Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
bertemu lagi


__ADS_3

"pagi pak!" rena menyapa barra yang baru datang dan.masuk keruangannya


"rena siapkan kopi!" titah barra pada sekretarisnya


"baik pak!"


"tam keruangan saya segera!" barra tak menyia-nyiakan waktunya


Setelah membuka laptop ia menghubungi tama agar keruangan barra


"katanya cuti pak?" tama masuk ke ruangan barra


"maura ngga mau ditungguin,


hari ini saya mau ke pabrik lagi. Kemarin masih ada hal yang belum saya ketahui kecocokan dengan laporan.


Masih ada yang mengganjal!" ucap barra yang mencurigai ada kecurangan


"saya siapkan mobil dulu!" ucap tama tak banyak biacara


Sembari keluar ruangan barra, tama meminta rena menyiapkan dokumen yang dibutuhkan


Dan meminta supir kantor untuk bersiap karena barra akan ke pabrik melanjutkan sidak nya yang masih belum selesai


"pak mobil sudah siap, dokumen sudah dibawa rena ke mobil!" ucap tama cekatan


Hal yang paling disukai oleh barra


Keduanya bertemu saat barra mulai merintis karirnya.


Selain sabagai asisten tama diberi jabatan sebagai wakil CEO yang dapat menggantikan barra jika tidak bisa hadir


Berkat kerja keras dan kesetian tama padanya


barra menggangguk dan berjalan menuju mobil


*****


"kemana pak bowo?" tanya bara saat tiba di kantor dan tak mendapati pimpinan pabrik berada ditempat


"ada di gudang pak! Mari saya antarkan" jawab wakil pimpinan yang terkejut

__ADS_1


Baru kemarin pemilik perusahaanya itu datang kini datang lagi


Barra dan tama mengikuti arahan dan bertemu dengan pak bowo yang sedang mengawasi langsung pekerja di gudang


"pak barra! Maaf saya tidak menyadari kedatangan bapak!" pak bowo juga terkejut


barra menelusuri bagian gudang dan menemukan timbunan bahan baku berupa coklat bubuk yang sudah tak layak digunakan


Dilihat dari warna dan aromanya


"kenapa ada disini?


Siapa yang menimbun ini!!!" barra melemparkan satu karung coklat bubuk yang sudah berbau tak sedap


"kami sedang lakukan pemeriksaan pak! Dan itu baru kami temukan


Kemungkinan stok lama dan tertimbun yang baru!" jawab seorang petugas gudang


Yang bekerja mengambil dan memasukan bahan baku ke gudang


"lalu apa saja kerjamu jika baru saat ini ditemukan. Kamu sengaja mau membuat pabrik saya bangkrut!" barra memarahi petugas gudang yang seolah tak bertanggung jawab


"maaf pak, sepertinya itu bukan dari hasil perkebunan kita dan juga saya periksa jenisnya berbeda dengan yang biasa kita produksi!" jawab pak bowo


"kumpulkan semua yang bertanggung jawab membawa bahan baku dari perkebunan sampai ke gudang.saya tunggu diruang rapat segera!" barra meninggalkan gudang dengan wajah marah


Perusahaanya memang baru tiga tahun terakhir ini berkembang pesat. Sebelumnya barra mulai merintis saat anaknya lahir dan kebutuhan yang meningkat


Ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanya dan memanfaatkan ilmu yang dia dapatkan di masa kuliah dulu


Mencoba peruntungan menjadi pengusaha


Yang diawali membuat koprasi untuk para petani kakao


Lambat laut barra mengembangkan usahanya dibidang pabrikan coklat


Barra ke ruang rapat menunggu staffnya. Tak sengaja barra melihat sosok yang tak asing dibalik jendela ruang rapat itu


"siang pak, ini kopinya!" ucap maura


Iya maura diterima kerja sebagai karyawan magang untuk tugas dari kampusnya

__ADS_1


"kamu ngapain disini?" barra menunjuk maura yang seperti sebelumnya tiba-tiba muncul


"saya kerja lah pak, masak main-main disini!" jawab maura tanpa rasa takut tak tahu siapa yang diajaknya becanda


"bapak sendiri ngapain kesini? Ohh pasti orang kaya mau beli coklat satu pabriknya ya.


selamat siang pak!" pamit maura yang kesal dengan sikap orang kaya yang suka borong-borong makanan atau tempat semaunya sendiri


"tunggu dulu, terima kasih waktu itu saya belum sempat mengucapkannya!" ucap barra membuat maura berbalik arah


"bapak berterima kasih sama saya? Tidak perlu pak. Bapak tidak memberikan hukuman pada warga saya juga berterima kasih" maura membungkuk dan keluar dari ruangan rapat meninggalkan barra dan tama


"jodoh tak perlu dikejar datang sendiri!" ucap tama yang sejak tadi hanya diam memandang wajah cantik maura


"jodoh,, jodoh bapakmu!!" umpat barra


"bapak ku udah ngga kuat berdiri, anaknya saja siap pakai!" balas tama


cchhhhh


Barra berdecih mendengar ucapan tama


Tak lama para staf memasuki ruangan


Dan rapatpun di mulai.


Tapi ada yang membuat barra tak berkonsentrasi penuh


Maura ikut dalam rapat sebagai notulen dan mencatat semua kegiatan rapat saat itu


Entah karena ingin pujian atau sok keren barra memimpin rapat dengan sangat santai namun bijak tak seperti biasanya yang mencekam


Satu persatu masalah dibahas dan dicari solusinya.


Hingga semua selesai dan ada kesalah pahaman antara petugas gudang dan juga pengantar bahan baku yang menyebabkan barang ada yang rusak


"sementara ini alasan dan masalah sudah dapat kita hadapi. untuk lain tolong kerja samanya demi kelancaran pekerjaan masing-masing!


Rapat ini saya tutup!"


Barra memperhatikan maura yang hanya sibuk menulis dan mengetik tak memperhatikannya sedikit pun

__ADS_1


"selamat siang!" barra meninggalkan ruang rapat diikuti tama yang melirik maura sebelum keluar ruangan rapat


__ADS_2