Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 17


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, aku, Ratih dan Tania turun di depan pintu gerbang perumahan permata hijau, Tania melanjutkan perjalanannya dengan ojek online, sedangkan aku dan Ratih melanjutkan dengan taksi.


Ngga berapa lama taksi berhenti disebuah rumah model minimalis bercat hijau tosca, Tampak bi Ning dan Tika yang masih memakai pakaian kerja duduk di kursi teras sedang menemani Daffa yang sedang bermain sepeda roda tiga di halaman rumah,


Tika dan bi Ning memandang ke arah taksi yang berhenti di depan pagar, setelah aku keluar dari taksi mereka baru menyadari.


"Assalamu'alaikum", kataku sambil membuka pintu pagar.


"Waalaikumsalam", jawab Tika dan bi Ning berbarengan. Kulihat Daffa menjatuhkan aepwdanya dan berlari ke arahku, ternyata dia baru menyadari kedatanganku.


"Bunda pulang....bunda pulang", katanya langsung meminta gendong kepadaku.


"Daffa....nanti dong sayang minta gendongnya, kan bunda baru sampai masih cape nak", teriak Tika. Ratih menoleh ke arahku seolah meminta penjelasan.


"Nanti aku ceritakan ya, sekarang masuk dulu yuk", kataku


"Ratih kenalkan, ini Tika sahabatku, ini bi Ning yang jagain Daffa, merekapun saling bersalaman. "dan yang ini Daffa jagoan bunda", kataku sambil menciumi Daffa yang berada dalam gendonganku.


" hayo Daffa Salim sama tante Ratih", kataku kepada Daffa. Daffa pun mencium punggung tangan Ratih sambil berkata", hai Tante Ratih".


"Hai juga ganteng, nama kamu siapa,", tanya Ratih." Nama aku Daffa Tante"

__ADS_1


"Daffa saja", tanya Ratih lagi.


"Daffa ailanngga platama, benel kan Bun", kata Daffa kepadaku untuk meyakinkan.


"Betul sekali sayang, namanya Daffa Airlangga Pratama Tante, umur tiga tahun", kataku.


Setelah selesai mandi dan sholat Maghrib kami berkumpul di meja makan, tadi sebelum pulang aku memang sempet telpon Bi Ning tuk masak lebih karena Ratih mau berkunjung dan menginap dirumah. Selesai makan malam kami menonton tv di ruang tengah beralaskan permadani berwarna coklat. Daffa tiduran beralaskan pahaku sebagai pengganti bantal.


"Bunda....mana oleh-olehnya", tiba-tiba Daffa menagih oleh-oleh yang aku janjikan


"Oh iya ya sayang, tunggu ya bunda ambil dulu ke kamar ya", kataku sambil berdiri dan berjalan menuju kamar, lalu kembali keluar dengan tentengan putih kecil lalu kuserahkan kepada Daffa, sedang tentengan besar yang berisi makanan sengaja aku taruh diatas permadani, sedangkan banana cake aku serahkan ke BI ning untuk dipotong-potong.


"Bunda...ini tuk aku cemua", tanya heran.


"Aku ceneng bunda, bajunya bagus, tapi ngga ucah dua, catu aja bunda, ntal uang bunda abic loh ntal bunda ngga bica beli cucu tuk Daffa", kata Daffa dengan lucunya.


"Ngga apa-apa sayang, kan bunda abis gajian jadi uang Bunda masih banyak, masih cukup tuk beli susu daffa", kataku sambil mengacak-acak rambutnya, dan yang lain tertawa mendengar penjelasanku kepada Daffa.


"Makaci bunda, Daffa cayyaaaang banget cama bunda", katanya sambil menciumi pipiku, aku membalas dengan menciumi pipi gembul Daffa.


"Daffa bobo yuk, udah malam nak", kataku, dan Daffa mengangguk, kulihat dia sudah beberapa kali menguap. Aku pun membawa Daffa ke kamar mandi tuk sikat gigi, cuci kaki dan tangan, lalu membawanya ke kamar, tapi tiba-tiba Daffa berhenti di depan pintu kamar, dan berkata " Tante Tika, Tante Latih Daffa bobo dulu ya", Daffa pun mencium pipi Tika dan Ratih.

__ADS_1


"Iya sayang", kata Tika dan Ratih.


"Aku boboin Daffa dulu ya Tih, Tika tolong temenin Ratih dulu ya", kataku.


Setelah Daffa tertidur, aku keluar kamar, kulihat Ratih dan Tika sedang mengobrol, aku pun ikutan duduk dengan mereka.


"Kamu mau nanya apa tuh ke aku", kataku.


"Aku belum pernah bercerita tentang diriku kepada Ratih Tik", kataku menjelaskan kepada Tika.


"Ohh ya udah kalau gitu aku ke kamar ya", kata Tika.


"Disini aja si Tik, emang kamu sudah ngantuk ya, aku pengen kamu disini sebagai saksi hidupku", kataku lagi.


"Ada-ada aja kamu Kin", kata Tika.


++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Hai teman-teman....Makasi ya yang sudah mampir ke cerita saya, jangan lupa like, vote komen biar saya tambah semangat tuk up nya.


Jangan lupa tuk mampir juga ke cerita say yang berjudul Seputih Kinanti.

__ADS_1


Thanks ya teman-teman, love u♥️♥️


__ADS_2