
Kinanti berjalan ke arah dalam gedung meninggalkan Arga sendiri. Dilihatnya Dimas sedang memandangnya dari kejauhan, buru-buru Kinanti menghapus sisa-sisa airmatanya, dia ngga mau Dimas bertanya-tanya jika dia melihat ada airmata di wajah kinanti.
Kinanti melemparkan senyumnya ke arah Dimas.
"Maaf Kinan.....dari tadi saya sibuk dengan teman-teman saya, oh iya tadi kamu jadi makan ngga?" tanya Dimas, Kinanti menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun jadi kamu belum makan, maaf ya!" ujar Dimas.
"Ngga apa-apa pak, memangnya bapak sudah makan?" tanya Kinanti.
"Belum juga si." jawab dimas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yuk sekarang kita makan, kita lihat pak masih ada yang tersisa ngga." ajak Kinanti sambil menarik tangan Dimas dan berjalan ke arah pendopo makanan.
"Alhamdulillah ternyata masih ada pak." kata Kinanti saat sampai di pendopo makanan.
"Andai sudah habis berarti bukan rezeki kita Kinan, dan kamu jangan lupa masa bosmu tega si ngebiarin anak buahnya kelaparan." ujar Dimas tanpa ekpresi. Dan mereka pun mulai mengambil makanan yang mereka inginkan.
"Oh iya Danu kemana ya kok ngga kelihatan? tanya Dimas sambil mengunyah makanannya.
"Bapak si dari tadi nyuekin aja, ya kita jadi cari kesibukan sendirilah." jawab Kinanti.
Dan secara reflek Kinanti dan Dimas memandang ke atas panggung saat mendengar lagu yang dinyanyikan adalah lagu yang sering mereka dengar saat berada di dalam mobil. Diatas panggung berdiri seorang laki-laki yang sangat mereka kenal menyanyikan lagu dari salah satu band ibukota., lalu Kinanti dan Dimas berpandangan sambil tertawa, ngga menyangka kalau Danu yang menyumbangkan lagu itu, dan suara Danu pun cukup lumayan. Kinanti menarik tangan Dimas tuk mendekati area panggung.
Kuterima suratmu
Telah kubaca dan aku mengerti
Betapa merindunya dirimu
__ADS_1
Akan hadirnya diriku
Di dalam hari-harimu
Bersama lagi
Kau bertanya padaku
Kapan aku akan kembali lagi
Katamu kau tak kuasa
Melawan gejolak di dalam dada
Yang membara menahan rasa
Pertemuan kita nanti
Semua kata rindumu
Semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku aku pun rindu kamu
'Ku akan pulang
Melepas semua kerinduan
__ADS_1
Yang terpendam
Kau tuliskan padaku kata cinta
Yang manis dalam suratmu
Kau katakan padaku
Saat ini kuingin hangat pelukmu
Dan belai lembut kasihmu
Takkan kulupa selamanya
Saat bersama dirimu
Semua kata rindumu
Semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku aku pun rindu kamu
'Ku akan pulang
Melepas semua…
Kinanti melambaikan tangannya kepada Danu yang sedang bernyanyi diatas panggung. Kinanti pun ikut bernyanyi karena sudah sering mendengar jadi hapal dengan lagu tersebut dan tanpa disadari tubuhnya ikut berayun mengikuti irama musik. Dimas pun melakukan hal yang sama dengan Kinanti, dan bahkan tanpa disadari keduanya ttangan Dimas sudah melingkar di pinggang Kinanti dan ternyata tamu lainpun ternyata ikut bernyanyi karena memang lagu ini sangat fenomenal.
__ADS_1
Dari kejauhan sepasang mata memperhatikan apa yang dilakukan oleh Kinanti dan Dimas. Hatinya terasa sakit melihat mereka. Tampak tawa bahagia diwajah kinanti saat bersama Dimas. Dengan langkah gontai Arga meninggalkan gedung itu, dia ngga sanggup lebih lama lagi melihat kemesraan antara kinanti dan Dimas, padahal dia ingin sekali berlama-lama menatap wajah wanita yang selalu dirindukannyai. Arga sadar dia ngga boleh egois, Kinanti berhak bahagia, kalau memang Dimas yang bisa buat Kinanti bahagia dia rela, Kinanti single, Dimas pun single sedang dirinya adalah pria beristri walaupun pernikahannya tidak membuat dia bahagia.
++++++++++++++++++++++++++++++++++