Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 33


__ADS_3

Dimas kembali ke kantor setelah mengantar Arga ke bandara. Di lobby dia bertemu dengan Kinanti yang berjalan ke arah luar, karena ini memang sudah jam pulang kerja.


"Sore pak...maaf ya pak tadi saat bapak telpon saya ngga dengar, saya kirim pesan juga ke bapak tapi ngga dibalas", kata Kinanti berdiri dihadapan Dimas.


"ngga perlu juga kan saya balas, lah saya nya juga udah nyampe sana tuk meeting, masak saya harus nungguin kamu", kata Dimas dengan muka datarnya.


Mulai deh keluar juteknya, nyebelin, batin kinanti., mungkin karena rasa cape jadi agak kesal juga mendengar kalimat dimas.


"Ya udah pak kalau gitu, sore, saya pulang dulu ya" pamit Kinanti juga tanpa ekspresi.


Kenapa tuh cewe bawal, mukanya ditekuk gitu si, kan dia yang salah ngga angkat telpon gue, kenapa malah marah sama gue, dasar cewe aneh, batin Dimas. Tapi tetep keliatan cantik si walau mimiknya seperti itu, kembali dimas membatin.


"Danu....cewe bawel kenapa tuh mukanya kayak gitu", tanya Dimas.


"mungkin dia tersinggung dengan kata-kata bos", jawab Danu.


"memang saya ngomong apa, kenapa dia harus tersinggung", kata Dimas, dan Danu merasa lebih baik diam ngga perlu menjawab pertanyaan bosnya daripada nanti malah panjang urusannya, namanya juga bos ngga bisa dilawan.


******


Arga sampai di JJ saat makan malam, tampak mami, papi, Lisa dan Anggi duduk di meja makan.

__ADS_1


"Arga....kamu baru sampai nak...langsung makan aja sini sama-sama, bersih-bersihnya nanti saja"kata Indah.


"Iya mas langsung makan saja",kata Lisa, dan akhirnya Arga duduk disebelah Lisa setelah sebelumnya membuka jas yang dipakainya, dan menggulung lengan kemejanya. Lisa menyiapkan piring tuk Arga lalu memberi nasi dan lauk pauk ke piring Arga. Mereka pun makan malam tanpa suara, selesai makan papinya mengajak ngobrol.


"Ga ..kamu abis meeting di kantor Dimas ya", tanya Dani.


"Bukan pi... aku meeting di kota MM, tapi ketemu Dimas si disana, kita sama-sama meeting",jelas Arga.


"Ohhh papi pikir kamu meeting di SS, jadi kamu ngga ketemu dong sama om dan Tante kamu" tanya Dani lagi. Mamanya Dimas adalah kakak kandung papinya Arga.


"ngga Pi, aku di tempat Ivan", ujar Arga.


"Iya mi bener, mami masih ingat rupanya".


"Iya kan temen kamu yang pernah dibawa ke rumah ngga banyak sayang, jadi mami ingatlah", jelas Indah


"Mi..Pi.......aku ke atas dulu ya mau istirahat, cape banget ni", pamit Arga.


"Iya sayang", jawab Indah.


"Oh iya ini ada sedikit oleh-oleh, tadi dibandara belinya", kata Arga sambil menaruh plastik warna putih diatas meja makan.

__ADS_1


"Apa ini mas", tanya lisa.


"makanan, kamu bagi-bagi dengan asisten ya", kembali Arga berkata lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Lisa pun tersenyum menatap suaminya yang sedang menaiki tangga. makasi mas, gumam Lisa pelan. Setiap perhatian kecil apapun yang diberikan Arga kepadanya pasti membuat Lisa merasa bahagia.


"Sampai dikamarnya Arga langsung menuju kamar mandi, badannya terasa lengket. Setelah puas bersih-bersih Arga keluar kamar mandi dengan handuk putih yang menutup sebagian tubuhnya, lalu dia berjalan ke kamar ganti tuk memakai piyama. Arga mulai merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


Ngga lama Lisa masuk kekamar, bersih-bersih, lalu mengganti bajunya dengan baju tidur, dan diapun mulai merebahkan dirinya disamping tubuh Arga. Tangannya dilingkarkan kan ke tubuh Arga sehingga lisa memposisikan diri menghadap Arga, Lisa menciumi lembut punggung suaminya, juga leher suaminya, entah kenapa malam ini dia ingin sekali arga menyentuhnya, dan Arga yang paham dengan sikap Lisa hanya diam saja tidak merespon. Karena merasa tidurnya terganggu akhirnya Arga bicara.


"Maaf Lis aku ngga bisa malam ini, aku cape, kamu ngerti kan". Dan Lisa pangsung melepaskan pelukannya mendapat penolakan dari suaminya, Lisa pun membalikkan tubuh membelakangi suaminya, tanpa terasa airmata berderai dipipinya, harusnya aku ngerti kalau mas Arga cape baru datang dari luar kota, sehingga penolakan seperti ini tidak akan terjadi, batin Lisa.


Lisa tidak bisa memejamkan matanya. dia teringat dari awal mula menikah selalu yang berinisiatif duluan dalam urusan ranjang adalah dirinya, Arga tak pernah memulai duluan, Arga akan melakukan kewajibannya setelah Lisa memberikan sinyal. dan aku ngga tahu sampai kapan aku akan tetap bertahan dengan sikapmu ini mas, kembali Lisa membatin masih dengan airmata yang mengalir dan akhirnya dia tertidur setelah cape menangis.


+++++++++++++++++++++++++++++++++


hai teman-teman maaf ya baru up segitu, aku berusaha tuk up lagi walaupun dengan kondisi masih kurang fit.


Terimakasih tuk dukungan kalian, jangan lupa tuk kasih like, fav, vote dan komen biar aku makin semangat.


Oh iya mampir juga ya ke cerita saya seputih cinta Karina


Thanks readers.....love u

__ADS_1


__ADS_2