Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 57


__ADS_3

"Alhamdulillah." kata Arga sambil mengelus perutnya setelah menghabiskan makanannya.


"Om kok itu macih ada makanannya di piling, kata bunda kalau makan harus diabicin ngga boleh cica nanti nakanannya nangic?" kata Daffa sambil menatap Arga.


"Oh gitu ya sayang, oke deh om abisin nta." kata Arga sambil memakan sisa makanan yang masih ada dipiringnya sampai tidak bersisa.


"Habisssss." kata Arga sambil menunjukkan piring kosongnya kepada Daffa.


"Nah gitu om." kata Daffa berjalan ke tempat Arga lalu memeluknya dan menepuk-nepuk punggungnya sambil berkata," gitu dong om ganteng pintel deh." Arga memandang Daffa sambil mengerutkan dahinya dan Daffa pun menjelaskan kepada arga. "Bunda pasti peluk Daffa kalau daffa makannya abic telus ngomong anak bunda pintel deh makannya abic, gitu om." kata Daffa.


" Oke om mengerti sayang, yukk sekarang kita bobo, Daffa mau minum susu sekarang, ntar om buatin?" tanya Arga.


"Ngga om, ntal aja, Daffa belum pingin." jawab Daffa. Lalu keduanya berjalan ke arah kamar tamu rumah Ivan, mereka pun berbaring bersisian, tiba-tiba Daffa mengucapkan doa mau tidur, Arga pun tertegun kagum anak sekecil itu sudah terbiasa mengucapkan doa tersebut.


"Siapa yang ajarin Daffa doa itu sayang?" tanya Arga.

__ADS_1


"Bunda om, Tante Tika juga." jawab Daffa.


"Daffa sayang ya sama bunda daffa.?" tanya Arga lagi.


"cayyaaaang banget, bunda Daffa tuh baik, cantik, ngga cuka malah-malah, pokonya Bunda Daffa gini om." jawab Daffa sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.


"Boleh ngga om kenalan dengan bunda nya Daffa?" tanya Arga lagi.


"Boleh dong, maca ngga boleh kan Daffa cayang cama om." jawab Daffa. Lalu Arga memeluk tubuh Daffa sambil berkata," om juga sayang sama Daffa, ya udah sekarang bobo ya sudah malam." Dan Arga pun tiba-tiba teringat akan anaknya yang pernah berada didalam rahim Kinanti, Arga pun mempererat pelukannya terhadap Daffa seolah itu anaknya, yang pada kenyataannya tanpa Arga ketahui Daffa adalah memang anaknya sendiri.


Sehabis sholat shubuh Kinanti sudah siap-siap tuk balik ke MM, tapi saat dilihatnya suasana diluar kosannya masih sepi dan gelap Kinanti memutuskan menundanya sampai keadaan cukup terang, dia merasa takut juga sendirian ke terminal bus. Setelah dilihatnya jalanan diluar kosannya sudah cukup terang dan ramai dia lalu memesan ojek online menuju terminal bis, dan tak lupa Kinanti pun mengirim pesan kepada Tika mengabari kepulangannya, Kinanti sudah tidak sabar ingin memeluk Daffa.


Setelah membaca pesan dari Kinanti, Tika pun mengirim pesan kepada Ivan kalau dia mau menjemput Daffa, setelah pesannya dibalas oleh Ivan, dia pun langsung mengeluarkan dan memanaskan motor maticnya dan Tika dengan motor maticnya melaju di jalanan komplek yang terlihat masih lengang, dia menghentikan motornya untuk membeli nasi uduk dan bubur sumsum yang ada dipinggiran jalan, sudah mulai banyak orang-orang yang mencari sarapan ternyata. Lalu dia pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah Ivan.


Ting tong Ting tong

__ADS_1


ceklek, tampak Ivan membuka pintu rumahnya.


"Assalamu'alaikum Van, maaf ya pagi-pagi sudah bertamu." kata Tika.


"wa'alaikumsalam Tika, hayu masuk, tadinya aku mau ajak kamu dan Daffa nganter Arga ke bandara loh tapi ternyata bundanya Daffa udah mau nyampe ya." kata Ivan.


"Iya maaf Van, aku ngga enak aja kalau bundanya Daffa pulang ehh Daffa nya belum pulang." jelas Tika.


"Iya ngga apa-apa Tik, pasti bundanya Daffa udah kangen banget sama Daffa dan Daffa pasti juga pasti kangen sama bundanya, ya begitulah ikatan orangtua dan anaknya, yuk masuk dulu kayaknya Daffa lagi dimandiin tuh." kata Ivan.


++++++++++++++++++++++++++++++++++


Para pembaca setiaku, jangan protes ya karena author belum mempertemukan ketiganya, sabar ya ntar juga ketemu.


Oia terimakasih atas dukungan kalian selama ini jangan lupa tuk kasih like, vote. fav dan komen biar author lebih semangat.

__ADS_1


__ADS_2