Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 36


__ADS_3

"Oh iya Jumat besok kamu ikut saya meeting di kota BB, kita pulangnya hari Sabtu atau Minggu." tiba-tiba dimas berkata memecah kesunyian didalam mobil.


" Lama ya pak meetingnya, berarti kita menginap?" tanya Kinanti.


" Iya...kenapa....kamu takut, tenang saja kita tidurnya dikamar terpisah kok, Danu juga ikut." jawab Dimas santai.


"Iyyya pak, bukan begitu maksud saya." kata Kinanti.


" Teruus.....apa dong." tanya dimas.


" Bukan apa-apa pak." jawab Kinanti tidak ingin melanjutkan membahas tentang hal itu. Masa aku harus bilang kalau Jumat itu jadwal pulang ke MM, ya ngga mungkinlah, yang ada langsung dipecat bos jutek ini, batin Kinanti.


Duhh Daffa maafin bunda ya nak, batin Kinanti sambil menatap jauh keluar dari kaca mobil. Minggu lalu bunda pulang tapi balik lagi nya lebih awal, lahh sekarang malah ngga bisa pulang nengok kamu karena pekerjaan, bunda kangen kamu nak, batin Kinanti lagi sambil memejamkan mata dan menghembuskan napas secara kasar.


Dimas melirik ke arah Kinanti, menatapnya, sepertinya ada yang sedang dipikirkan cewe bawel ini, batin Dimas tapi ngga tahu apa, dia hanya mengira-ngira saja.


Tidak berapa lama mobil berhenti didepan lobby kantor, Dimas, Kinanti juga Danu keluar dari mobil.


"Pak Dimas....saya langsung ke keuangan saya ya", kata Kinanti pelan dan dimas pun menganggukkan kepalanya.


Kinanti berjalan ke arah depan menuju ruangannya, sedang dimas dan Danu memperhatikan kepergian Kinanti.


"Dan....kenapa tuh cewe bawel kok jadi pendiam gitu ya, ngga seperti lagi berangkat tadi banyak bicara", tanya Dimas.


"Iya ya bos saya juga heran, salah makan kali dia bos", kata Danu.

__ADS_1


" Salah makan gimana maksud kamu Dan, perasaan tadi di resto makanannya sama seperti yang kita makan" jelas Dimas.


" Hehehe.... bos percaya aja dengan omongan saya, saya asal ngomong doang bos.... Mungkin dia sedang datang bulan bos, biasa kan cewe ada siklus bulanan.' kata Danu dan Dimas pun paham.


Didalam lift menuju ruangan Dimas, iseng Danu bertanya kepada Dimas mengenai Kinanti.


" Maaf bos mau nanya, kalau bos lebih suka Bu Kinanti yang pendiam atau yang ceplas-ceplos seperti biasanya?" tanya Danu, Dimas memandang Danu sambil berkata Memangnya kenapa."


" Kalau saya si lebih suka Bu Kinanti yang ceplas-ceplos bos, lebih natural ngga dibuat-buat gitu." lanjut Danu, Dimas pun tersenyum mendengar kata-kata Danu sebab Dimas pun sama seperti Danu lebih suka Kinanti yang bawel, jadi lebih ramai, kadang bisa menghilangkan kebetean dan rasa capek setiap mereka pulang meeting, tapi hari ini ngga ada. Apa dia sakit ya atau lagi ada masalah, Dimas membatin lagi, masih bertanya-tanya mengenai perubahan sikap Kinanti saat ini.


****


Kinanti langsung menghempaskan dirinya duduk di bangku kerjanya setibanya di ruangannya. Teman-temannya heran melihatnya ditambah wajah Kinanti yang terlihat ngga semangat gitu.


"Jangan bilang abis dimarahin bos jutek itu. " kata Ratih.


"Apa si kalian ini, aku ngga apa-apa kok, cuma aja barangkali jadi terlihat seperti ini." jelas Kinanti.


"Ngga bohong kan Kinan!!" kata Ratih lagi.


" Oke... oke, jujur ni ya." kata Kinanti kemudian.


"Aku hari Jumat disuruh ikut meeting ke kota BB, pulangnya sekitar Sabtu atau Minggu." ujar Kinanti lagi.


"Asyik......" teriak teman-tenan satu ruangan Kinanti.

__ADS_1


" Loh kok asyik si?" kata Kinanti heran.


"Ya asyiklah jalan-jalan gretong " kata Fitri.


"Memangnya ini darmawisata fit.... ini meeting loh terus kenapa lama juga, kan jadinya bikin bete gitu loh, udah gitu kalian tau sendiri tiap Jumat kan aku selalu pulang ke MM nengok Daffa, kali ini ngga dong." jelas Kinanti.


" Siapa Daffa.... cowo Lo ya Kin!?" tanya farel.


Kinanti kaget mendengar pertanyaan itu, lalu dia menatap Ratih.


" Daffa itu anak saudaranya Kinanti, masih bocah,cakep, lucu, pintar, pokonya anaknya ngangenin deh." jelas Ratih, dan Kinanti pun menarik napas lega saat Ratih sudah membantunya menjelaskan kepada teman-temannya.


" Ohh gitu, tapi kok Lo tau Tih tentang Daffa?" tanya Fitri.


" Ya jelas taulah kan lagi Jumat lalu aku ikut Kinanti ke MM, iya kan Kin!" kata Ratih lagi meyakinkan teman-temannya.


Kinanti pun menjawab pertanyaan Ratih dengan anggukan.


++++++++++++++++++++++++++++++++++


Hai readers ku tersayang, makasi ya sudah mampir ke cerita aku, jangan lupa tuk like, komen, fav, vote ya. maaf up nya cuma dikit.


Oh iya jangan lupa juga tuk mampir ke cerita aku "seputih cinta Karina".


Thanks readers....love u♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2