Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 27


__ADS_3

Daffa dan kheysa asik bermain Bombom car, Daffa ditemani Arga, dan Kheysa ditemani Ivan.


"om kejal Eca om, tablak mobilnya", pinta Daffa kepada Arga.


"oke sayang, kita kejar Kheysa ya, Daffa pegangan yang kuat ya", jawab Arga sambil melajukan mobil mainan itu dan akhirnya menabrakkan mobil itu ke mobil yang dinaiki Kheysa dan Ivan, dan Daffa pun bersorak kegirangan.


"lagi om", pinta Daffa, dan Arga pun mengulangi lagi menabrakan mobil ke mobil Ivan dan Kheysa.


"Sekarang Daffa mau naik apalagi ni", tanya Arga.


"Aku mau naik itu om", kata Daffa sambil menunjuk permainan jets coster.


"jangan ya sayang, om takut ah".


"tadi lagi lenang Daffa mau naik kolam itu ngga boleh, cekalang mau naik itu juga ngga boleh, om ngga cayang ya cama Daffa, katanya om jadi ayah Daffa", Daffa merajuk sambil mulai meneteskan airmata. Arga pun jadi sedih melihat airmata daffa, lalu Arga mengangkat tubuh Daffa dan mendudukkan dipangkuannya.


"Siapa bilang om ngga sayang sama Daffa, om sayang banged sama Daffa makanya om ngelarang Daffa naik itu, om takut Daffa jatuh, kalau Daffa jatuh ntar om sedih, ntar om juga dimarahin sama bundanya daffa, permainan itu untuk anak-anak yang sudah besar sayang, nanti kalau Daffa sudah besar dan lebih tinggi lagi pasti boleh naik itu. jadi sekarang ngga boleh nangis ya", jelas Arga sambil mengusap airmata Daffa.

__ADS_1


"iya om, Daffa cayang cama om, Daffa ngga mau om cedih, Daffa ngga mau om dimalahin bunda", kata Daffa tersenyum.


"anak pintar, kalau sayang peluk om dong", pinta Arga. lalu Daffa melingkarkan tangannya di pinggang Arga dan mencium pipi Arga. begitupun Arga memeluk Daffa dan mencium pipi mbulnya. mungkin kalau anak ku masih ada dia juga seusia Daffa, batin Arga sambil menciumi pucuk rambut Daffa.


"Kalau gitu sekarang om masih boleh jadi ayahnya Daffa dong", tanya Arga, dan Daffa menganggukkan kepalanya.


"Sekarang kita beli es krim yuuk, Daffa mau kan", tanya Arga.


"mau om tapi catu aja ngga boleh banyak-banyak kata bunda, ntal cakit gigi", jawab Daffa. mereka pun berjalan menuju counter es krim.


"Lo sama Daffa udah dapet chemistry nya bro, udah cocok sebagai bapak dan anak", kata Ivan yang berjalan mensejajari langkah Arga sedangkan Kheysa berjalan sambil berpegangan tangan dengan Daffa. mereka pun membeli es krim dan memakannya sampai tuntas, Arga dengan telatennya membersihkan es krim yang belepotan di pipi dan tangan Daffa.


"Van...ke toko itu dulu yukk, gue mau cari baju tuk Daffa, lihat tuh bajunya daffa kotor kena es krim", kata arga. saat melintasi toko souvenir didalam area pariwisata tersebut. Ivan pun ikutan mencari baju tuk Kheysa, setelah dapat Arga langsung membayarnya ke kasir.


"Kheysa juga dibeliin ni ga", tanya Ivan.


"iyalah Kheysa dan Daffa kan sama aja udah seperti anak gue sendiri Van", jelas Arga. Lalu Arga mengganti baju Daffa yang kena noda dengan baju yang baru dibelinya.

__ADS_1


"Om...ini baju capa", tanya Daffa saat melihat baju yang dipakaikan itu bukan baju miliknya.


"itu baju Daffa, om yang beliin tuk kamu, Kheysa juga sama", jelas Arga yang berjongkok sambil merapikan baju yang dipakaikan ke tubuh Daffa.


"makaci om", kata Daffa singkat.


"makasi om alga, bajunya bagus Eca suka", kata Kheysa sambil mencium Arga.


"Kheysa cium om, Daffa ngga cium om juga ni", kata Arga dan tiba-tiba Daffa langsung mencium pipi Arga. Ivan pun tertawa melihat kelakuan kedua bocah tersebut.


"Sekarang kita pulang yuuk, udah sore, kalian sudah puas kan bermainnya", kata Ivan.


"Suuudaaahhhh", kata Daffa dan kheysa berbarengan, akhirnya merekapun pulang dengan hati yang gembira.


+++++++++++++++++++++++++++++++++++


Teman-teman....makasi ya tuk dukungannya, jangan lupa tuk kasih like, vote juga komen per episode biar author semakin semangat.

__ADS_1


Oh iya jangan lupa tuk mampir ke cerita seputih cinta Karina


Thanks readers.... love u


__ADS_2