Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
istri ngambek


__ADS_3

"pa, ma besok maura ambil raport, mama sama papa bisa datang kan?" ucap maura memelas


ini kali pertamanya mengambil hasil ujiannya dan memiliki orang tua lengkap


"pasti dong, mama akan datang sama maura besok!" jawab yasmin pada maura


"papa gimana?" barra tak memberikan jawaban hanya diam saja sejak tadi


"buat kalian berdua apa sih yang ngga papa lakukan!" jawab barra so sweet


"ahhh yang bener! Kalau liburan boleh kan ya?


Maura mau ikut mama kerumah nenek ngga?" sindir yasmin


Sejak menikah keduanya belum benar-benar menikmati masa bulan madu dan libur kerja


Barra masih saja sibuk dan kini sudah hampir satu bulan lamanya


Yasmin tak diajaknya pergi atau sekedar piknik keluarga


"mama mau pulang kampung emang?


Boleh juga kalau maura libur, kita bisa pergi kesana


Nanti papa ambil cuti! Apa kalian setuju?" tanya barra seolah mengerti yasmin ingin mengunjungi orang tuanya


"mau pa, maura mau ke rumah nenek dan kakek!" sahut maura dengan hati senang


"kalau mama?" tanya barra dengan menatap yasmin


"aku sih yes!" jawab yasmin dengan nada datar


"tapi, jatahnya double ya kalau mas ambil cuti!" bisik barra ditelinga yasmin agar tak terdengar oleh maura


"masss!" reflek yasmin berteriak dan memukul punggung barra


"auuu maura papa dipukul mama!" barra mengadu pada maura berpura-pura kesakitan


"papa nakal sih buat mama marah!" ucap maura membela yasmin


Yasmin menjulurkan lidahnya meledek barra


"awas ya kalian, papa kurangi uang jajannya!" ancam barra


Dan ia melupakan sesuatu

__ADS_1


"ya ampun! Mas lupa! ayo ikut,


Maura sama mba mia dulu ya. Papa ada urusan penting sama mama" ucap barra lalu menarik yasmin


Yang kebingungan


"oke pa!" jawab maura yang tak pernah rewel san selalu patuh ucapan papanya


"mas, tunggu dulu! Ini ada apa sih?" yasmin tetap mengikuti suaminya yang mengajaknya masuk.ke dalam.kamar


"mas jangan sekarang, kan bisa nanti malam mas!" ucap yasmin kesal


Padahal sekarang cukup jarang bermain dengan maura


Karena papanya yang lebih mau banyak ditemani


"kamu bicara apa sih sayang! Ayo duduk dan jangan kemana-mana!" barra meninggalkan yasmin duduk di sofa yang ada dikamarnya


"mas!


Mas aku keluar ya. Lama banget sih ngapain?"


Yasmin menghampiri barra yang tak bersuara


Yasmin khawatir pada suaminya.


"kan mas bilang suruh duduk aja! Ayo" barra menuntun yasmin dan menariknya agar duduk dipangkuan barra


Bak film bollywood


"ini pegang!" barra mengambil sebuah kartu pipih berbentuk kotak


"buat apa mas?" tanya yasmin makin bingung


"maaf mas baru menyadari ternyata nafkahnya belum sempurna,


Ini tiap bulan limitnya lima puluh juta


Bisa buat kebutuhanmu, maura dan apapun yang kamu mau" barra menjelaskan fungsi kartunya


"ini satu lagi, kalau ada keperluan dapur atau sehari-hari san gaji para karyawan di rumah!


Setiap bulan mas tranfer lima puluh juta, kalau habis tinggal bilang aja!" barra memeberikan total dua kartu pada istri barunya


"mas ini banyak banget, aku masih punya tabungan kok!" tolak yasmin

__ADS_1


Dirinya menikahi barra bukan uang semata dan ia merasa tak enak


Jika barra memberikan uang bulanan berlebih


"ini tak seberapa sayang, tabunganmu simpan saja hidupmu saat ini dan selamanya adalah tanggung jawab mas.


Jadi terima ini dan gunakan dengan baik.


Atau mas akan marah jika kamu tak mau menerima nafkah dari mas!" barra meletakan dompetnya di meja dan memeluk yasmin


"terima kasih ya mas, aku akan kelola uang ini dengan baik!" jawab yasmin


Sekilas yasmin melirik dompet barra yang teegeletak


Raut wajahnya berubah seketika


"makasih aja nih! Ngga di cium atau dikasih Dp buat nanti malam?" goda barra


Namun yasmin tetap.diam tak seperti biasa akan protes atau memukulnya jika barra menggodanya


"aku mau liat maura dulu mas, besok apa aja yang perlu dibawa!" yasmin melepaskan pelukan barra dan beranjak meninggalkan barra begitu saja


"sayang! tunggu!!" barra memanggil pun tak dihiraukan oleh yasmin yang sudah keluar pintu kamar


Lalu masuk ke kamar maura


Barra mengira istrinya tak mendengar panggilannya


Memang yasmin sangat menyayangi maura, sehingga tak ada perasaan apapun mencurigai perubahan sikap yasmin


"sayang, mama boleh tidur disini malam ini?


Takut besok kesiangan ngga ada yang bangunin!" ucap yasmin pada maura


"boleh mama! Maura senang sekali mama mau bobo sini!" maura memeluk yasmin dan meminta di ceritakan dongeng


Barra yang ditinggalkan yasmin cukup lama akhirnya keluar dari kamarnya dan mencari ke kamar maura


Barra tak jadi masuk.saat melihat adegan romantis antara anak dan ibu yang sangat mengharukan


Barra kembali ke kamarnya menunggu yasmin kembali.


Hingga tengah malam barra masih terjaga dan tak kunjung datang istrinya


Ia beranjak melihat yasmin dan maura, keduanya telah tertidur lelap

__ADS_1


Barra mengangkat yasmin ke kamar dan meminta pengasuh maura untuk tidur menemani anaknya


Yasmin yang telah lelap tak sadar jika kini sedang melayang di udara karena di gendong sang suami


__ADS_2