
"selamat pagi pak!" sapa rena pada barra
Yang baru saja tiba dikantor
"pagi, panggil tama suruh keruangan saya!" titah barra pada rena
"baik pak!"
Barra masuk ke ruangan kerjanya dan memeriksa file dan dokumen.
Setelah diberitahu oleh tama jika oliv datang ke kekantor barra
"katanya mau langsung liburan sama yasmin!" ucap tama tiba di ruangan barra tanpa mengetuk
"oliv bilang apa aja kemarin?
Semalam ada paket dari oliv untuk yasmin dan maura!
Ini aneh sekali!" ucap barra curiga pada mantan istrinya
"tidak banyak! Dia hanya ingin pembagian harta saja.
Tapi cukup aneh jika tiba-tiba dia baik. Kemarin dia seperti orang kesurupan, mengamuk disini!" jawab tama apa adanya
Sesuai dengan pendapatnya
"harta? Aneh sekali. Sudah ku berikan sejumlah uang dan modal untuk salonnya
Kenapa sekarang bahas harta!
Saya jadi ngga tenang mau liburan sama yasmin!" barra takut oliv akan merebut maura
"tenang saja, saya sudah minta orang buat mengikuti oliv dan belum ada kabar yang mencurigakan sampai saat ini!" jawab tama
"pergilah, ajak yasmin liburan! Jangan hanya pekerjaan saja pikiranmu.
Biar ku urus oliv dan perusahaan sampai kau kembali!" lanjut tama
Yang mendapatkan saran dari istrinya agar barra lebih perhatian kepada keluargannya
"baiklah. Saya akan selesaikan pekerjaan yang tak bisa diwakilkan.
Nanti malam saya akan langsung ke luar negeri bersama yasmin!" ucap barra
Dan disetujui oleh tama yang meninggalkan barra dengan pekerjaannya
Barra yang sangat sibuk hingga lupa mengabari istrinya dan ponselnya pun kehabisan daya tanpa diketahuinya
Hingga sore hari
"pak apakah hari ini akan lembur?" tanya rena yang sudah bersiap karena waktu jam pulang kantor sudah tiba
Bahkan barra tak memakan makanan siangnya yang disiapkan rena
__ADS_1
"jam berapa ini?" barra melihat jam ditangannya dan "kamu pulang saja dulu, saya sebentar lagi!" lanjut barra
"baik pak, saya permisi!" rena keluar ruangan barra dan pulang ke rumahnya
"bar, mau bareng ngga pulangnya?" tanya tama
Keduanya menjadi tetangga dan mempermudah urusan pekerjaan
"iya sebentar, saya matikan dulu laptopnya!" jawab barra sembari beberes
"selamat sore!" suara wanita tiba-tiba datang
"ngapain kamu kesini?" tanya barra kesal
Lelah karena pekerjaan dan kini masalah datang
"galak amat mantan suami! Maaf menggangu waktunya!
Hanya sebentar saja, barra izinkan aku menemui maura.
Kalian kan baru menikah jadi pasti butuh juga waktu berdua kan?
Aku janji akan rawat maura dengan baik.
Aku sedang sakit bar, aku ngga tahu sampai kapan aku hidup!" ucap oliv dengan wajah sendu dan menahan tangisnya
Entah hanya pura-pura atau memang benar adanya
"saya sudah bilang jangan datang ke kantor lagi!" gertak tama
"barra jangan sampai terpengaruh oleh wanita busuk ini!" ucap tama kesal
"apa buktinya jika ucapanmu benar!" barra meminta tama untuk diam dan gilirannya mengintrogasi oliv
"ini surat dari dokter bar, aku ngga bohong!
Tolong kasih kesempatan buatku meminta maaf dan menikmati sisa hidupku untuk merawat maura.
Aku mohon bar!" oliv menangis tersendu dan memberikan selembar surat keterangan dari rumah sakit
"lalu apa maksudmu mengirimkan paket ke rumahku,
Darimana kau tahu rumah kami!" tanya barra penasaran
Dan juga ada segelitir rasa kasihan pada oliv
Wanita yang dulu pernah ada dihatinya
Dan pernah menjadi bagian hidupnya
"aku tanya pada mama sarah, maaf bar. Aku hanya ingin minta maaf dan juga bertemu dengan maura!" ucap oliv jujur
"bagaimana dengan harta yang kamu sebut² kemarin?
__ADS_1
Jangan mengelabuiku!" barra masih tak mau percaya
"apa bukti ini kurang cukup!
Ayo kita ke rumah sakit dan periksa ulang.
Aku ngga butuh lagi harta. Aku hanya ingin maura bersamaku bar!" oliv berlutut memohon
Dan ini bukanlah kebiasaan seorang oliv, yang mau meminta maaf apalagi berlutut dihadapan orang lain
"bar, jangan mudah percaya!" tama mengingatkan
"saya kasih satu kesempatan, besok kamu bisa temui.maura disekolah.
Tapi ingat!
Sekali saja kau buat anakku meneteskan air matanya.
Dan berbuat sesuatu yang membuat keluargaku celaka.
Sampai neraka pun akan ku buat perhitungan denganmu!" ucap barra
Yang akhirnya mengizinkan oliv untuk menemui maura
Tentu saja dengan pengawasan peengasuh dan mama barra
"terima kasih barra!" oliv bangun dan ingin memeluk barra
"pulanglah!
Jangan sampai saya berubah fikiran!" ucap barra menghindar dari oliv dan mengusirnya
Oliv dengan wajah senang keluar ruangan barra
"bar, yasmin mau bicara!"
Deg
Ucapan tama mengingatkan seharian ini barra tak menguubungi istrinya
Pasti membuatnya khawatir
"iya sayang, sebentar lagi mas pulang!
Maaf ponsel mas ternyata habis baterainya!" ucap barra merasa bersalah
"sampai jumpa di rumah sayang! Love you!!" barra mengembalikan ponsel tama dan bergegas pulang
Tanpa sengaja oliv mendengar percakapan barra dengan istri barunya
Ada sedikit rasa iri dihatinya.dulu barra bahkan hampir tak pernah pulang atau pulang larut malam
Karena pekerjaan
__ADS_1
Oliv bersembunyi saat tama dan barra melewatinya