Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
Liburan


__ADS_3

"maura, mau punya adik kan?" barra bertanya pada maura sambil menemaninya sebelum tidur


Yasmin sedang membereskan dapur selesai makan malam


"mau pa, mau punya banyak biar rumah ramai pa!" jawab maura dengan semangat


"heemmm, kalau gitu maura mau ya, papa dan mama tinggal hanya tiga hari sayang. Nanti maura nenek, oma dan opa nyusul mama dan papa!" ucap barra hati-hati


"oke, maura mau tapi pa!" maura terlihat murung


"kenapa sayang? Kalau maura ngga izinin papa dan mama ngga berangkat kok!" ucap yasmin yang tiba-tiba datang


Dan sedikit mendengar percakapan anak dan papanya


"boleh ma, tapi adiknya yang banyak ya!" ucap maura bocah polos tanpa dosa


yasmin membelalakan mata, ia tahu siapa dalangnya


"sayang, mama dan papa hanya bisa berusaha ya nak. Maura doa'in aja oke!" jawab yasmin sedang barra hanya mematung


Pasti akan kena omel istrinya nanti


"iya ma, maura mau kok tapi jangan ditinggal sama mama oliv" ucap maura


Yang merasa takut jika ia sengaja ditinggal agar mau bersama oliv


"ngga sayang, mama dan papa ngga akan maksa jika maura tidak mau.


Sekarang bobo udah malam ya!" jawab yasmin yang lega


Ternyata maura tak merengek atau mencegahnya


"oke ma!" jawab anak pintar itu


Tak lama maura memejamkan matanya dengan elusan dan usapan mama papanya


"ayo sayang kita juga istirahat, biar nanti mba mia aja yang temani maura!" ajak barra


"beneran istirahat loh ya mas?!!" sahut yasmin menegasakan


"beneran sayang! Ayo!!" barra menggandeng tangan yasmin tak sabar mengajaknya ke kamar


Dan sesuai janji keduanya langsung terlelap dan menggapai mimpi indah bersama


****


Tepat pukul 03.00 dini hari


Suara alarm barra berbunyi, ia sengaja menyetel alarm ponselnya agar tak kesiangan


Yasmin masih terlelap dengan wajah cantiknya


Barra bersiap dengan perlahan dan membangunkan yasmin


"sayang ayo bangun, maura udah kesiangan!" ucap barra dengan menahan senyumnya

__ADS_1


"haahhh, kesiangan mas. Bentar aku siapin maura dulu!" yasmin panik


"ngga usah kamu bersiap saja. mandi dan ganti baju yang sudah mas siapkan


Kita akan pergi.


Mas tunggu ya sayang!" ucap barra penuh cinta


Yasmin antara tak sadar mengikuti ucapan barra dan segera bersiap.


Dengan make up tipis natural dan mengenakan baju yang barra arahkan


Setelah selesai barra muncul dari luar kamar


"ayo sayang!" barra menuntun yasmin yang pastinya masih sangat mengantuk dan tak sempat melihat jam


"kok masih gelap mas, kita mau kemana?


Maura mana?" tanya yasmin yang makin bingung


"udah ayo masuk, nanti kamu tahu kita akan kemana!" barra sebelumnya menitipkan maura pada tama yang rumahnya hanya disebelahnya


Dan juga nanti mamanya akan menemani maura


yasmin tak diberitahu sebelumnya jika liburannya akan berangkat secepat itu


Ia hanya diberitahu akan pergi berlibur


Yasmin berfikir mungkin barra akan ada kerjaan diluar kota yang mengharuskan yasmin mendampinginya


Dan beberapa saat tiba di bandara


Karena masih mengantuk berat yasmin yang duduk di kursi buisnes class


Langsung tertidur tanpa basa-basi


Matanya masih sangat lengket dan tak bisa tertahan lagi


Barra hanya tersenyum dan membelai istrinya dengan lembut agar makin tertidur pulas


*****



"sayang,,,


Bangun dong! Mau seharian di kamar aja emang?" barra membangunkan yasmin yang masih terlelap


Tempat yang dituju oleh keduanya tak memiliki perbedaan waktu yang jauh


Dan rute perjalanan hanya sekitar tiga atau empat jam


"mas!" yasmin menoleh kanan kiri dan seingatnya ia masih di pesawat


"ini dimana mas?" yasmin melihat pemandangan disamping kamarnya yang begitu indah laut lepas

__ADS_1


barra menghampiri yasmin yang masih terkagum di tempat tidur


Dan masih nyaman dengan kasurnya



"kamu suka sama tempatnya?" tanya barra memeluk yasmin dan keduanya saling menatap dan tertawa bahagia


"engga!" yasmin geleng-geleng menjawab pertanyaan barra


"hemmm, gagal berarti mas kasih kejutan!" barra tak merasa tersinggung


Masih banyak lagi kejutan untuk sang istri


"ngga juga!


Aku suka sama yang bawa aku kesini!" jawab yasmin dengan tersipu malu


"kamu mau menggoda mas hemmm? Kali ini mas masih berikan waktu kita bersantai hari ini dan menikmati keindahan yang menyejukan mata!"


Ucap barra sambil mengecup bibir yasmin


Barra mengajak yasmin ke balkon kamar agar lebih terlihat lagi pemandangan yang menakjubkan


"bagus banget mas! kita liburan atau mau kerja ini mas?" yasmin membalikab badannya menghadap barra


"maunya?" jawab barra membuat yasmin kesal


"mas, serius!!!" ucap yasmin manja


"hemmm, liburan sayang. Tapi juga ada kerja kerasnya!" sahut barra memperat jarak keduanya


"mas sudah turuti kita liburan berdua, jadi apa bayaran buat mas?!" barra menatap mata yasmin yang terlihat jika ia sedang panik


"masa sama istri minta bayaran! Ya udah mau apa?" tanya yasmin sembari mendorong dada keras barra


Yang juga tak berpengaruh barra tetap bertahan tanpa jarak dengannya


Meski sudah melakukan hubungan suami istri beberapa kali.


Tetap saja ini benar-benar membuat yasmin gugup


Dengan pesona suaminya


"kalau mas jawab sekarang artinya kamu harus siap!" jawab barra dengan mengedipkan sebelah matanya


Yasmin makin tak berani menatap mata tajam barra yang seolah ingin menerkam


"mandilah, sebentar lagi sarapan datang!" barra merenggangkan jarak keduanya


Ia berbalik badan dan tersenyum lebar


suara detak jantung yasmin sampai terdengar karena kegugupannya


Dan barra yakin yasmin juga mencintainya sebesar apa yang ia rasakan

__ADS_1


Tanpa banyak bicara yasmin berlari ke kamar mandi dan menenangkan hatinya yang tak beraturan


__ADS_2