!"jawab Maura
"kamu sama aja kayak papa, pinter ngerayu mama!" ucap Yasmin yang juga sangat bahagia
"kan mama emang cantik, Maura mau besar nanti cantik seperti mama!!" ucap bocah yang baru mau masuk SD itu
"sebentar Mama siapkan air hangatnya dulu," Yasmin ke kamar mandi dan menyiapkan air yang hangat untuk anaknya
Dan memastikan jika kamar mandinya tidak licin agar anaknya tidak terluka
" Ayo Sayang buruan mandi keburu malam" ucap yasmine pada maura
Maura pun menurut dengan kata-kata ibunya, dengan berhati-hati masuk ke dalam kamar mandi
Selang beberapa menit Maura keluar dengan handuk di kepalanya
Layaknya Yasmin ketika selesai berkeramas dengan rambutnya
"sudah selesai Sayang? Mau mama bantu mengenakan baju?" tanya Yasmin
Yang sekarang mulai meminta pendapat pada anak
Agar sang anak bisa memilih untuk dirinya sendiri
Namun tetap saja Yasmin juga mengarahkan
"enggak mama kakak udah gede, Maura maunya dipanggil kakak sekarang" ucap Maura yang menggebu-gebu ingin memiliki adik
"Baiklah kakak yang cantik, tapi kalau punya adik nanti nggak boleh iri ya?
Karena, Mungkin Nanti mama akan membagi waktu buat kakak dan adik!" Yasmin sambil membantu Maura menyisir rambut panjangnya
"Kakak janji ma, Kakak nggak akan nakal sama adik!" jawab bocah kecil itu tanpa ragu
Dor dor dor dor
Dor dor dor dor dor
Dor dor dor dor
"ma, suara apa itu Ma?" Naura terkejut mendengar suara gedoran pintu yang sangat kencang
"tenang Sayang jangan berisik, kita pura-pura saja tidak dengar. Dan Jangan bersuara apapun!" Yasmin memeluk Maura dengan erat
Dan membungkam mulut Maura
Yasmin menyadari sebelum pergi suaminya sudah berpesan padanya
Jika Apapun Yang Terjadi Jangan pernah membuka pintu selain untuk bara
Yasmin pun merasa ketakutan, tapi dia tidak mau Maura lebih takut lagi
Maka Yasmin menenangkan
"kata Papa itu suka ada pengecekan sayang, dan kita masih menempati tempat ini, jadi tidak perlu dibuka begitu Pesan Papa tadi!!" bohong Yasmin pada mau
Agar Maura tak semakin takut
__ADS_1
Yasmin mematikan dering ponselnya, di saat bersamaan
Olive menghubunginya,
Maura hanya mengangguk dan mengikuti arahan mama, Iya begitu patuh dan tak bersuara
Hingga suara gedoran pintu itu menghilang
"Sayang tunggu di sini sebentar jangan kemana-mana!!" Yasmin mengendap-ngendap dan menuju pintu
Dari lubang yang sangat kecil Yasmin mengintip
Sudah tak ada orang di depan
Tapi Yasmin masih meyakini bahwa ada orang di sekitarnya
#barra kecelakaan, dan sekarang dirumah sakit# sebuah pesan singkat masuk pada ponsel yasmin Dari olive
Yasmin masih berpegang teguh pada pesan suami, jika akan menunggu suaminya kembali atau menghubunginya
Dengan perasaan khawatir Yasmin mengabaikan pesan dari olive
Dan mengajak Maura bermain untuk menutupi kekhawatirannya
"anak mama mau main apa? Hari ini boleh main ponsel sepuasnya. Ini hadiah karena kakak sudah menjadi anak yang baik untuk mama dan papa!" ucap Yasmin pada
"yang bener ma?" Maura sedikit tak percaya
Karena biasanya mamanya melarang untuk main ponsel berlebihan
"Tentu sayang, Mama nggak pernah bohong kan sama Maura?" Yasmin meyakinkan anaknya
"Maura sayang mama!!!" Maura memeluk Yasmin lagi
"Iya mah kita makan sama Papa aja nanti! Sekarang sudah boleh main ponsel kan Ma?" tanya Maura pada Yasmin
"iya sayang tapi jangan dekat-dekat dengan mata ya!" pesan Yasmin pada anaknya
Dengan perasaan masih khawatir dan gelisah, Yasmin mencoba untuk tetap tenang agar tidak membuat Maura curiga
Tak lama suara ketukan pintu terdengar
"sayang! Sayang ini Mas bukakan pintunya!!" suara barang menggelegar di depan pintu
Rasa panik berubah menjadi Rasa Bahagia
"Tunggu mas!!"Yasmin terburu-buru membukakan pintu
Ceklek
Pintu dibuka
Nampak wajah yang sejak tadi dikhawatirkan, kini ada di hadapan Yasmin
"Mas kamu bikin aku takut!" ucap Yasmin langsung memeluk bara
"Ayo masuk!! Kalian tidak apa-apa kan??" Bara juga tak kalah khawatir pada istri dan anaknya
"Kami aman Mas! Bagaimana keadaan bu olive sekarang?" Yasmin membuka jaket dan topi suaminya
Lalu mengambilkan minum untuk bara
"ssssssttttt!, Olive ditangkap polisi! Mas tidak mau Maura sampai tahu ibunya ditangkap polisi karena kriminal!" jawab barra pada yasmin
Yang sangat terkejut
__ADS_1
"tadi ada panggilan masuk dari Bu Olive mas, tapi tidak aku angkat! Dan juga ada suara orang menggedor pintu berkali-kali !" ucap Yasmin mengadu pada suaminya
"Untunglah tidak kamu angkat sayang, karena Olive membuat jebakan untuk kamu dan Mas!
Dia berniat menyandera kamu dan juga maura!" ucap Bara dengan wajah penuh amarah
"Sebenarnya apa yang terjadi sih mas?
Kenapa Bu oli Begitu jahat pada Maura!!" ucap Yasmin Tak habis pikir
"Entahlah sayang! Mas juga bingung
Padahal sejak dia menuntut harta gono gini, Mas sudah berikan untuk untuk olive setiap bulannya
Sebagai salah satu pemilik saham di perusahaan sebagai hadiah karena telah melahirkan maura!" tutur Bara berkata jujur pada istrinya
"kamu tidak marah kan sayang?" tanya Bara Ragu
"Tentu saja tidak Mas? Perusahaan itu dirintis sejak Mama Maura masih menjadi istri Mas kan!! Artinya Bu Olive juga ikut serta dalam merintis perusahaan itu!!
Ayo Mas ke kamar Maura sudah menunggu sejak tadi" Bara mengangguk dan mengikuti langkah
Istrinya menuju kamar di sebelahnya yaitu kamar mau
"anak Papa lagi apa?" tanya Bara saat masuk ke kamar Maura
"Papa sudah pulang!! Mana makanan kesukaan maura pa?" Maura mencari Apa yang dibawa oleh bara
"emmmmm, sayang kata Papa lebih baik kita makan di luar saja! Kalau dibawa pulang sudah tidak hangat dan kurang enak untuk dimakan!" Yasmin terpaksa berbohong lagi
Dan memberikan kode pada suaminya agar mengerti
"Iya sayang kata penjualnya begitu!" sahut bara menegaskan ucapan Yasmin
"Ya udah kita makan di luar saja bersama! Ayo Ma Pa Maura lapar!" ajak Maura pada mama dan Papanya
"Iya sayang Mama ganti baju dulu ya!" ucap Yasmin meninggalkan kedua anak dan papa itu
barang melihat apa yang sedang dilakukan Maura
Sedangkan Yasmin bergegas untuk mengganti pakaiannya
Dan tak Berapa lama berselang Yasmin sudah selesai dengan berganti pakai
"sayang, Mas ayo kita berangkat !" Yasmin memanggil anak dan suaminya
Tiba-tiba
Huuuuu*eekkk......huuuuu**ekkk
Yasmin berlari ke kamar mandi
"Pah Mama kenapa?" tanya Maura pada barra
"Mungkin Mama sakit sayang papa liat dulu ya!" Bara meninggalkan Maura
Dan menyusul istrinya yang sedang mem*ntahkan sesuatu di dalam kamar mandi
"sayang kamu kenapa? Kita ke dokter ya?"
Barang mengusap-ngusap punggung yasmin
"sepertinya Kepalaku pusing Mas, badanku juga sangat lemas!!" jawab Yasmin yang terlihat pucat
"ya sudah kita ke kamar saja ya?" ajak bara memapah istrinya
__ADS_1