Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
serba dadakan


__ADS_3

"papa! papa udah janji kan buat cari mama. papa ngga bohong kan sama maura?" maura menghampiri barra yang baru pulang dari tempat kerjanya dan lasung ditodong oleh janji palsunya


barra tak tahu bagaimana caranya mempertemukan maura dan ibunya dan dia sudah terlanjur menjajikannya


"maura, papa kan masih lelah nanti setelah papa mandi dan makan malam kita bicarakan lagi ya?" rayu bu sarah pada cucunya. bu sarah sangat mengerti bagaimana barra saat ini rasakan


"ayo kita kedepan sama opa!" ajak bu sarah dan maura menurut saja


barra bernafas lega setidaknya ada sedikit waktu untuknya mencari alasan. barra saat ini lebih sering pulang kerumah orang tuanya dibandingkan rumahnya yang mulai membuatnya merasa sepi


lalu barra menghubungi seseorang


*bagaimana pencariannya?*


* kirim alamat pastinya\, dan pastikan sampai kapan dia disana! sudah saya tranfer sisanya jika pekrjaan sudah beres*


tak sampai disitu barra langsung menghubungi tama


*lagi apa loe? seharian ngga ngantor bosen kerja!* ucap barra saat tama mengangkat panggilan telfonnya


* gue beresin tuh limbah kalau ngga bakal diamuk kedua kali loe* jawab tama tak terima dimarahi barra


namun ia tahu jika saat ini barra sedang butuh tama


*mau cari yang segar-segar?* tanya tama


*gimana caranya kita bisa ke bali tapi bukan liburan! ada ide?* tanya barra berterus terang

__ADS_1


*masih belum move on loe! masih aja ngejar-ngejar wanita bang*s*t macsam dia* tama marah karena ia sangat tahu perjalanan karir dan rumah tangga barra yang salah satunya membuat tama masih enggan untuk menikah


*demi maura\, gue juga udah ngga ngarep lagi sama olif.. udah ngga usah ceramah bantuin mikir* titah barra


*besok deh\, gue lagi mau cari yang segar-segar  besok pagi ide ceremerlang udah siap buat sarapan loe. bye* tama memutuskan sambungan telfonnya


barra mengumpat tama, pikirannya kacau lalu barra mandi dan ikut bergabung bersama keluarganya


"brian kemana ma?" tanya barra tak melihat adiknya


"dia pergi keluar kota mau magang, tadi siang berangkatnya" jawab pak dirman ayah barra


"jauh banget sampe keluar kota kenapa ngga di kantor barra aja ma, pa?" barra tak tahu jika adiknya sudah mulai magang


"katanya mau belajar mandiri, biarkan saja toh dia anak laki-laki ini" ucap bu sarah


"maura jangan bobo malem-malem ya sayang, papa usahakan menepati janji papa, ma. pa nitip maura. barra ada kerjaan" pamit baru dan berlalu menuju kamar


*******


"apa!!!! ke bali besok?" maura menerima informasi jika beberapa pegawai magang akan diminta ikut dalam event promosi produk baru dari perusahaan barra


salah satunya adalah adalah maura yang wajib ikut dalam acara tersebut


"tapi ngga apa-apa, lumayan liburan gratis!" maura kegirangan dan tak lupa berpamitan pada orang tuanya


yang pastinya selalu mendukung keinginan anaknya

__ADS_1


maura menyiapkan baju seragam yang akan dibawanya dan juga beberapa baju santai dengan wajah terus tersenyum


agar besok pagi tak ada yang tertinggal. seteelah semua siap maura tidur dengan lelapnya


*********


"pagi pak" sapa tama yang sudah datang lebih dulu dan meminta pihak bersangkutan untuk mengumpulkan karyawan magang baik dipabrik maupun dikantor untuk tugas luar ke bali.


semalam barra langsung menghubungi tama setelah mendapatkan idenya itu. tama pun membantu sahabat dan bossnya untuk membahagiakan anaknya.


barra datang bersama anaknya yang menggendong boneka dengan hati gembira


sebelumnya barra sudah meminta izin pada guru disekolahnya agar maura tidak masuk selama tiga hari


"semua sudah siap? silahkan menuju mobil kita bertemu dibandara" ucap barra


sedangkan maura kecil melambaikan tangan pada maura besar yang tak disangka bisa bertemu di kantor papanya


"kakak" maura kecil berlari menghampiri maura besar membuat sebagian karyawan heran pasalnya baru sekali ini barra membawa anaknya


"ssstttt...jangan kencang-kencang, kamu ngapain disini?" tanya maura besar


"mau ikut papa kak!" jawab maura kecil dan tak lama barra menarik tangan maura perlahan dan membawanya masuk mobil


tak mau membuat pegawai lain salah paham


"dadah" maura melambaikan tangganya saat digendong papanya  yang membuat para pegawai wanita terpesona dengan sikap barra terhadap anaknya

__ADS_1


__ADS_2