
Akhirnya mereka mereka memutuskan tuk masuk ke dalam mall tersebut. Daffa dan kheysa mulai sibuk berlari-larian membuat Ivan sibuk mengejar-ngejar mereka, dan memegang tangqn mereka lalu membawa mereka ke hadapan Kinanti dan Tika.
"Daffa, Kheysa kalau kalian ngga bisa diatur, masih nakal juga lebih baik kita pulang ya".ucap Tika tegas.
"bunda, papa". kata kedua bocah itu meminta pertolongan kepada Kinanti dan Ivan.
"Makanya kalian ngga boleh nakal ya ntar Tante Tika marah loh, janji".kata Kinanti. kedua bocah itupun menganggukkan kepalanya. setelah mendapatkan apa yang dicari merekapun mencari tempat makan sebelum ke hotel. Selesai makan mereka langsung menuju ke hotel yang sudah di booking Ivan. Ivan menjelaskan kepada Tika dan Kinanti, menyerahkan kepada mereka kamar yang akan mereka tempati.
" Yang mana Kinan kamar akan kita tempati?" tanya Tika
"Yang ini aja Tik, ok." kata Kinan.
"Ya sudah kalian bereskan barang-barang kalian." kata ivan.
Sementara itu Daffa dan Kheysa mereka pun sibuk sendiri dengan keinginsn mereka.
"Daffa, Eca bobo disini, Daffa bobo di sana ya, Daffa belani ga". tanya Kheysa.
__ADS_1
"Belani dong Daffa kan pembelani, emang Eca bobo nya cama capa." kata Daffa.
"Eca bobonya cama papa dan Tante Tika." jawab Kheysa dengan polosnya dan ketiga orang dewasa yang mendengarnya langsung tertawa.
"Eca sayang Eca tidurnya dengan papa saja Tante Tika tidur dengan Tante Kinan dan Daffa." kata Tika menjelaskan.
"Kenapa tante Tika ngga tidul sama Eca katanya Tante sayang sama Eca." tanya Kheysa dengan wajah sedihnya.
"Iya Tante sayang sama Eca tapi Tante belum boleh bobo bareng papa, Tante boleh bobo sama papa kalau kita sudah menikah ya sayang." kata Tika menjelaskan.
"Iya Eca Daffa mau kok temani Eca dan om Ivan bobo, Eca jangan sedih lagi ya." ucap Daffa dan Eca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ceria lagi.
" Makanya kalian cepat menikah si. tuh liat Eca sudah kepengen banget punya mama." celetuk kinan kepada Tika dan Ivan, dan Tika pun tersipu malu mendengarnya.
" Tenang Kinan tunggu tanggal mainnya pokonya ntar kita kasih kejutan ya sayang." kata Ivan sambil menarik tangan Tika kedalam genggaman tangannya.
" Aku percaya dengan kalian dan aku selalu mendukung keputusan kalian berdua tapi jangan lama-lama ambil keputusannya ya." kata Kinan dengan senyum terbaiknya.
__ADS_1
" Daffa, Kheysa udahan ya maenannya skrg kita bobo sudah malam." ajak Ivan. Dan kedua bocah itupun menuruti kata-kata Ivan dan langsung mengambil posisi tidur mereka.
"Selamat tidur sayang." kata Kinanti dan Tika sambil mencium pipi kedua bocah tersebut. Kinanti dan Tika langsung menuju kamar sebelah tuk beristirahat, namun Ivan menarik tangan Tika sebelum pintu tertutup.
"Ada apa mas?" tanya Tika.
"Kalau jadi ayah angkatnya Daffa ntar mau mampir kesini ke caffe di hotel ini juga jadi ntar aku titip anak-anak ya, ngga apa-apa kan.' kata Ivan, Tika mengangguk dan sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Tika sebagai ucapan terima kasih.
" Mas apa-spaan si, ada anak-anak." protes Tika dengan semu merah di pipinya.
"Maaf, abis bibirmu menggoda si." kata Ivan tersenyum jahil, dan Tika pun langsung buru-buru masuk ke kamarnya menghindari godaan Ivan.
@@@@@@@@@@@@
Maaf readersku tercinta baru bisa up lagi ni, lumayan 3 episode. Author mau curhat ni, dari sebelum menjalani kemo author sudah kurang fit, trus pasca kemo efek yang author terima lumayan dahsyat sudah mual parah ditambah sariawan semulut jelas dong ngga bisa makan apa-apa dan juga gatal- gatal, saat mual dan sariawan berkurang ternyata lekosit rendah banget jadi harus perbaikan jadi harus rawat lagi, dalam tempo 15 hari 2x masuk rawat inap, saat menulis ini author masih rawat inap, doain author biar kuat dan tetap semangat. love u.....
Jangan lupa tuk tinggalkan jejak like, comment, vote setelah membaca cerita ini ya
__ADS_1