Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 21


__ADS_3

Secepat kilat Arga berlari mengangkat tubuh anak kecil yang sudah berada di tengah jalan agar terhindar dari sepeda yang melaju dengan cepat ke arahnya tanpa disadari anak kecil tersebut.


Lalu Arga menurunkan anak kecil itu ditepi jalan yang kebetulan dekat dengan taman bermain. Anak kecil itu masih terbengong-bengong dengan aksi yang Arga lakukan.


"Kenapa kamu berjalan ke tengah jalan tanpa melihat kanan kiri jalan sayang, ngga boleh ya sayang, banyak kendaraan umum nanti kamu tertabrak", kata Arga lembut.


"Aku ngejar kupu-kupu om", kata anak kecil itu.


"Kamu main disini dengan siapa, kok sendirian sayang", tanya Arga, lalu bocah itu meliarkan pandangannya mencari-cari seseorang. Dan dari arah depan tampak seorang ibu paruh baya berlari menuju ke tempat mereka dengan wajah cemas.


"Ya ampun mas, kemana aja si, si Mbah nyari-nyari kamu, kan tadi Mbah sudah bilang tunggu di ayunan itu dulu karena si mbah mau ke toilet, ehh pas Mbah sudah selesai kamu sudah ngga ada, mbah takut kamu hilang nak", kata wanita paruh baya itu.


"maafin aku Mbah tadi aku ngejar kupu-kupu", ujar anak kecil itu lagi.


"Iya Mbah tenang, dia ngga apa-apa kok", kata Arga untuk menghilangkan kecemasan wanita paruh baya tersebut.


"Makasi ya tuan sudah menolong cucu Mbah",.


"Arga.... kamu sudah lama ya nunggu disini", sapa seseorang kepada Arga.


"Hai van...Apa kabar", kata Arga sambil menyalami dan memeluk Ivan.


"Gue baik Ga, sorry ya gue nyuruh Lo nunggu disini karena kebetulan dirumah kosong'.


"Kheysa salam nak sama om Arga", dan Kheysa pun menyium tangan Arga.


"loh kok ada Daffa disini, kamu sama siapa sayang... sama bunda ya atau sama Tante Tika", sapa Ivan kepada Daffa.

__ADS_1


"Aku sama ci Mbah om, bunda udah pulang ke SS, Tante Tika lagi cibuk", kata Daffa menjelaskan.


"Ohh bunda kamu sudah pulang ya padahal kan besok masih hari libur", gumam Ivan.


"Kemalen bunda pulang kecini cama Tante Latih kata bunda kacian kalau Tante Latih pulang cendilian, jadi haluc ditemenin", jelas Daffa dengan lucunya.


"Kalau Tante Tika", tanya Ivan.


"mbak Tika ada tuan cuma lagi sibuk di depan laptopnya, tadi si yang nganterin kesini mbak Tika", jelas bi ning.


"terus kok Lo bisa sama Daffa ga", tanya Ivan kepada Arga.


"tadi dia jalan ke tengah ngga lihat kanan kiri, jadi aku berlari ngangkat dia biar terhindar dari laju sepeda", Arga menjelaskan.


"Sekali lagi makasi ya tuan" Kata bi ning.


"ya sudah Daffa main sana sama kheysa ya, mbah tolong jagain mereka dulu ya", kata Ivan kepada Bu Ning.


"Sorry ga dicuekin, tumben Lo main kesini, Oh iya Lo nginep kan disini", tanya Ivan.


"Iye gue nginep, kebetulan Senin gue ada meeting disini, besok kita jalan ya van", ajak Arga.


"Jalan kemana, lagian ntar Kheysa gimana", jawab Ivan


"Oh iya ya, gue lupa kalau Lo udah punya anak ya, makanya Van cepet cari mama tuk Kheysa", canda Arga.


"Emang gampang kayak membalikkan tangan

__ADS_1


gitu", kata Ivan manyun.


"Ya sudah besok Kheysa diajak aja"


"kasian ga lalu Kheysa diajak nanti dia ngga ada temennya malah bete, atau besok Kheysa gue titipin aja deh ke temen gue", kata Ivan.


"Atau ajak aja temennya Kheysa yang tadi itu, siapa ya namanya lupa gue",


"Daffa", kata Ivan sambil berkata lagi" ya udah besok coba gue tanyain ke tantenya boleh ngga".


"Ya sudah yuk sekarang kita pulang, Kheysa, Daffa pulang yuk sekarang sudah sore", ajak Ivan.


Sebelum pulang Ivan mengantar Daffa dan bi Ning dulu. Sampai di depan rumah Tika tampak Tika sudah berada di atas motornya mau keluar.


"Tante Tika..." teriak Daffa dan Kheysa berbarengan masih dari dalam mobil, lalu Daffa, Kheysa, bi Ning keluar dari mobil. Kheysa dan Daffa menghampiri Tika dan mencium tangan Tika.


"Hey sayang...baru aja Tante mau jemput Daffa ehh ternyata sudah dianterin Kheysa", kata Tika. "makasi ya Van", kata Tika lagi.


"Iya, Sorry aku ga keluar ni tik mau buru-buru, oh iya boleh ngga besok aku aja Daffa tuk temenin Kheysa jalan-jalan biar Kheysa ngga bete kalau ada temannya", tanya Ivan.


"Kalau aku si boleh-boleh aja tapi aku ijin bundanya dulu ya Van, ntar aku kabarain", jelas Tika.


Ivan pun memberikan jempolnya,.


"Dadah Daffa dadah Tante, Eca pulang dulu ya", kata Kheysa sambil melambaikan tangan ke arah Daffa dan Tika.


++++++++++++++++++++++++++++++++++++

__ADS_1


__ADS_2