Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 35


__ADS_3

Arga menuruni anak tangga dengan dan berjalan menuju meja makan masih dengan piyama tidurnya.


"Mas....kok belum rapi, memangnya ngga kerja ya", tanya lisa kepada suaminya. Ditatapnya wajah Lisa, tampak mata sembabnya, pasti semalam dia menangis karena aku, batin Arga dan langsung duduk di meja makan menyeruput kopi nya.


"Mungkin agak siangan ke kantornya, badanku agak kurang fit", jawab Arga, lalu dia memainkan ponselnya, memandangi foto dirinya dan Daffa saat jalan-jalan di MM.


"Itu foto siapa sayang", tiba-tiba Indah muncul dan bertanya.


"Ohh ini foto tetangganya Ivan mi", jawab Arga. Lalu Indah mengambil ponsel Arga dan memperhatikan foto tersebut.


"Wajah anak kecil ini mirip Lo sama kamu nak, Pi coba deh papi lihat wajah anak itu mirip Arga lagi kecil ya Pi", kata indah sambil menyerahkan ponsel Arga ke Dani. Dani memandangi foto tersebut dan mengangguk.


"Masa si....kemarin Ivan juga bilang begitu mi katanya aku dan Daffa kayak bapak dan anak", kata Arga.


"Coba mas aku lihat", kata Lisa penasaran dan lalu memandang foto tersebut, Anggi pun ikutan melihat foto di ponsel Arga yang sedang dipegang Lisa.


"Coba deh ntar mami cari foto kecil kamu y ", kata Indah kepada Arga.


"Kok bisa ya ma aku mirip sama Daffa", kata Arga bingung, tapi kan katanya di dunia ini kita punya kembaran sebanyak tujuh orang, ngga tahu deh itu benar atau tidak.


*****


Kinanti. Dimas dan Danu sampai di sebuah restoran mewah, mereka memilih bangku di dekat jendela kaca, dan ngga berapa lama dua orang client Dimas datang, dasaling bertegur sapa.


"Silahkan pak Andi, Bu Diah duduk, terima kasih sudah bisa datang", kata Dimas ramah sambil menyalami client nya tersebut. Lalu mereka memilih menu. Sepertinya Bu Diah adalah sektertaris pak Andi.

__ADS_1


"pak....saya boleh ngga makannya misah", bisik kinanti.


"boleh, tapi besok kamu ngga usak masuk kerja lagi ya", kata Dimas.


Dihh bisanya main ancam, nyebelin, batin Kinanti sambil masang muka cemberut kepada Dimas, melihat itu Dimas tersenyum simpul, dasar cewe aneh diajakin makan siang malah mau duduknya misah, apa-apaan si, batin Dimas. Ngga lama pesanan mereka datang mereka menyantap makanan sambil membicarakan tentang proyek yang sedang dijalani. Setelah selesai membahas segala sesuatu tuk keperluan bisnis mereka, aku yang ngga paham cuma diam saja dan mendengarkan. Akhirnya selesai juga, akhirnya mereka saling berpamitan. Dimas, Kinanti dan Danu kembali ke kantor mereka, di perjalanan tiba-tiba dimas bicara.


" Maksud kamu apa tadi pengen duduk saatvkita makan siang".


"Maaf pak...maksudnyaaaa....'kinanti menghentikan kalimatnya.


"Iya apa", tanya Dimas.


"maksudnya biar saya bisa makan tanpa harus memikirkan azab bermakan", kata Kinanti.


"Ngga pak, saya kalau bapak adalah orang yang baik tidak mempermasalahkan tentang hal itu, apalagi tadi saya lapar banget pak sebbab tadi pagi ngga sarapan, kan kalau saya makan gradak&geruduk di depan client bapak ntar bikin malu bapak", jelas Kinanti.


"Kenapa kamu ngga sarapan tadi pagi", tanya Dimas lagi.


"ngga sempet pak udah kesiangan", jawab Kinanti.


"Apa sekarang kamu masih lapar", tanya Dimas lagi.


"ngga pak, saya sudah kenyang, bapak kok sweet banget si nanyain tentang saya, makasi ya pak", kata Kinanti.


"Kamu jangan ge-er saya cuma bertanya karena kamu kan pegawai saya", jelas Dimas.

__ADS_1


"Siapa yang ge-er pak, saya biasa aja kok, saya juga paham banget kalau saya itu cuma pegawai bapak yang levelnya jauh dibawah bapak, bukan istri bapak", kata Kinanti lagi menjelaskan.


"kok jadi ribut si, ganggu konsentrasi saya ni, saya kan lagi bawa mobil, ntar kalau kenapa-napa pasti saya yang disalahkan", tiba-tiba Danu bicara dari belakang kemudinya.


"Diammm.....",teriak dimas.


"duh bapak bikin kaget aja deh", protes Kinanti.


"copot copot copot makan nasi sama ayam, sama sate, sama udang, cumi", kata Danu sambil menepuk dadanya.


"Sekalian pak pake bebek, Sop iga, pepes", kata Kinanti.


"Hahaha Bu Kinanti bisa aja, abis bos bikin kaget", kata Danu lagi.


Dimas diam saja tak menanggapi kata-kata Danu dan kinanti. Kenapa gue harus ngomong seperti itu ya ke dia, jelas dia marah gue bilang jangan ge-er, batin Dimas.


++++++++++++++++++++++++++++++++++


Hai readers ku tersayang, makasi ya sudah mampir ke cerita aku, jangan lupa tuk like, komen, fav, vote ya.


maafin kalau ada yang kurang suka dengan karakter Kinanti yang mungkin agak kekanakan , kurang sopan, tidak mencerminkan kalau dia seorang ibu. Ini hanya cerita fiksi, jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati ya.


Oia jangan lupa juga tuk mampir ke cerita aku "seputih cinta Karina".


Thanks readers....love u♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2