Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 39


__ADS_3

" Saat itu aku baru masuk kerja disini tih. masih anak magang, jadi tau sendirilah berapa gaji yang aku terima sebagai anak magang, jadi aku berusaha setiap bulan menyisihkan gajiku untuk membeli sepeda Daffa, setelah empat bulan baru deh terkumpul uang tuk beli sepeda dan kamu tau Tih, dia seneng banget saat aku pulang dengan membawa sepeda. malamnya ditempat tidur dia menciumi aku terus sambil berkata makasi bunda, makasi bunda, terus dia juga bilang gini tapi uang bunda masih ada kan tuk beli susu Daffa." cerita Kinanti lagi dan kali ini Kinanti tersenyum.


"Ternyata dia juga takut dengan membeli sepeda bundanya ngga bisa beliin susu tuk dia, Daffa... Daffa kamu lucu sekali nak." kata Kinanti lagi.


" Dari Daffa kecil aku selalu mengajarkan hidup prihatin, ngga pernah membelikan dia barang-barang mewah, karena memang ngga ada Tuh, orangtua mana si yang ngga pengen bahagiain anaknya Tih, tapi aku takut nantinya Daffa kebiasaan kalau dikasih barang-barang bagus terus, dengan Tika juga gitu aku bilang ngga apa-apa beliin Daffa mainan tapi yang biasa aja ya." cerita kinanti.


" pernah Tika marah sama aku Tih."

__ADS_1


" Kenapa Kin." tanya Ratih.


Aku kepergok Tika saat memberi Daffa susu kental manis, saat itu aku ngga punya uang banget, aku kan belum kerja, kadang cuma ngajar les anak-anak komplek, jualan online, di dompet cuma ada uang sepuluh ribu rupiah, dengan uang segitu mana sukup tuk beli susu bayi Tih, cukupnya tuk beli susu kental manis doang." Kinanti masih bercerita.


"Emang kamu ngga nyusuin pake asi kamu Kin?" tanya Ratih.


" Asi aku keluarnya dikit Tih, mungkin karena asupan gizi yang aku makan kurang jadi asi yang keluar juga dikit dan Daffa bayi kuat sekali minum susunya " jawab Kinanti.

__ADS_1


"Berarti Allah sayang sama kamu Kin dengan cara menyuruh kamu tuk menghubungi Tika." kata Ratih.


" Tapi aku salut sama kamu Kin, diusia muda kamu tetap berjuang membesarkan Daffa sendirian padahal kamu sempet disuruh aborsi kan bahkan diiming-imingi dengan cek yang jumlahnya tidak sedikit, tapi kamu ngga tergoda, padahal dengan uang itu pasti kamu bisa hidup enak Kin!" kata Ratih lagi.


" Aku sudah berbuat dosa Tih dengan hamil diluar nikah, masa harus aku tambah lagi dosaku dengan menghilangkan anakku, bagaimanapun anakku ngga bersalah, yang salah itu aku sama ayahnya Daffa." jelas Kinanti.


" Maka dari itu aku salut sama kamu, banting tulang cari nafkah tuk membiayai hidup kalian, hidup prihatin, aku sekarang ngerti Kin kenapa kamu saat aku ajak ke mall ngga ikutan beli apaan gitu, ternyata emang kamu tuh beli yang penting aja ya." kata Ratih.

__ADS_1


" Ya gitu deh, aku beli apa-apa yang memang dibutuhkan banget, lebih baik aku beli susu Daffa atau keperluan Daffa daripada beli make up, kamu lihat kan aku jarang beli baju ngga seperti kamu Tih tiap bulan abis gajian pasti beli baju, iya kan." kata Kinanti sambil tertawa dan Ratih pun ikutan tertawa.


"Ehh kok aku malah curhat si, udah azan Maghrib tuh kita sholat dulu yu." ajak Kinanti. Akhirnya mereka sholat setelah itu Ratih pamit pulang karena memang hari sudah mulai malam.


__ADS_2