Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 26


__ADS_3

Sementara itu di lain kota


Kinanti dan Ratih baru saja keluar dari taksi online yang dipesan.


kring....kring..... ponsel Kinanti berbunyi, dilihatnya Ryan ia calling


Kinanti : assalamu'alaikum pak


Ryan : wa'alaikumsalam Kinan....kamu pergi ngga ke nikahannya ika


Kinanti : iya pak, ini saya baru aja sampai


Ryan : ohh kamu sudah berangkat ya, ini saya lagi otw ke kosan kamu


Kinanti : maaf ya pak, bapak putar balik aja langsung kesini ya, ini saya sudah masuk ke dalam gedung sama Ratih.


Ryan : ok kin


Didalam gedung temen-temen satu kantor banyak yang sudah hadir, dan mereka bilang aku panglingi, lohh kenapa aku si bukan pengantinnya yang dipuji.


Hari ini aku memang tampil beda berkat tangan lihainya Ratih aku didandani sedemikian rupa, bahkan apa-apa yang aku pakai pun dipinjami Ratih. Ratih rela datang ke kosan pagi-pagi cuma tuk merias aku. Tak lama Ryan datang, dia memandangiku.


"Kinanti....kamu cantik sekali hari ini", pujinya.


"berarti kemarin-kemarin saya ngga cantik dong pak", protes Kinanti. Lalu Ryan dan Ratih pun tertawa.


"Cantik juga Kin, cuma hari ini beda aja", ralat Ryan. Lalu mereka bertiga pun menuju pelaminan tuk memberi ucapan selamat kepada mempelai pengantin, setelah itu lanjut menuju stand makanan. kami bertiga berdiri dekat dengan jalanan yang dikasih karpet memanjang yang artinya tuk jalan para undangan.

__ADS_1


Tampak dari arah depan Dimas dan Danu masuk ke dalam gedung dengan gagahnya.


Dimas pun memberi senyuman ramah kepada undangan yang kebanyakan anak buahnya, saat melewati Kinanti, Kinanti pun memberi salam.


"Siang pak Dimas, pak Danu", sapa Kinanti, Ratih dan Ryan kompakan.


"Siang juga", kata Dimas dan Danu, lalu Dimas memandang Kinanti sedemikian rupa dari atas kebawah, bawah ke atas dengan heran.


'Ini saya Kinanti pak, lupa ya, baru juga beberapa hari ngga ketemu masa bapak sudah lupa sama saya si", protes Kinanti.


"Oohh iya kamu", kata Dimas masih sambil memandangi Kinanti. Kamu beda sekali cewe bawel, cantik banget hari ini seperti bukan kamu, puji Dimas dalam hati.


"Sudah pak, mandangi saya nya biasa aja, saya memang sudah cantik dari sananya, sekarang mendingan bapak kasih salam dulu ke mempelai ya", kata Kinanti, dan Danu pun tertawa mendengarnya, gue suka ni sama cewe ini tiap kali dia celetak celetuk sama bos, batin Danu.


"kenapa kamu ketawa Danu, memang kamu saya bolehin ketawa ya", kata Dimas.


"Kin....gila Lo berani ngomong gitu sama bos, kalau ngomong gitu sama pak Ryan ngga apa-apa pak Ryan mahh orangnya santai, iya kan pak kalau sama pak Dimas...ihh serem ntar dipecat Lo", kata Ratih panjang lebar


Ryan hanya tersenyum mendengar ucapan Ratih.


"hihihi, kalau aku dipecat berarti kamu ngga punya teman sebaik aku lagi tih, tenang tih pak Dimas sudah agak jinakan belakangan ini sudah bisa diajak bercanda sama aku walaupun tetep kaku gitu orangnya", kataku menjelaskan.


"Kinan....ntar pulang bareng saya ya", ajak Ryan.


"Tapi saya sama Ratih pak", tolakku secara halus.


"Ngga apa-apa kin aku pulang sendiri aja", jelas ratih dan aku diam-diam mencubit tangan Ratih.

__ADS_1


"Aww, kenapa", tanya Ratih pelan agar tidak terdengar Ryan.


"yuk kita pulang sekarang, Ratih kamu kalau mau bareng juga ngga apa-apa", kata Ryan sambil berjalan ke arah pintu keluar diikuti Kinanti dan Ryan.


"iya pak makasi", jawab Ratih.


"Kin kenapa tanganku tadi dicubit", tanya Ratih.


"lagian kamu tuh ngomong gitu, ketauan aku pengen pulang bareng kamu, kalau udah gini kan aku ngga bisa nolak", kataku cemberut.


"Ya udah ngga apa-apa si sekali-kali", kata Ratih. Dan akhirnya aku masuk ke dalam mobil mengikuti Ryan sementara Ratih mungkin dengan taksi.


"Kamu ngga ikut bareng mereka", tiba-tiba saja Dimas sudah berada disamping Ratih, ternyata Dimas melihat saat Ryan dan Kinanti pulang.


"Ehh bapak bikin kaget saja, ngga pak takut ganggu mereka", jawab Ratih asal.


takut ganggu mereka, memangnya ada hubungan spesialkah diantara mereka, batin Dimas.


"Ya sudah saya pulang dulu ya", kata Dimas ramah kepada Ratih.


"iya pak", jawab Ratih, ternyata bener bos sekarang lebih aware.


+++++++++++++++++++++++++++++++++


hai teman-temanku terima kasih sudah mampir dimarih, jangan lupa tuk kasih like, vote dan komen biar author lebih semangat.


Oh iya jangan lupa juga tuk mampir ke cerita saya yang berjudul Seputih cinta Karina.

__ADS_1


thanks readers...love u ♥️♥️


__ADS_2