Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 37


__ADS_3

Kinanti dan Ratih beriringan berjalan pulang keluar dari gedung tempat mereka bekerja.


" Makasih ya Tih, sudah bantuin aku tadi." ujar Kinanti.


" Iya Kin, lagian kalau ngomong tuh hati-hati say." kata Ratih mengingatkan.


" Iya Tih, sumpah loh aku ngga sadar kalau tadi tuh keceplosan nyebut nama Daffa." kata Kinanti lagi.


"Kenapa kamu ngga jujur aja si sama teman-teman kalau kamu udah punya anak kin." kata Ratih lagi memberi masukan.


"Lagian kamu juga udah jujur tentang Daffa ke pak Ryan, ya udah sekalian jujur dengan teman-teman satu ruangan kita juga."


"Iya tih nanti cari waktu yang tepat, aku akan jujur terserah penilaian mereka tentang aku gimana ya." kata Kinanti sambil tersenyum kepada Ratih.


" Kamu ngga perlu menceritakan semua nya Kin, ngga perlu dari A sampai Z, intinya saja kalau kamu sudah punya anak." kata Ratih.


" Kalau mereka menanyakan tentang ayahnya Daffa gimana?" tanya Kinanti.


" kamu tinggal bilang untuk itu no comment dulu ya seperti yang suka dibilang artis-artis ibukota saat malas menjawab pertanyaan wartawan." kata Ratih lagi sambil tertawa.


" Duhh pintar banget si temenku ini, cantik pula, ngga sia-sia punya teman seperti orang ini." kata Kinanti sambil menjewer pipi kiri dan kanan Ratih dengan kedua tangannya.


" Apaan si Kin, sakit tau, ntar pipi aku makin chubby ni dicubit seperti itu." protes Ratih sambil menepis tangan Kinanti.


"Iya... iya maaf." kata Kinanti sambil mengelus-elus pipi Ratih.

__ADS_1


" Dihh dipikirnya aku ini mpus ya pake dielus-elus gitu....meong...meong." ujar Ratih dan akhirnya kita tertawa bersama.


"Sepertinya kalian lagi senang ya." kata Ryan yang tiba-tiba sudah berada disamping mereka.


"Eh pak Ryan, bikin kaget aja." kata Kinanti sambil tersenyum kepada Ryan. Sepertinya sikap Ryan sudah normal lagi ni ngga seperti kemarin itu agak cuek, batin Kinanti.


"Panjang umur Kin pak Ryan." bisik Ratih di telinga Kinanti.


" Ini loh pak Kinanti lagi bete, Jumat besok diajak meeting pak Dimas ke BB." Ratih bercerita.


" Kenapa harus bete Kin, enak dong Kin....meeting sekalian jalan-jalan." kata Ryan.


"Nahh itu juga yang saya bilang ke Kinan pak." kata Ratih.


"Yang bikin bete dimana nya Kin?" tanya Ryan.


" Sedangkan Jumat adalah jadwal Kinan pulang ke MM." kata Ratih lagi menambahkan.


Ryan pun teringat kalau Kinanti punya anak yang tinggal di MM.


" Oh iya ya, ya sudah kamu jelasin saja sama anak kamu kalau kamu ngga bisa pulang Minggu ini." kata Ryan memberi masukan.


"Iya pak nanti saya akan telpon Daffa, kalau Daffa si pasti ngerti kalau ibunya kerja cari uang tuk beli susu dia, saya nya aja pak yang gimana gitu pak, ya kalau kalian punya anak pasti paham lah rasa kangen kepada anaknya, secara saya ketemu dia nya ngga setiap hari.


" Iya saya ngerti." kata Ryan.

__ADS_1


"Ehh kalian mau pulang bareng ngga." ajak Ryan kepada Ratih dan Kinanti.


"Makasi pak, merepotkan saja." kata Ratih.


"Ngga kok.... kalian kan searah jadi saya sekalian nganternya ngga pake muter-muter, gimana?" tanya Ryan.


" Oke deh pak." kata Ratih dan Kinanti mendelik kan bola matanya kepada Ratih.


Mereka bertiga pun berjalan ke arah mobil Ryan. Kinanti duduk disamping Ryan yang berada dibelakang kemudi mobil sedang Ratih duduk di bangku penumpang.


" Kinan.... boleh ngga sekali-kali kita main ke rumah kamu yang di MM ya Tih?" tanya Ryan.


" Saya sudah pak, lagi Minggu lalu." jelas Ratih.


" Wah curang kamu Tih ngga ngajak-ngajak " kata Ryan.


" Dadakan pak ngga pake rencana kok." jawab Ratih.


"Boleh pak... kalau bapak mau main ke tempat saya di MM bareng Ratih saja ntar saya kenalin dengan Daffa anak saya." kata Kinanti sambil tersenyum.


" Makasi Kinan." kata Ryan.


+++++++++++++++++++++++++++++++++++


Teman-teman....makasi ya tuk dukungannya, jangan lupa tuk kasih like, fav, vote juga komen per episode biar author semakin semangat.

__ADS_1


Oh iya jangan lupa tuk mampir ke cerita saya yang berjudul seputih cinta Karina


Thanks readers.... love u


__ADS_2