
Ivan sudah bertemu dengan Dimas di sebuah resto bernuansa indonesia yang ada di mall tersebut, tinggal menunggu Arga. Sementara itu Daffa masih mencari sosok yang dia cari.
Di tempat acara ulang tahun Kinanti dan Tika baru menyadari kalau Daffa tidak ada di situ, Kinanti panik, dia memandangi tiap anak lelaki di ruangan itu.
" Eca ngga liat Daffa pergi kemana sayang?!" tanya Kinanti dan Tika.
" Eca ngga liat Tante, emang Daffa kemana kok ngga ajak Eca." kata Kheysa.
"Kinan kamu jangan panik kita cari Daffa sama-sama ya. kita lapor ke bagian informasi, tapi aku juga mau pamit dulu ke Ratih ya." kata Tika menenangkan Kinanti. Lalu Tika berjalan menuju Tika dan menjelaskan semuanya. Tika dan Ratih berjalan menuju Kinanti dan Kheysa, Ratih memberi kekuatan kepada Kinanti dan meminta maaf belum bisa ikut membantu karena acara belum selesai.
" Ngga apa- apa Tih, aku ngerti kok ya udah aku sekarang cari Daffa dulu ya." kata Kinanti.
Di resto tempat Ivan dan Dimas bertemu akhirnya Arga sampai juga, mereka pun berpelukan khas cowo, lalu mereka pun mulai bercerita ngalor ngidul sambil melahap makanan pesan mereka bertiga.
Kinanti, Tika dan Kheysa menuju bagian informasi memberitahukan kalau mereka kehilangan anak laki-laki usia 4 tahun dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh Kinanti. Lalu setelah melapor Kinanti, Tika dan Kheysa berjalan menyusuri mall sambil meliarkan matanya memandangi setiap anak laki-laki yang sepantaran Daffa.
Dert dert dert ponsel Ivan berbunyi, Tika ia calling.
Ivan : ya Tika ada apa, acaranya sudah selesai ya.
Tika : Daffa hilang mas, ini aku lagi nyari tadi sudah lapor bagian informasi.
Ivan : oke kalian jangan panik aku akan bantu nyari, kamu juga tenangin bundanya ya Tik.
" Ada apa Van?" tanya Ivan.
"Daffa hilang dari tempat acara, ini mereka lagi nyari dan mereka juga sudah ke bagian informasi.
__ADS_1
" Siapa Daffa?" tanya Dimas. Tiba-tiba terdengar suara pemberitahuan tentang hilangnya Daffa.
"Dimas itu tetangga aku untuk detailnya nanti ya, kamu tunggu disini aku dan Arga akan mencari Daffa dulu ok." kata Ivan dan Dimas memberi jempol tanda setuju. Arga dan Ivan berpencar mencari Daffa.
Sementara itu Daffa mulai menyadari kalau dia terpisah dari Kinanti. Tika dan Kheysa, dia mulai meneteskan air mata sambil terus berjalan mencari sosok itu. Jauh di belakang Daffa Arga berjalan agak cepat sambil memandangi tiap anak lelaki, sampai akhirnya dia melihat bocah laki-laki seperti kebingungan dan Arga pun mempercepat langkahnya menuju bocah tersebut.
" Daffa." panggil Arga, dan bocah itu pun membalikkan badannya memandang Arga dan langsung berlari menghamburkan dirinya ke pelukan Arga. dia menangis di pelukan Argabdan Arga membiarkannya sambil mengusap-usap rambut Daffa, setelah tangisnya reda Arga membawanya ke resto dimana Dimas menunggu. Arga pun mengirim pesan kepada Ivan kalau Daffa sudah ketemu.
" Daffa kenalin ini om Dimas." kata Arga ldan Daffa langsung mencium tangan Dimas.
" Hai ganteng saya om Dimas." sapa Dimas ramah kepada Daffa, sambil melanjutkan kalimatnya," kenapa makin diliatin kok malah mirip sama Lo Ga."
" Banyak yang bilang seperti itu Dim," kata Arga.
Lalu muncul Ivan yang langsung menggoda Daffa sambil berkata, " tadi Daffa kemana kok pergi ninggalin acara."
"Eh Ga Lo tau ga saat pulang dari caffe di kamar Tika lagi mpuk-mpuk Daffa kata Tika Daffa kebangun manggil-manghil ayah, om ganteng katanya tadi abis dicium pas buka mata ayahnya ngga ada, berarti dia tau loh saat Lo cium dia, gue bingung kok bisa ya ada chemistry antara Lo dan Daffa," kata Ivan.
"Duh seru juga cerita tentang Daffa," kata Dimas yang dari tadi mendengarkan cerita mereka.
" Daffa," teriak Kinanti yang belum menyadari akan hadirnya Arga dan Dimas, matanya fokus menatap Daffa.
" Bunda, " kata Daffa dan menghambur ke pelukan Kinanti, lalu menciumi seluruh wajah Daffa sambil berlinangan airmata. Dan Arga yang melihat adegan itu merasa terharu dan tak menyangka kalau Daffa adalah anak Kinanti, apakah Daffa juga adalah anaknya batin Arga.
"Lain kali Daffa ngga boleh seperti ini ya nak kalau mau pergi harus ijin dulu ya, dari tadi bunda, Tante Tika dan Eca nyari- nyari kamu sayang, bunda ngga tau kalau kamu sampai ngga ketemu bunda jadi gimana, jangan gitu lagi ya sayang" kata Kinanti masih berlinangan airnata
" Maafin Daffa bunda. Daffa ngga akan nakal lagi." kata Daffa. Kinanti pun mengangguk dan kembali memeluk Daffa.
__ADS_1
" Kinanti," sapa Dimas. Kinanti menoleh dan melepaskan pelukannya terhadap Daffa sedangkan Daffa sendiri langsung ke pangkuan Arga.
" Eh pak Dimas ada di sini juga maaf saya ngga liat." kata Kinanti.
" Daffa anakmu Kinan, cakep, lucu juga, tadi Arga yang menemukannya." kata Dimas.
Kinanti tersadar kalau disitu banyak orang dan dia mulai mencari sosok Arga yang ternyata sedang menatap Kinanti sambil memangku Daffa, dan Kinanti berjalan menuju Arga.
" Terima kasih kamu sudah menemukan Daffa, ayo Daffa kita pulang." kata Kinanti dengan wajah tanpa ekspresi dan menarik lengan Daffa tuk keluar dari caffe itu.
" Bunda aku macih mau cama om ganteng jangan pulang dulu Daffa macih Lindu cama ayah." kata Daffa sambil meronta tidak mau ditarik bundanya.
" Ngga boleh kata bunda pulang ya pulang kok Daffa jadi nakal di sekarang." kata Kinanti.
"Laras plis kamu boleh benci sama aku tapi jangan begitu sama Daffa kasian dia ngga tau apa-apa.' pinta Arga.
"Siapa kamu, kamu cuma orang asing yang baru hadir dalam kehidupan Daffa jadi kamu ngga berhak ikut campur atas kehidupan aku dan anakku." kata Kinanti sambil menggendong Daffa dan berlalu pergi.
"Ayah tolong daffa, ' teriak Daffa.
Arga cuma diam terpaku ngga bisa berbuat apa-apa, benar dia cuma orang asing.
" Tika kamu kejar mereka aku mau menenangkan Arga, Eca ikut Tante Tika ya." kata Ivan dan Tika juga Kheysa langsung mengejar Kinanti dan Daffa.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Hai readers setiaku jangan lupa ya tuk tinggalkan jejak like, comment, vote setelah membaca cerita ini. Love u
__ADS_1