Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 46


__ADS_3

Kenapa harus mencari ke rumah orang tuaku kak, kan kakak tau saat bapak mengusirku?" tanya Kinanti dengan emosi.


" Kakak tahu aku ngga punya siapa-siapa, cuma kakak sandaran hidupku saat itu tapi......" Kinanti menghentikan kalimatnya dan mulai menangis lagi.


" Maafkan aku Laras." kata Arga pelan " aku memang salah, ngga seharusnya aku membiarkan kamu pergi seorang diri, ngga seharusnya aku membiarkan kamu menanggung beban itu sendirian, harusnya aku ada disinimu." sesal Arga. dan tanpa terasa air mata mulai jatuh dari pelupuk matanya.


" Aku bodoh Laras, aku bodoh, kenapa saat itu aku ngga berani melawan keluargaku." kata Arga lagi.


Arga diam lalu berkata " bagaimana dengan anak kita Laras?" tanya Arga pelan.


" Anak yang mana kak, bukannya kalian menyuruh aku tuk menggugurkannya, kakak ingat kan kejadian dimana ibu kakak melemparkan cek menyuruhku untuk menggugurkannya." teriak Kinanti masih dengan tangisnya, dan sekarang tangisnya terdengar lebih keras lagi dari sebelumnya.


" Jadi maksud kamu annaak kita sudaahh?" tanya Arga terbata-bata.

__ADS_1


Aaahhhhh........teriak Arga.sambil menangis karena dia berpikir kalau Kinanti benar-benar sudah menggugurkan kandungannya.


" Apa Kakak pikir aku sanggup membesarkan anak di luar nikah seorang diri tanpa ada dukungan dari siapapun." kata Kinanti pelan sambil terisak.


Arga memeluk tubuh kinanti erat, dan Kinanti berusaha melepaskan diri dari pelukan Arga. Kinanti memukul-mukul dada Arga tapi tenaga Arga jauh lebih kuat hingga akhirnya dia menyerah membiarkan dirinya dalam pelukan Arga.


" Kamu jahat kak... jahat.....kamu biarin aku seorang diri menanggung dosa itu " ujar Kinanti lirih dan tiba -tiba tubuh Kinanti terkulai lemas dalam pelukan Arga.


"Laras....laras kamu kenapa sayang." teriak arga. Arga langsung menggendong tubuh Kinanti membawanya ke bangku cafe yang kosong dan membaringkannya. Lalu tangan Arga menepuk-nepuk pipi Kinanti sambil berkata " bangun Laras bangun kamu jangan buat aku takut sayang, maafin aku." Arga memeluk tubuh Kinanti dan menangis menyesali dirinya. Tiba-tiba Kinanti membuka matanya, saat menyadari Arga memeluknya, dia pun berusaha melepaskan pelukan Arga " lepas kak, jangan sentuh aku, aku ngga mau kamu dekat-dekat sama aku, pergi kak, pergi dari hadapanku." kata Kinanti sambil mulai menangis lagi, Kinanti menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Sudah puas Kinan main-main di pantainya?" tanya Dimas. ketika Kinanti sudah berada dihadapannya.


"Saya ngantuk pak, mau pulang, boleh saya pulang duluan ke hotel?" tanya Kinanti pelan.

__ADS_1


" Oke kita balik ke hotel sekarang." jawab Dimas.


" Bro gue balik dulu ya next time kalau ada waktu kita ketemuan ya." kata Dimas sambil mwnyalami teman-teman SMA nya.


" Ga....gue mau balik ke hotel ya, kasian Kinanti sudah lelah." kata Dimas sambil menatap kinanti, Arga pun menganggukkan kepalanya.


Akhirnya mereka berjan meninggalkan pantai menuju parkiran restoran tempat mereka makan tadi. Dimas Kinanti, Danu dan Julio memasuki mobil, begitupun dengan Arga dan timnya, mereka kembali ke hotel masing-masing tempat mereka menginap.


Sepanjang perjalanan Kinanti diam saja, dia masih mengingat kejadian tadi, dan tiba-tiba wajah Daffa dengan senyum manisnya muncul dalam ingatannya.


Maafin bunda sayang.... bunda sudah bohong terhadap ayah kamu, ini untuk kebaikan kita, lebih baik dia tidak tahu akan keberadaan kamu nak, batin Kinanti, lalu dia menghembuskan napasnya secara kasar.


++++++++++++++++++++++++++++++++++

__ADS_1


Hai teman-teman....makasih ya atas dukungannya, maaf baru bisa up segitu saja, jangan lupa like, vote, fav, komen ya....


Thanks readers..... love u


__ADS_2