
Dert.....dert..... ponsel ku anti bergetar, dilihatnya ada notifikasi pesan masuk, dibukanya ternyata dari Dimas.
Nanti jam sepuluh akan datang orang yang akan merias dirimu. Begitu isi pesan Dimas.
Acaranya kan jam duabelas, kenapa juga pagi-pagi udah harus riasan, bisa-bisa tuh make up udah hilang pas acara, dumel kinanti yang masih leyeh-leyeh diatas pembaringan, sejak subuh tadi Kinanti sudah terbangun tuk menjalankan kewajibannya tapi kemudian dia tiduran kagi. Dilihatnya jam dari ponselnya, jam delapan waktu setempat, perutnya terasa lapar tapi dia malas keluar kamar.
Pak...boleh ngga saya pesan makanan ke kamar saya, saya ingin sarapan didalam kamar sambil menunggu orang yang merias saya datang, ketik Kinanti yang langsung dikirim ke Dimas. Dan langsung dibalas dimas singkat *Ya.
Langsung Kinanti menelpon memesan makanan. Akhirnya pesanannya datang juga setelah dia menunggu kurang dari satu jam, langsung dilahapnya makanan itu karena dia memang merasa lapar sekali, semalam makannya ngga benar karena bertemu Arga, selera makannya lenyap.
Selesai sarapan Kinanti berjalan menuju kamar mandi, dibukanya shower dan Kinanti pun membersihkan dirinya dibawah guyuran shower. Setelah selesai Kinanti mengenakan jubah mandinya yang berwarna putih, berjalan menuju sofa, menyalakan televisi dan menonton nya, ngga berapa lama orang yang di maksud Dimas datang, seorang wanita muda, cantik dengan membawa tas make up.
" Maaf ini dengan Bu Kinanti ya, saya Dila disuruh untuk merias ibu." kata mbak perias itu.
__ADS_1
"Iya Dila saya Kinanti, panggil aja kinan." jawabku.
" Mbak Kinan boleh saya liat baju yang akan mbak pakai ke pesta nanti?" tanya dila
" Boleh " kata Kinanti sambil berjalan ke arah lemari mengambil gaun yang kemarin dibelikan Dimas dan menunjukkannya kepada dila.
Sejenak Dila memandangi gaun tersebut lalu tangan Dila sudah mulai memoles-moles pipi Kinanti yang mulus dengan peralatan make up yang sudah dibawanya, dan dalam sekejap wajah Kinanti sudah berubah seperti bukan dirinya, mungkin karena Kinanti ngga pernah dandan yang berlebihan jadi dirinya merasa takjub.
" Mbak Kinan....rambutnya mau diapain ni, digelung, atau dibiarkan terurai?" tanya Dila.
"Kalau menurut saya dibiarkan terurai saja lebih cocok dengan model baju mbak Kinan." kata Dila dan kinanti pun mengannguk.
Dila mulai memainkan rambut Kinanti, dibuatnya agak bergelombang dengan alat yang dia bawa (maaf ngga tahu apa namanya) dan akhirnya tarraaaa selesai sudah. Kinanti memandangi wajahnya di depan kaca rias, dia semakin pangling melihatnya dirinya, lalu dipakainya gaun pesta tersebut dan makin sempurnalah penampilannya.
__ADS_1
"Mbak Kinan cantik banget mbak." puji Dila dan membuat Kinanti tersipu sambil berkata. " makasi dila."
"beneran mbak, saya ngga bohong, beda banget dengan mbak saat tadi saya lihat mbak pertama kali." jelas Dila.
"Itu berkat kepiawaian tangan kamu Dila ", Dila pun tersenyum malu
" Makasi ya Dila atas bantuannya, karena kamu saya jadi cantik gini, ehh iya airnya diminum Dila cuma air mineral doang." kataku.
" Iya mbak tapi kan emang pada dasarnya mbak Kinan ini sudah cantik kok terus ditambah polesan dikit jadi makin cantik deh " puji Dilla.
" Saya permisi dulu ya mbak mau balik ke salon, ini udah banyak pesan dari para pelanggan saya." kata Dila setelah minum air yang aku suguhkan, lalu aku mengantar Dila sampai ke pintu, stelah itu aku kembali memandangi penampilanku saat itu, aku memuji ciptaan Allah yaitu diriku sendiri.
+++++++++++++++++++++++++++++++++
__ADS_1
Hai readers makasi ya yang selalu setia dengan cerita saya, makasi atas dukungannya, jangan lupa kasih like, fav, vote, dan komennya ya....
thanks readers, love u ❤️