
Setelah menidurkan Daffa tuk tidur siang, Kinanti keluar kamar menuju ruang tv, dinyalakannya tv dan dia duduk manis menonton acara tv, tapi lama-lama terlihat kalau dia tidak menonton tv, maranya bukan fokus ke tv tapi malah menerawang entah kemana dan itu terlihat oleh Tika yang sudah berdiri agak lama di depan pintu kamarnya memperhatikan Kinanti. Tika berjalan mendekati Kinanti dan duduk disebelahnya.
"Lagi nonton apa kin?" tanya Tika dan itu membuat Kinanti tersadar dari lamunannya.
"Aku tahu kamu ngga lagi nonton apa-apa kan, pikiranmu melayang kemana-mana." kata Tika.
"Cerita dong Kin kalau lagi ada masalah, aku lihat wajahmu sejak datang tadi kayak murung gitu." kata Tika lagi. Kinanti tertunduk, mengambil napas dan membuangnya secara kasar.
__ADS_1
"Aku bertemu dengan ayahnya Daffa di BB." kata Kinanti pelan.
"Oh ya terus bagaimana Kin?" tanya Tika antusias
"Ternyata selama ini dia mencari-cariku Tik, dia juga menanyakan tentqng anak nya, aku bilang kalau anaknya sudah aku gugurin." cerita kinanti.
"Tik...kok kamu malah bela dia si, yang temen kamu tuh aku atau dia si." protes Kinanti kesal.
__ADS_1
"Jangan marah cantik, aku kan cuma kasih pendapat maaf kalau kamu tidak suka dengan pendapatku, abaikan saja ya kata-kataku." kata Tika sambil mengelus pipi Kinanti.
"Iya Tik ngga apa-apa, makasi sudah memberi masukan, sebetulnya kata-kata kamu itu bener, aku tuh ngga boleh egois, tapi tuk saat ini aku belum mau kasih tau tentang kebenarannya ke dia, aku takut dia akan ambil Daffa kalau dia tahu, mungkin ntar-ntarlah saat aku sudah" kata Kinanti.
"Ya sudah aku si dukung aja apapun keputusanmu, udah sekarang kamu tidur temenin Daffa, pasti kamu kurang istirahat kan selama di BB." kata Tika. Dan kinanti pun mengikuti kata-kata Tika berjalan masuk ke kamarnya lalu berbaring disamping Daffa, memandangi wajah tampan Daffa dan menciuminya. Kinanti masih belum bisa memejamkan matanya, dia ternging-ngiang dengan kata-kata Tika. Benar yang Tika bilang aku harus jujur kepada Arga tentang Daffa, tapi enak banget dia dengan mudahnya mengetahui tentang Daffa, dia ngga tahu gimana susahnya aku dulu saat mengandung dan melahirkan Daffa, batin kinanti hingga akhirnya Kinanti tertidur dan dia ngga tahu sisi baik atau sisi jahat pikirannya yang menang, Kinanti sudah terbawa ke alam mimpi.
"Hiks hiks hiks, aku mau cucu." rengek Daffa dan Kinanti yang baru tertidur akhirnya terbangun membuat susu tuk Daffa.
__ADS_1
"Ini sayang susunya." kata Kinanti sambil memberi botol susu yang sudah terisi susu kepada daffa., Daffa pun menghabiskan susunya dalam sekejap terus lanjut tidur lagi. Begitupun Kinanti merebahkan tubuh ya lagi disamping Daffa dan dia Tetingat lagi dengan kata-kata Tika, apa aku harus berdamai dengan diriku sendiri agar aku bisa lebih legowo dan ngga egois dengan masalah ini ya, Allah saja mau memaafkan hambanya yang mau bertobat masa aku cuma manusia biasa ngga mau memaafkan Arga. Duuh bingung, batin Kinanti sambil menjambak rambutnya sendiri.