
Didalam mobil mereka mengobrol ngalor ngidul, dan Ratih menghidupkan suasana di dalam mobil dengan banyolannya. Dan ngga berapa lama kami sampai di depan kosan Kinanti. Kinanti keluar dari mobil begitu juga Ratih.
" Loh Tih kenapa kamu ikutan turun juga, kan rumah kamu masih ke depan sana, lumayan kalau jalan kaki dari sini loh?" kata Ryan.
" Iya Tih kenapa turun disini?" tanya Kinanti.
" Ngga apa -apa pak, saya memang mau main ke kosan Kinanti, masih pengen ngerumpi." Jelas Ratih.
" Oke deh have fun ya." kata Ryan
" Makasi ya pak." kata Kinanti dan Ratih berbarengan, dan Ryan menjawab dengan anggukan kepala.
" Tih....beneran ya kamu memang mau main ke kosan aku, bukan karena ngga enak semobil dengan pak Ryan?" tanya Kinanti sambil membuka pintu kamar kosannya.
"Iya...memang kenapa, kamu kan masih hutang cerita ke aku loh " kata Ratih.
" Hutang cerita apa Tih, sumpah aku lupa loh." kata Kinanti sambil mencoba mengingat-ingat.
" Kamu ingat ga yang aku cerita kalau pak Ryan nanyain tentang kamu ke aku." ujar Ratih.
"Oh iya yang kamu heran saat pak Ryan tahu kalau aku udah punya anak, iya kan!" kata Kinanti.
" Yoi Kin."
" Jadi gini Tih, kemaren saat pulang undangan yang dia nganter aku pulang, dia ngajakin aku ke caffe terus dia nyantain perasaannya." kata Kinanti.
" Terus... terus ...gimana Kin." tanya Ratih antusias.
" Kamu menerimanya kan." tanya Ratih lagi. Kinanti menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Kenapa Kin.... dia baik loh." kata Ratih.dengan nada kecewa.
"Aku merasa ngga pantas untuk dia Tih, kayaknya kamu deh yang lebih cocok sama dia." jelas Kinanti.
" Kalian. bisa saling melengkapi, yang satu pendiam, satunya lagi rame, cucok deh." kata Kinanti lagi sambil mengacungkan dua jempolnya.
" Yee....gimana si ni orang, kan dia sukanya sama kamu Kin, kenapa malah nyuruhin ke aku." protes Ratih, Kinanti pun tertawa mendengarnya.
" Maaf ya Ratih sayang, kita telpon Daffa yuk." kata Kinanti yang langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan mencari kontak dengan nama Atika, kali ini Kinanti menelpon via Videocall, tampaklah wajah Tika diseberang sana.
Tika : Assalamu'alaikum Kin....tumben video call.
Kinanti : Waalaikumsalam... Iya Tik kangen pengen liat wajah Daffa, dia ada Tik.
Tika: Ada, ntar aku panggilin ya, hey itu bukannya Ratih.
Tika melambaikan tangan sambil tersenyum begitupula dengan Ratih
Tika : Alhamdulillah baik Tih, semoga kamu juga ya....aku panggil Daffa dulu ya.
Dan tampak Tika berjalan keluar rumah menemui Daffa yang sedang bermain sepeda ditemani bi Ning.
" Daffa sayang....kemari nak, ini bunda mau ngomong sama kamu." kata Tika.
Tampak Daffa dengan kaos Donald bebeknya berlari ke arah Tika, Daffa menatap ke layar ponsel Tika. lalu membetika senyum manisnya kepada Kinanti sambil melambaikan tangan.
Daffa : calamikum bunda, bunda udah pulang kelja ya
Kinanti : Wa'alaikumsalam sayang, iya nak bunda baru nyampe ni, Oia ini ada Tante Ratih, disapa dong.
__ADS_1
Daffa : hai Tante Latih apa kabal
Ratih : hai Daffa.... Tante baik sayang. kamu lagi ngapain
Daffa : aku lagi main cepeda tapi cepedanya loda tiga. tuh ( Daffa memperlihatkan sepedanya.
Ratih : Iya ngga apa-apa sayang nanti juga Daffa bisa naik sepeda yang roda dua ya, Oia ini bunda mau ngomong.
Kinanti : Daffa.... kalau Minggu ini ngga pulang nengok Daffa, Daffa marah ngga
Daffa : Kenapa ngga pulang Bun kan Daffa kangen (tampak wajah Daffa berubah jadi murung)
Kinanti : ya sudah kalau ngga boleh tapi Daffa ngga boleh nangis ya kalau bunda ngga bisa beli susu tuk Daffa.
Daffa: Oh jadi bunda ngga bisa pulang kalena kelja ya, ya udah ngga apa-apa deh tapi bunda janji telpon aku ya
Kinanti : Iya sayang pasti dong bunda telpon kamu terus, Oia Kasih
telponnya ke Tante Tika.
Kinanti : Tik....maafnya lamu aku repotin lagi ni, Jumat besok mungkin sampai Minggu aku disuruh bos nemenin meeting di BB jadi sku titip Daffa ya... sebetulnya aku pengen nolak tapi gimana tau sendiri cari kerja jaman now susah banget.
Tika : iya Kin, insha Allah aku dan Bu Ning akan jaga Daffa, kamu pergi aja ya jangan ragu.
Kinanti : Makasi ya Tik, udahan dulu ya nanti aku telpon lagi ya.... Dadah Daffa, ngga boleh nakal ya sayang.
Tampak Daffa melambaikan tangannya ke arah telpon yang ada gambar Kinanti dan Ratih. Lalu Kinanti mematikan panggilan video call tersebut.
" Daffa masih kecil tapi udah ngerti gitu ya Kin." kata Ratih.
__ADS_1
"Iya Tih. dari kecil ngga nyusahin, anaknya anteng, ngga pernah minta ini atau itu, mungkin ngerti kali ya bundanya susah. " kata Kinanti sambil melanjutkan kata-katanya.
" Pernah suatu kali dia minta sepeda yang dia pake tadi itu, dia bilang gini, bunda punya uang ngga, aku pengen sepeda seperti punya Kevin, tapi kalau bunda ngga punya uang ngga apa-apa, kapan-kapan aja sepedanya.' Kata Kinanti sambil berkaca-kaca matanya mengingat kejadian itu.