
Seharian ini Kinanti menghabiskan waktu dengan leyeh-leyeh di dalam kamar dengan Daffa. Kinanti selalu ingin berduaan dengan Daffa, ada rasa bersalah setiap memandang wajah daffa.
"Bunda... kenapa liatin Daffa telus?" tanya Daffa.
"Ngga apa-apa sayang, bunda seneng aja liatin wajah kamu yang ganteng." jawab Kinanti dan Daffa pun tersenyum malu dipuji ganteng.
"Bunda... kenapa kita ngga ke taman, bunda cape ya?" tanya Daffa.
"Iya sayang bunda cape, maaf ya nak, Minggu ini bunda ngga bisa temenin kamu ke taman, Minggu depan saja ya nak." jawab Kinanti. Kebetulan Tika sedang berjalan melewati kamar Kinanti dan pintu kamarnya tidak tertutup rapat jadi Tika mendengar percakapan antara ibu dan anak tersebut.
"Gimana kalau ke tamannya sama Tante Tika aja sayang. bunda nya cape, kasihan biar bunda nya istirahat saja" ujar Tika menjulurkan kepalanya di pintu.
"Tuh Daffa Tante Tika mau temenin kamu ke taman, kamu mau ngga?" tanya Kinanti.
"Aku mau... aku mau." kata Daffa dengan riangnya, sambil melanjutkan kalimatnya, "bunda ngga apa-apa Daffa tinggalin di lumah?"
"Ngga apa-apa cah Bagus, ya sudah sana kamu main -main sama Tante Tika tapi inget ya ngga boleh nakal." kata Kinanti. Sementara Daffa dan Tika sedang bersiap-siap terdengar bel pintu berbunyi.
" mbak Tika, ada yang nyari mbak." kata bi Ning.
"Ya Bi siapa?" tanya Tika.
"Itu mbak non Eca dan bapaknya." jawab bi Ning.
__ADS_1
Tika langsung berjalan menuju ruang tamu dan tampak kheysa dan papanya Ivan.
"Assalamu'alaikum." kata Ivan dan Kheysa berbarengan.
"waalaikumsalam Kheysa, mas Ivan." jawab Tika. Kheysa pun berjalan mendekati Tika dan mencium punggung tangan Tika, sementara Ivan masih bengong mendengar tika memanggilnya dengan embel-embel mas, Tika yang menyadari hal itu langsung berkata," ada Eca ngga enak kalau panggil kamu nama doang ntar Eca ikut-ikutan panggil kamu nama aja lagi."
"Kalian dari mana ni tumben mampir ke rumah Tante, terus bawa mobil pula, biasanya kalau dekat naik motor aja?" tanya Tika sambil melihat mobil Ivan di luar pagar.
"Tadi abis antar temanku ke bandara Tik trus Eca ga mau pulang, udah diajak muter-muter tapi masih belum pingin pulang." jawab Ivan menjelaskan.
"Ini kamu udah rapi mau pergi ya Tik?" tanya Ivan.
"Itu loh mau ajak Daffa main, dia tadi ngajakin bundanya tapi kasian bundanya cape baru nyampe tadi pagi udah gitu besok pagi harus balik ke SS, jadi ya mungkin mau ke taman atau muter-muter aja naik motor." jawab Tika.
"Ya sudah coba Eca ajakin tantenya mau ngga ikut muter-muter." kata Ivan.
"Tante Tika mau ya ikut, Daffa mana Tan." kata Kheysa.
"Memangnya Eca mau mter-,muter kemana cantik?" tanya Tika.
"Kemana aja Tante pokonya jalan-jalan." jawab Kheysa.
"Daffa.... Daffa....." teriak Kheysa memanggil Daffa. Lalu tampak Daffa dan Kinanti keluar dari pintu kamarnya berjalan ke ruang tamu.
__ADS_1
"Eca....."
"Daffa...." teriak Kheysa dan daffa sambil berpelukan.
"Apa kabar van"." kata kinanti.
"Alhamdulillah baik Kinan., ini loh kita mau ajak Tika dan Daffa muter-muter aja, ikut yuk kin." kata Ivan.
"Makasi Van, aku ngga dulu ya, biar Tika dan Daffa saja yang ikut." kata Kinanti.
"Daffa ikutan ya aku mau mutel-mutel. sama papah dan Tante Tika" kata Kheysa.
"Mutel-mutel, ntal Pucing loh." kata Daffa sambil dirinya berputar-putar, dan yang ada diruangan itu pun tertawa lebar hat tingkah Daffa.
"Daffa hati-hati nak nanti kamu jatuh, hayo berhenti jangan seperti itu." teriak Kinanti.
"Ih Daffa bukan mutel-mutel kayak itu tapi mutel-mutel nya naik mobil, kita jalan-jalan." kata Kheysa.
" Ya sudah yuuk kita jalan sekarang." ajak Tika, lalu Daffa dan Kheysa pun bersorak senang. Mereka berpamitan dengan Kinanti.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++
Hai readers setiaku maaf ya baru update lagi ni, biasalah authornya sakit kepala, nyesek, batuk jadi author nya ngga bisa buat cerita.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian selama ini, jangan lupa tuk mampir juga ke cerita seputih cinta Karina. Oh iya jangan lupa tuk kasih like, vote, fav dan komen ya.