
"emmm,,, apa ini!" yasmin merasa tubuhnya terasa berat
Kepalanya juga sulit bergerak
"aaaaaa,,,, siapa kamu!!!! Tolong!!" yasmin berteriak ketakutan
Entah siapa yang sedang memeluknya erat sekarang ini
"tolong! Huuuuuuhuuu" yasmin pun menangis
"hahahahaha!" barra tertawa geli mendengar istrinya meminta berteriak
Pertama, kamarnya kedap suara dan juga yasmin lupa yang bisa masuk ke kamarnya hanya yasmin dan juga barra
Mungkin efek bangun tidur kali ya
"mas! Mas kamu ngagetin aja sih! Keseeeellllll!" yasmin memutar badannya yang gemetaran karena ketakutan
"iya sayang!"
Eemuuuaaaaachhh
"mas kangen banget!" ucap barra mengecup bibir yasmin
Yang meski bangun tidur mah tetap aja wangi kalau dah cinta mah
Barra memeluk yasmin erat
Yang dipeluk juga diam saja seolah merasakan hal yang sama
"kamu ngga kangen aku hemmmm? Atau seneng nih ditinggal lama-lama!" barra menatap mata indah yang dimiliki yasmin.
"pasti kangen mas, tapi kan kamu kerja
Aku harus gimana?" tanya yasmin nyaman menyadarkan kepalanya di dada bidang barra
"lain kali harus ikut! Mas ngga mau lama-lama juah darimu!" ucap barra
"hemmm pasti akan mengganggumu jika aku ikut!" jawab yasmin
"jika tahu resikonya!" sahut barra
__ADS_1
Keduanya masih terdiam dan saling menikmati kerinduan yang mulai terkikis
"hari ini mas ngga ke kantor?" tanya yasmin
"engga sayang, mas mau ngilangin capek dulu dirumah, pastinya masih mau ditemani sama istri mas!" ucap dengan penuh bahagia
"tapi aku siapin maura dulu ya mas!" izin yasmin tak lama lagi pasti maura akan menggedor pintunya jika tak segera keluar kamar
"engga! Hari ini khusun buat mas aja. Maura ada mba mia !
Mas udah kasih tahu tadi pagi!" jawab barra
"mas ngga mau sarapan dulu! Baru nanti istirahat lagi?" tanya maura
"maunya sarapan kamu!
Tapi badan mas rasanya tak mampu!" ucap barra
"ihhh kenapa sih ngga ada hari yang ngga mesum aja pikirannya!" yasmin memukul punggung barra
"tidur dulu boleh ngga? Sarapannya nanti aja!" ucap barra yang masih mengantuk
"boleh mas, aku temani sampai mas tidur!" jawab yasmin
Semalaman yasmin juga tak bisa tertidur memikirkan suaminya,
Biasanya selalu menyediakan tanggan besarnya untuk bantalan tidur dan kecupan manis penghantar tidur
Maura yang sudah diberikan pengertian oleh pengasuhnya sangat patuh dan tak mengganggu orang tuanya yang sedang beristirahat
Karena sore nanti papanya janji akan mengajaknya liburan ke rumah neneknya
******
"pak maaf ada tamu untuk pak barra, tapi pak barra nya tidak datang! dan tak bisa saya hubungi pak!" ucap rena pada tama yang tetap masuk
Namun berangkatnya lebih siang dari pada biasanya
"wanita atau laki-laki?" tanya tama
Yang sepertinya tahu itu tamu bukan urusan kantor.
__ADS_1
Rena selalu bisa menghandle jika ada klien sebelum barra dan tama datang
"wanita pak! Saya minta tunggu diruangan saya tidak mau!" jawab rena
"oke! Kamu kembali ke ruanganmu saja, biar saya yang temui!" tama menaruh tasnya diruangan dan menuju ruangan barra
"ada yang bisa saya bantu?" tama menanyai seorang wanita berambut pendek sebahu yang membelakanginya
"kemana barra? Pengecut sekali tak berani menemuiku!" ucap wanita itu yang berdiri dengan raut wajah kesal tak mendapati apa yang ingin ia temui
"katakan saja urusanmu! Akan saya sampaikan!" ucap tama tak mau berbasa-basi dengan mantan istri bossnya
"lancang sekali, bawahan mencampuri urusan tuannya! Dimana barra?
Kenapa dia menjual rumah tanpe persetujuanku!" oliv datang karena tak dapat menghubungi barra dan juga tak bisa menemukan barra di rumah lama saat keduanya menikah
"saya kasih kesempatan bicara sekali, atau satpam akan mengusir anda sekarang juga!" tama tak mau urusannya makin panjang
Karena tahu bagaimana karakter mama kandung maura itu
Bahkan dulu tama sempat digoda oleh oliv. Untung saja tama tak segitu teganya menghianati sahabat dan bosnya sendiri
"heemmm aku suka sikap tegasmu ini!" olif mengintari tama dan hendak mencium tama
"jangan buat kesabaran saya habis! Saya kasih kesempatan karena maura!" ucap tama yang geram namun ditahannya
"oke! Langsung saja, aku mau minta jatah harta gono-gini dari barra
Baik perusahaan maupun aset lainya!
Dia terlalu serakah menikmatinya sendiri, bukan?" ucap oliv dengan percaya dirinya
"akan saya sampaikan pada barra, dia sedang cuti bersama anak dan istrinya jadi tak bisa diganggu sekarang!" ucap tama
"silahkan tinggalkan tempat ini, karena saya harus kembali kerja, terima kasih!" lanjut tama membukakan pintu dan meminta oliv agar keluar ruangam barra
"silahkan bu!" ucap tama dengan tatapan penuh amarahnya
"oke, kali ini aku menurut tampanku, lain kali kita bisa lakukan yang lebih!" ucap oliv meinggalkan ruangan barra dengan senyum menggoda
"rena, lain kali jangan bukakan pintu ruangan pak barra pada orang yang asing, dan satu lagi jika wanita tadi datang lagi.
__ADS_1
Suruh agar tetap tunggu diloby sampai saya atau pak barra datang!" perintah tama pada sekretaris barra
Tama takut oliv akan melakukan sesuatu yang membuat perusahaan barra hancur