
Hari ini seperti biasa Kinanti terbangun jam lima pagi lanjut sholat subuh, selesai sholat Kinanti membersihkan rumah yang sudah tiga hari ini belum dibersihkan, keranjang pakaian kotor pun sudah penuh, kenapa juga belakangan ini aku dihinggapi rasa malas, ya sudahlah satu-satu dulu yang dikerjain, besok baru mencuci.
Selesai bersih-bersih Kinanti lanjut mandi, berhias diri dan langsung berangkat kerja, hari Senin harus semangat, batinnya.
Tidak berapa lama Kinanti sampai di kantornya dengan menggunakan ojek online.
"Pagi Kinanti darling...", sapa Ratih sambil mensejajari langkah kinanti.
"pagi juga dear Ratih", balas Kinanti, dan mereka pun berjalan menuju ruangannya. Di dalam ruangannya sudah hadir farel dan Fitri, ngga lama kemudian Jefry juga datang.
"Nih tuk kalian", kata Jefry sambil menaruh plastik putih diatas meja kerja Ratih.
"Paan tuh, tumben Lo bawa makanan tuk kita", kata farel sambil membuka isi dalam plastik tersebut.
"wow serabi, Lo beli dimana Jef, pagi-pagi emang udah ada yang jual serabi ya", kata farel sambil memakan serabi tersebut.
"Gue ngga beli rel, nenek gue datang dari Bandung, ehh pagi-pagi udah buat serabi, banyak pula, jadi nyokap nyuruh gue tuk bawain buat lo lo pade, ehh itu gulanya enak, makannya dicocol Ama gulanya bro", kata Jefry lagi.
"Tau aja Jef kalau aku belum sarapan", kata Kinanti sambil menyomot serabi yang langsung dicelupkan ke air gulanya dan langsung dimasukkan ke mulutnya.
"hmmm yummy", kata Kinanti setelah serabi itu habis dimulutnya.
__ADS_1
"Ratih, Fitri dicobain dong", kata Jefry.
"Siap bos", jawab Fitri dan Ratih kompakan.
Setelah serabi ludes dimakan akhirnya mereka melakukan pekerjaan masing-masing. Kinanti menginput transaksi-transaksi keuangan baik yang masuk ataupun yang keluar.
"Kin....Lo disuruh ke ruangan pak Ryan", kata Jefry mengagetkan Kinanti yang sedang serius bekerja.
"kata siapa Jef", tanya Kinanti.
"ya kata gue Kin, gue kan abis dari ruangan pak Ryan nganterin berkas yang dia minta", jelas Jefry.
tok tok Kinanti mengetuk pintu ruangan Ryan dan masuk setelah dipersilahkan masuk oleh Ryan.
"Kin....kamu ke bank nya sekarang, tuk pembayaran ke sini sini dan yang ini juga", kata Ryan sambil menunjuk berkas-berkas dihadapannya tanpa memandang Kinanti.
"baik pak, permisi saya jalan sekarang", kata Kinanti dan langsung berjalan keluar dari ruangan Ryan. Kinanti kembali ke ruangannya tuk mengambil tas dan langsung memesan ojek online tuk mengantarnya ke bank.
tumben banged pak Ryan ngomong tapi matanya tidak memandangku, juga nyuruh lewat Jefry biasa ya dia langsung telpon atau kirim pesan kalau ada perlu denganku, apa karena peristiwa kemarin ya pak Ryan jadi berubah, kenapa harus berubah si, apa dia marah ya sama aku, masa si aku harus memaksakan diri tuk menerimanya sedang hatimu masih belum mau, batin Kinanti.
"mbak sudah sampai mbak", kata driver ojek online.
__ADS_1
"Oh iya pak, makasi, ternyata sudah sampai ya", kata Kinanti sambil membayar ongkos ojek tersebut dan berjalan masuk ke dalam bank. Dan didalam bank sudah penuh dengan nasabah, begitulah kalau hari Senin... ramai.
*****
Diruangan Dimas, tampak Dimas sedang menelpon, diulang lagi sampai betkali-kali.
Kemana si ni orang katanya kalau perlu langsung telpon aja tapi ini ditelpon malah ngga diangkat-angkat, batin Dimas kesal.
"Danu...coba tanyain ke Ryan si cewe bawel kemana, ini ditelpon tapi ngga diangkat-angkat", kata Dimas.
"maksud bos Bu Kinanti ya", kata Danu menyakinkan yang dimaksud dengan cewe bawel tersebut.
"lah iya dan....kan kita ada meeting di MM jam satu siang, jadi kita harus cepet berangkat biar ngga kena macet, lagian kan lumayan jauh", jelas Dimas.
"Oke bos saya keruangan pak Ryan dulu ya", kata Danu. Ngga berapa lama Danu kembali ke ruangan Dimas
"Bos...ternyata Bu Kinanti lafi keluar, lagi ke bank tadi pak Ryan juga sudah berusaha menelponnya tapi ngga bisa bos, takutnya kurang signal atau ponselnya mati", jelas Danu.
"Ya sudah kalau gitu kita aja yang berangkat dan, inget ya kamu catat semua isi meeting nanti", kata Dimas.
"baik bos", kata Danu.
__ADS_1