
"mau kemana kak, ini kan hari libur?" tanya brian pada barra yang sudah sangat rapih
"mau tau aja urusan orang" bara sudah membuat janji dengan salah satu petinggi kampus untuk bertemu dan berdiskusi
"ma, pa barra ada janji sama klien. Maura papa berangkat sayang!"
Pamit barra terburu-buru tak sabar ingin menemui sang pujaan hati
Kali ini barra yakin setelah lama berfikir dan merenung. Tak ada lagi olif dihatinya
Dan bayang-bayang yasmin lah yang terus mengikuti langkahnya
*******
"selamat pagi prof" sapa barra
Setelah sampai dan masuk dalam ruangan kantor
"pagi pak barra, biasanya kami yang datang ke kantor bapak, terima kasih sekalu sudah mau berkunjung!" ucap prof yusman
"sesekali saya ingin melihat kampus yang menghasilkan banyak SDM yang berprestasi prof" jawab barra singkat
Keduanya membahas tentang kerjasama yang sudah beberapa tahun terjalin antara kampus dan perusahaan barra
Setelah berbincang-bincang masalah pekerjaan. Barra minta diajak berkeliling ruang belajar dan tentunya ada niat terselubung dalam hati barra
Istilah kerennya modus begitu kurang lebih
"saya ada kelas pak barra mohon maaf staf saya yang akan mengantarkan!" ucap prof yusman
"tidak masalah prof, terima kasih banyak waktunya" barra
Melihat setiap kelas dan belum dijumpainya wajah cantik yang dirindukannya.
"miss yasmin tunggu sebentar!"
Tak salah lagi pasti yang dipanggil tadi adalah yasmin yang barra cari
barra menoleh dan benar saja,
Yasmin sedang memberikan arahan pada salah satu mahasiswanya
"pak bisa saya bercara sebentar dengan miss yasmin! Beliau pernah magang ditempat saya kerja dulu" ucap barra
"silahkan pak! Saya tunggu di bawah saja kalau begitu"
__ADS_1
"miss yasmin!!"
Barra memanggil yasmin seperti mahasiswa memangil namanya.
"pak barra! Apa kabar pak? Bagaimana kabar maura sekarang?" yasmin terlihat sangat ramah dibanding sebelumnya
Mungkin tuntutan pekerjaanya juga membuatnya seperti itu
"baik, kami baik-baik saja. Bisa ngobrol sebentar?" tanya barra
Tak.mau membuang kesempatan
"saya istirahat satu jam lagi pak, kalau sekarang masih ada kelas karrna dosennya berhalangan hadir!" ucap yasmin
"saya tunggu! Jika sudah selesai bisa temui saya diloby? Atau ini nomer ponsel saya ada dikartu ini. Kirim saja pesan biar saya kesini lagi!" ucap barra sangaymt serius
Hingga membuat yasmin takut
"baik pak! Akan saya kirim pesan nantu jika sudah selesai!" yasmin kembali ke kelas dan melanjutkan mengajar
Sementara barra gelisah menunggu yasmin
Satu menit berlalu begitu lama bagi barra
**
Dia berharap barra sudah pulang namun nyatanya dia tertidur didalam mobil dan satu-satunya mobil yang paling mewah berada disana.
Karena hari libur hanya beberapa kelas saja yang masuk
"ohh iya tidak apa-apa, jam berapa sekarang?" barra keluar dari mobil dan melihat jam susah lewat makan siang
"sebagai permintaan maaf saya traktir bapak makan siang bagaimana? Tapi jangan restoran mahal ya pak!" ucap yasmin
"apa saja pasti saya makan!" barra yang dulu pernah hidup sederhana
Tak masalah baginya urusan makanan
"jalan kaki saja pak, dekat dari sini!" ajak yasmin
"boleh juga!" barra begitu patuh mengikuti langkah yasmin
"kapan produk coklat terbaru ada lagi pak, saya salah satu penggemar coklat bapak loh!" ucap yasmin
Sembari berajalan beriringan
"kamu maunya coklat apa?" tanya barra spontan
__ADS_1
"kayaknya kalau ada coklat berbentuk permen yang bisa dibawa-bawa tanpa ribet gitu enak kali ya pak!" yasmin menguluarkan idennya
"boleh juga dicoba, nanti kamu jadi yang pertama mencoba jika itu berhasil!" janji barra
"benarkah? Wahhh ngga sabar pak!" tanpa sadar yasmin memegang tangan barra karena terlalu senang
"maaf pak, ngga sengaja!" yasmin melepaskan tangganya
"sengaja juga ngga apa-apa!" gumam barra
"kenapa pak?" tanya yasmin
"engga, masih jauh ngga tempat makanny kaki saya mulai.pegal ini!" barra beralasan
"itu didepan pak, ayo kita menyebrang!" ajak yasmin lagi-lagi menggandeng tangan barra karena takut.
"mau makan apa pak?" yasmin sadar dan ingin melepaskan tangan
Tapi ditahan oleh barra
"biarkan saja! Pesankan yang menurutmu enak!" ucap barra terus menggenggam tangan yasmin ditempat umum
"pak!" panggil yasmin
"hemm, kenapa? Mau disuapin?" goda barra
"tangan saya pak, saya ngga bisa makan!" tegas yasmin membuat barra melepaskan tangganya
Orang sekitar pun melirik pasang serasi menurut mereka
"maaf, habisnya nyaman sih!"
Blusss
Pipi yasmin memerah dan merasa panas
Barra berhasil membuat yasmin salah tingkah dengan ucapannya
"ingat umur pak!" yasmin membalas barra
"tapi kamu suka kan yang sudah matang?" lagi-lagi barra membuat yasmin tersedak
"pelan-pelan sayang!" rayuan maut duda yang lama tak meraskan cinta
"pak!" tegur yasmin tak terima di panggil sayang
" iya maaf, ayo makan. Saya antar pulang!" barra tak mau ada penolakan
__ADS_1