Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 51


__ADS_3

Kinanti berjalan ke arah dalam gedung meninggalkan Arga sendiri. Dilihatnya Dimas sedang memandangnya dari kejauhan, buru-buru Kinanti menghapus sisa-sisa airmatanya, dia ngga mau Dimas bertanya-tanya jika dia melihat ada airmata di wajah kinanti.


Kinanti melemparkan senyumnya ke arah Dimas.


"Maaf Kinan.....dari tadi saya sibuk dengan teman-teman saya, oh iya tadi kamu jadi makan ngga?" tanya Dimas, Kinanti menggelengkan kepalanya.


"Ya ampun jadi kamu belum makan, maaf ya!" ujar Dimas.


"Ngga apa-apa pak, memangnya bapak sudah makan?" tanya Kinanti.


"Belum juga si." jawab dimas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Yuk sekarang kita makan, kita lihat pak masih ada yang tersisa ngga." ajak Kinanti sambil menarik tangan Dimas dan berjalan ke arah pendopo makanan.


"Alhamdulillah ternyata masih ada pak." kata Kinanti saat sampai di pendopo makanan.


"Andai sudah habis berarti bukan rezeki kita Kinan, dan kamu jangan lupa masa bosmu tega si ngebiarin anak buahnya kelaparan." ujar Dimas tanpa ekpresi. Dan mereka pun mulai mengambil makanan yang mereka inginkan.


"Oh iya Danu kemana ya kok ngga kelihatan? tanya Dimas sambil mengunyah makanannya.


"Bapak si dari tadi nyuekin aja, ya kita jadi cari kesibukan sendirilah." jawab Kinanti.


Dan secara reflek Kinanti dan Dimas memandang ke atas panggung saat mendengar lagu yang dinyanyikan adalah lagu yang sering mereka dengar saat berada di dalam mobil. Diatas panggung berdiri seorang laki-laki yang sangat mereka kenal menyanyikan lagu dari salah satu band ibukota., lalu Kinanti dan Dimas berpandangan sambil tertawa, ngga menyangka kalau Danu yang menyumbangkan lagu itu, dan suara Danu pun cukup lumayan. Kinanti menarik tangan Dimas tuk mendekati area panggung.


Kuterima suratmu


Telah kubaca dan aku mengerti


Betapa merindunya dirimu

__ADS_1


Akan hadirnya diriku


Di dalam hari-harimu


Bersama lagi


Kau bertanya padaku


Kapan aku akan kembali lagi


Katamu kau tak kuasa


Melawan gejolak di dalam dada


Yang membara menahan rasa


Pertemuan kita nanti


Semua kata rindumu


Semakin membuatku tak berdaya


Menahan rasa ingin jumpa


Percayalah padaku aku pun rindu kamu


'Ku akan pulang


Melepas semua kerinduan

__ADS_1


Yang terpendam


Kau tuliskan padaku kata cinta


Yang manis dalam suratmu


Kau katakan padaku


Saat ini kuingin hangat pelukmu


Dan belai lembut kasihmu


Takkan kulupa selamanya


Saat bersama dirimu


Semua kata rindumu


Semakin membuatku tak berdaya


Menahan rasa ingin jumpa


Percayalah padaku aku pun rindu kamu


'Ku akan pulang


Melepas semua…


Kinanti melambaikan tangannya kepada Danu yang sedang bernyanyi diatas panggung. Kinanti pun ikut bernyanyi karena sudah sering mendengar jadi hapal dengan lagu tersebut dan tanpa disadari tubuhnya ikut berayun mengikuti irama musik. Dimas pun melakukan hal yang sama dengan Kinanti, dan bahkan tanpa disadari keduanya ttangan Dimas sudah melingkar di pinggang Kinanti dan ternyata tamu lainpun ternyata ikut bernyanyi karena memang lagu ini sangat fenomenal.

__ADS_1


Dari kejauhan sepasang mata memperhatikan apa yang dilakukan oleh Kinanti dan Dimas. Hatinya terasa sakit melihat mereka. Tampak tawa bahagia diwajah kinanti saat bersama Dimas. Dengan langkah gontai Arga meninggalkan gedung itu, dia ngga sanggup lebih lama lagi melihat kemesraan antara kinanti dan Dimas, padahal dia ingin sekali berlama-lama menatap wajah wanita yang selalu dirindukannyai. Arga sadar dia ngga boleh egois, Kinanti berhak bahagia, kalau memang Dimas yang bisa buat Kinanti bahagia dia rela, Kinanti single, Dimas pun single sedang dirinya adalah pria beristri walaupun pernikahannya tidak membuat dia bahagia.


++++++++++++++++++++++++++++++++++


__ADS_2